
...~•Happy Reading•~...
Novie tersenyum sambil memakai penutup kepalanya, lalu menganggkat jarinya membentuk tanda 'OK' ke arah Yicoe dan mengucapkan 'thank you' padanya.
Mereka selalu saling mengingatkan, jika hendak melakukan suatu penyamaran yang tiba-tiba. Agar tidak ada yang terlewatkan, dan akan mencelakai salah satu di antara anggota team sopape. Semua anggota team sopape sudah mengerti, saling mengingatkan adalah bagian dari saling menjaga keamanan dan keselamatan anggota team.
"Pak Yosa dan Novie, jangan lupa berdoa sebelum jalan." Kaliana selalu mengingatkan anggota teamnya, karena sebaik apa pun rencana yang sudah diatur oleh mereka, ada saja sesuatu yang terjadi di luar kendali mereka. Itu sudah sering terjadi dan mereka alami. Sehingga mereka melibatkan 'Pengendali Segala Sesuatu' dalam melakukan rencana mereka. Pak Yosa dan Novie mengangguk, mengiyakan sambil mengangkat jempol.
"Ayoo, segera berangkat... Jangan sampai kita kehilangan jejaknya. Kita belum tau dia akan berhenti di mana. Jadi Novie konsen dengan jalanan dan dengar instruksi Pak Yosa. Mungkin kondisi jalanan tidak seperti yang terlihat di sini." Kaliana berkata lagi, sebelum mereka keluar meninggalkan ruang kerja.
Pak Yosa dan Novie mengangkat jari membentuk tanda 'OK' bersamaan ke arah Kaliana, lalu melambai ke arah Yicoe dan Putra yang sedang melihat mereka sambil mengepalkan tangan untuk memberi semangat.
Ternyata banyak halangan di jalan tikus yang diberikan Putra. Mereka sering terhambat oleh penduduk yang keluar dari rumah tiba-tiba. Sehingga membuat Novie harus berkali-kali rem motornya.
"Kita harus keluar ke jalan raya, kalau mau tidak kehilangan jejak. Anna, kami keluar ke jalan raya..." Pak Yosa berkata kepada Novie dan juga kepada Kaliana untuk minta ijin. Kaliana mengijinkan, karena melihat jalan raya tidak terlalu padat dan Novie sudah berhenti berkali-kali.
Walaupun berada di jalan raya yang cukup padat, Novie bisa mengedarai motornya meliuk-liuk di antara mobil-mobil. Hal itu lebih menyenangkan Novie, ketimbang berada di jalan tikus. Sehingga mereka tidak terlalu lama di jalanan.
Setelah matahari terbenam, Novie dan Pak Yosa tiba di tempat yang diberitahukan Kaliana. Sebuah cafe yang cukup terkenal dan lumayan ramai di bilangan Jakarta Selatan. Saat Novie memarkirkan motornya, Pak Yosa menepuk punggungnya sebagai ucapan terima kasih sudah tiba dengan selamat.
"Pak Yosa... Tetap pakai jacket, tapi buka resletingnya agar bisa terlihat subjek, saat kamera on." Kaliana memberikan instruksi kepada Pak Yosa, setelah melihat mereka telah tiba di tempat parkir cafe dan Pak Yosa telah bergerak.
"Ok. Siiiap...!" Jawab Pak Yosa lalu segera melakukan apa yang dikatakan Kaliana dan tidak jadi melepaskan jacketnya. Kemudian berjalan masuk ke cafe.
__ADS_1
"Novie tetap siaga di atas motor dan dengar pelangi yang dikirim Pak Yosa." Kaliana memberi instruksi kepada Novie, karena melihat dia bergerak untuk ikut bersama Pak Yosa.
"Ok. Siiiap...!" Jawab Novie cepat, lalu kembali naik ke atas motor.
Setelah berada di dalam cafe, Pak Yosa didekati oleh seorang waiters untuk melayaninya. Tetapi Pak Yosa mengangkat tangan dan melihat sekeliling dengan memutar tubuhnya secara perlahan, seakan sedang mencari seseorang. Pak Yosa berlaku demikian, karena tidak akan makan. Mereka hanya mengambil gambar objek yang sedang diselidiki.
Melihat posisi kamera Pak Yosa, Putra segera memberikan posisi pemilik nomor Jamu.gD berada.
"Pelangi... Pak Yosa, Jamu.gD ada di kanan, arah jam dua." Putra memberikan titik lokasi nomor ponsel Jamu.gD. Pak Yosa segera berputar ke arah titik yang dikatakan Putra, tapi tidak melihat ke arah yang dimaksudkan Putra.
"Pak Yosa... Segera berbalik dan diam di tempat...!" Teriak Kaliana tiba-tiba, saat melihat hasil rekaman kamera Pak Yosa.
"Putra, tolong zoom orang itu." Kaliana menunjuk orang di layar monitor.
"Baik, Mba'. Tapi itu orangnya bergerak..." Putra menunjuk layar monitor.
Pak Yosa melakukan yang dikatakan Kaliana tanpa bertanya. Ketika melihat ada tempat yang bisa dijadikan tempat bersembunyi, Pak Yosa melimpir dan menempelkan tubuhnya ke tembok sambil menahan nafas.
"Mengapa anda keluar tiba-tiba tanpa pamit?" Terdengar suara seorang pria.
"Tadi saya melihat seseorang, seperti senior saya." Jawab suara seorang wanita. Alis Pak Yosa bertaut dan coba berpikir siapa pemilik suara itu, tapi tidak ingat dengan seseorang pun yang suaranya mirip dengan suara yang baru didengarnya.
Ketika mendengar suara wanita dan pria itu sayup-sayup, Pak Yosa menghembuskan nafasnya dengan kuat. Beliau yakin, posisi mereka telah menjauh dari tempat persembunyiannya, sehingga menarik nafas panjang dan dalam.
__ADS_1
"Kau tadi sempat lihat dia? Siapa dia, Anna. Kau sudah dengar, Nafasku hampir putus." Pak Yosa bertanya, sambil memegang dadanya, setelah yakin orang-orang yang mengikutinya telah menjauh.
"Iyaa, Pak. Dia Jellsy..." Kaliana menjawab cepat setelah yakin dengan apa yang di lihatnya.
"Maksudmu, Jellsy Bram...? Kau yakin...?" Tanya Pak Yosa lagi, seakan tidak percaya.
"100 % ... Nanti pulang, Pak Yosa bisa melihat dia." Kaliana berkata cepat dan tegas untuk meyakinkan Pak Yosa tentang apa yang baru ditemukan Putra.
"Pantas dia mengenalku. Mengapa tadi aku tidak mengenalnya?" Pak Yosa bertanya, seakan sedang bertanya untuk dirinya sendiri, karena heran tidak mengenal orang yang dimaksudkan Kaliana.
"Pak Yosa tidak 'ngeh', karena mungkin tidak memperhatikan ke arahnya. Dan mungkin juga dia sudah sangat berubah. Tadi aku minta Putra zoom baru yakin itu dia." Kaliana menjelaskan dengan serius tentang apa yang dilihatnya.
"Kau yakin nomor Jamu.gD itu miliknya?" Pak Yosa masih bertanya di tempatnya berdiri untuk meyakinkan, sebelum menemui Novie di tempat parkir.
Sedangkan Yicoe, Novie dan Putra yang mendengar percakapan Kaliana dan Pak Yosa, hanya diam. Mereka tidak berusaha untuk bertanya tentang orang yang dimaksud, karena mengetahui keseriusan dan ketegangan Pak Yosa dan Kaliana.
"Sangat yakin, setelah melihat nomor itu mengikuti Pak Yosa dan mendengar suaranya." Kaliana kembali berkata dengan serius dan tegas untuk meyakinkan Pak Yosa.
"Astigaaa... Bram pasti akan sangat terkejut mrngetahui hal ini." Pak Yosa berkata setelah yakin dengan apa yang dikatakan Kaliana.
"Bisa Astiga, Asdua, Assatu, atau tidak ada As sama sekali. Putra sedang menyelidikinya, jadi nanti Pak Yosa sudah di sini baru aku hubungi Bram untuk memastikan ada berapa As Bram." Kaliana masih berkata dengan serius, sambil terus memperhatikan layar monitor dan perubahan lokasi nomor Jamu.gD.
^^^Anggota team sopape lain hanya mendengarkan pembicaraan Kaliana dan Pak Yosa, dengan tenang dan sabar. Walaupun penasaran dengan apa yang sedang terjadi. Mereka tahu dan yakin pasti dengan nomor Jamu.gD adalah seorang wanita (dari suaranya), dan anggota kepolisian (dari apa yang dikatakannya, melihat seniornya yaitu, Pak Yosa). Mereka makin penasaran, karena orang tersebut berhubungan dengan Bram. (dari yang dikatakan Kaliana dan Pak Yosa).^^^
__ADS_1
...~°°°~...
...~●○¤○●~...