ROMANTIKA HIDUP

ROMANTIKA HIDUP
36. Gugatan 2


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Chasina menatap Danny dengan serius, karena melihat Danny sedang menatapnya sambil berpikir. Keraguan Danny terlihat jelas di wajahnya. Sehingga Chasina berusaha meyakinkan Danny sebagai pengacaranya.


Chasina tidak mau memiliki banyak pengacara untuk mengurus kasus yang sedang dihadapinya. Sebagaimana beberapa orang yang harus menyewa banyak pengacara untuk menolong mereka dalam menangani kasus hukum tertentu.


Walaupun uang bukan masalah bagi Chasina, tetapi melihat cara Marons menangani kasusnya, Chasina mau melakukan hal yang sama. Tidak perlu melibatkan banyak pengacara, tapi hasilnya baik dan maksimal.


Dia juga tidak mau melibatkan pengacara keluarganya untuk membantunya dalam hal ini. Sehingga dia mau berbicara dengan Danny terlebih dahulu, sebum bicara dengan keluarganya. Agar ketika bicara dengan keluarganya, dia akan mengatakan sudah ditangani oleh Danny.


Itu sudah dipikirkannya saat memutuskan untuk menggugat cerai Jaret. Dia tidak ingin membicarakan lagi aib dalam rumah tangganya dengan orang lain. Danny sudah tahu semuanya dan bisa memahami penyebab dia menggugat cerai suaminya.


"Maksud anda, kita hanya mengajukan surat gugatan cerai? Tidak ada pembicaraan lain atau pembahasan tentang pembagian harta gono-gini, misalnya?" Tanya Danny, masih ragu-ragu. Hal yang tidak biasa dia lakukan, jika seseorang mau menggunakan jasanya sebagai pengacara.


Walaupun Chasina belum memiliki anak dari pernikahannya dengan Jaret. Tapi sering menjadi masalah dan perdebatan panjang adalah pembagian harta gono-gini. Itu menjadi masalah kedua setelah mengenai hak asuh anak dalam kasus perceraian.


Keadaan ekonomi dan status mereka akan jadi masalah dan konflik. Pembahasannya akan membutuhkan waktu lama dan melalui perundingan yang alot dan Danny tidak menyukai hal itu.


Danny tidak ahli dalam bidang tersebut, karena itu bukan bidang yang ditekuninya. Boleh dikatakan, dia tidak mahir untuk negosiasi dan mediasi. Dia lebih fokus pada kasus pidana. Jadi jika ada yang meminta bantuan jasanya untuk bidang tersebut, dia akan merekomendasikan kepada patnernya.

__ADS_1


"Iya, Pak Danny. Hanya mengajukan surat gugatan cerai kepadanya. Tidak ada tuntutan lain lagi. Sehingga hakim bisa langsung putuskan gugatan saya, tanpa perlu mempertemukan kami." Chasina berkata dengan serius dan tegas. Ada pijar amarah di matanya, membuat Danny menarik nafas panjang dan dalam.


Danny memahami apa yang dirasakan Chasina terhadap suaminya. Dia telah kehilangan kebebasannya sebagai wanita karier. Tapi Danny perlu bertanya secara detail, karena dia sedang konsentrasi dengan kasus pidana Chasina dan Marons. Dia tidak mau serakah melahap semua yang disuguhkan kepadanya. Sehingga kerjanya tidak fokus dan tumpang tindih.


Dia mau menyelesaikan kasus yang ditanganinya dengan maksimal. Tidak seperti kutu loncat, apalagi client yang memakai jasa pengacaranya tidak mau gunakan jasa patner yang biasa membantu dan bekerja sama dengannya.


"Iyaa, Pak. Tidak perlu dibicarakan atau dibahas dengan pihak yang digugat. Nanti saya berikan akses, agar Pak Danny bisa melihat dan membaca surat perjanjiannya." Kata Chasina sambil menatap Danny dengan serius. Dia sudah tidak mau menunda dan tidak sabar menggu sesuatu yang dia sudah tahu ujungnya di mana.


"Saya akan berikan sedikit gambaran agar Pak Danny tidak ragu-ragu dalam memberi keputusan. Semua harta yang saya peroleh dan bawa saat menikah, tetap jadi milik saya. Jika dia kedapatan selingkuh, semua harta saya tidak bisa diklaim olehnya." Chasina menjelaskan sedikit dari surat perjanjian pra nikah mereka. Chasina mengatakan itu, karena bagian itu terpenting saat ini. Jaret berselingkuh, sehingga membuat dia ditahan sebagai pembunuh selingkuhannya.


"Itulah mengapa dia sangat menutupi perselingkuhannya. Dia tau akan kehilangan banyak hal dari saya dan juga dia akan memberikan separuh dari hartanya kepada saya, karena tindakannya itu. Hal yang sama juga berlaku pada saya jika berselingkuh. Saya akan kehilangan separuh dari harta yang saya miliki." Chasina menjelaskan perjanjiannya dengan Jaret sebelum menikah. Danny jadi mengerti, mengapa Chasina katakan tidak ada gugatan lagi.


"Perjanjian itu dibuat di depan notaris sebelum kami menikah. Jadi Pak Danny bisa mengambilnya untuk mengurus gugatan saya. Setelah ini, Kak Bryan akan bicara dengan Pak Danny, agar bisa mendampingi, jika diperlukan." Ucap Chasina pelan dan serius. Dia sudah tidak tahan menyandang status sebagai istri Jaret dan melihat orang memandangnya dengan pandangan iba.


Danny melihat sedikit semangat ada di mata Chasina saat membicarakan gugatan yang akan dilayangkan kepada Jaret. Setelah ditahan, baru saat ini Danny melihat ada emosi dalam diri Chasiha. 'Mungkin sangat shock saat itu, sehingga baru bisa pikirkan yang dia katakan saat ini.' Itu yang ada dalam pikiran Danny.


"Baik, Bu. Kita lakukan sebelum persidangan kasus ini dimulai, agar kita bisa sama-sama konsen untuk kasus pidananya. Saya juga akan bicarakan dengan Ibu Kaliana, agar semuanya bisa rapi diatur sebelum sidang dijadwalkan." Danny mengakui, Kaliana sangat paham dan mengerti hal seperti itu. Sehingga tidak ada cela atau perlawanan dari pihak Jaret.


Kaliana juga memiliki hubungan yang baik dengan pihak penyidik, hingga bisa minta tolong kapan kasus akan dilimpahkan ke kejaksaan untuk disidangkan.

__ADS_1


Dengan cara bicara dan perlakuan Chasina, secara tersirat, Chasina telah menjadikan Danny sebagai pengacara pribadinya. Hal itu pun disadari oleh Danny. Sehingga dia memikirkan berbagai cara untuk mengamankan Chasina.


Bagi Danny, kepercayaan lebih utama dari pada tanda tangan di atas secarik kertas. Sebagaimana yang terjadi dengan dirinya dan Marons. Tanpa ragu membahas sesuatu dengannya.


"Apakah ada pihak dari suami anda datang menemui anda di sini?" Tanya Danny untuk berjaga-jaga. Kondisi Chasina dan juga sikap Jaret kepadanya tidak bisa diprediksi. Itu bisa dilihat saat acara gelar perkara. Apalagi situasi yang sangat tidak menguntungkannya.


"Tidak ada dari keluarganya, tapi ada yang mengaku dari temannya. Mereka mau membicarakan kasus saya, bukan kasusnya." Chasina menjelaskan. Dia juga sudah bicara dengan Bryan tentang tawaran bantuan yang dikatakan 'teman Jaret'.


Mendengar itu, Danny mengangguk mengerti. "Sekarang hati-hati bertemu atau berbicara dengan siapapun selain saya, Bu Kaliana dan teamnya. Atau dengan keluarga anda sendiri." Danny mengingatkan, karena dari sikap Kaliana dan juga peristiwa dengan mobil Kaliana membuat dia waspada.


Marons juga sudah mengangataksn padanya, bahwa saat ini dia sedang mengamankan Kaliana dan anggota teamnya dari incaran Jaret dan komplotannya. Jadi dia tahu, kasus Chasina bukan kasus pembunuhan biasa.


"Selain orang yang saya sebutkan tadi, anda tidak boleh berbicara apapun, dengan siapa pun. Jangan sampai anda terjebak karena tidak enak menolak permintaan orang." Danny berkata lagi, karena kasus Chasina sangat seksi bagi pencinta uang haram.


"Baik, Pak Danny. Saya akan ingat itu, dan Pak Danny tolong usahakan, agar saya bisa bicara dengan asisten dan sekretsris saya. Supaya saya bisa menandatangani dokumen penting perusahaan. Mencegah terjadi sesuatu dengan perusahaan dan para karyawan" Ucap Chasina kembali dengan mata yang sedih dan khawatir.


...~°°°~...


...~●○¤○●~...

__ADS_1


__ADS_2