
...~•Happy Reading•~...
Danny berhenti tersenyum dan memperhatikan semua yang dibicarakan dan dilakukan oleh Kaliana dan anggota teamnya. Dia mengikuti permintaan Kaliana untuk melihat layar televisi dan memperhatikan semua barang milik Mama Jaret yang sedang diperlihatkan oleh Putra.
"Apakah aku bisa memberikan usulan juga?" Tanya Danny saat melihat semua orang sedang perhatikan layar televisi. Dia ingin ikut memberikan usulan, karena suka dengan rencana Kaliana. Apalagi melihat anggota team sopape dan Marons serius perhatikan layar televisi dan berpikir.
"Boleh, Pak Danny. Kita semua bisa berikan usulan dan kita bersama juga memikirkan dampaknya untuk rencana kita. Sama-sama pertimbangkan dampak positif, maupun negatifnya. Kita ambil yang berdampak positif untuk rencana kita, dan itu akan kita putuskan bersama." Kaliana berkata serius, karena mengharapkan semua orang mengambil bagian dalam rencana yang sudah disusunnya.
"Baik... Terima kasih. Kalau begitu, aku pilih foto nomor 3 dari kiri, deretan kedua dari bawah. Menurutku, foto itu menunjukan semua, walau harga tasnya tidak semahal yang lain." Danny menunjuk foto yang diusulkan kepada yang lain, agar semua bisa fokus melihat foto yang dimaksud. Kemudian dia coba menjelaskan alasan mengapa pilih foto tersebut.
"Foto itu selain ada tas, juga menunjukan beliau berada dimana. Mama Jaret sedang jalan-jalan ke luar negeri. Jika orang melihatnya dengan sedikit narasi iseng saja, netizen akan menghitung semua yang dikenakan dan juga perjalanan Mama Jaret. Jadi itu bisa jadi pancingan yang bagus, sekaligus memperlihatkan gaya hidup Mama Jaret." Danny menjelaskan dengan serius maksudnya, agar semua yang ada dalam ruangan bisa memahami maksudnya. Mengapa dia memilih foto tersebut, dari berbagai foto flexing Mama Jaret.
"Baik... Putra, tolong cantumkan nomor di semua foto dan juga sertakan tanggal postingannya. Atau tanggal foto itu diambil, agar kita mudah melihat dan memilih." Kaliana berkata dengan tenang dan serius, agar mereka bisa mengetahui sejak kapan gaya hidup Mama Jaret dari semua flexingnya.
"Aku setuju dengan Pak Danny. Foto yang dipilih Pak Danny itu, sudah bisa menggambarkan betapa hedonnya Mama Jaret. Orang yang melihat akan mengetahui dan bertanya-tanya, apakah sesuai dengan pekerjaan mereka." Yicoe berkata serius, setelah melihat foto pilihan Danny dengan teliti dan mengerti maksudnya.
__ADS_1
"Aku juga setuju dengan foto pilihan Pak Danny dan tambahkan juga foto nomor 8 yang menunjukan bersama suaminya. Coba lihat jam tangan yang dikenakan Papa Jaret juga mobilnya." Marons berkata serius sambil menunjuk foto Papa Jaret. Semua dalam ruangan tidak perhatikan jam tangan Papa Jaret, karena Putra tidak cantumkan harganya. Tetapi Marons tahu harga jam tangan yang dikenakan Papa Jaret, tidak kalah mahal dengan tas Mama Jaret.
"Dengan kita posting kedua foto itu, netizen akan menghitung kekayaan orang tua Jaret dan bisa mengaitkan dengan kekayaan Jaret. Aku yakin dengan kedua foto itu, akan membuat orang tua Jaret panas dingin dalam situasi seperti sekarang ini." Marons berkata dengan serius. Dia ingin melihat respon masyarakat secepatnya terhadap kehidupan dan kekayaan keluarga Jaret.
Yang lain ikut menyetujui apa yang dipilih oleh Danny dan Marons, karena yang dikatakan Yicoe makin menguatkan pilihan Danny dan Marons. "Baik... Kita sudah setuju kedua foto itu. Putra tolong ditandain, agar setelah pertemuan ini, silahkan ditiup." Kaliana memberikan instruksi kepada Putra setelah semua orang dalam ruangan setuju.
"Sekarang mari kita istirahat. Nanti besok kita lihat hasilnya dan respon masyarakat, baru kita pikirkan langkah berikutnya. Apa ini cukup, atau perlu ditambah lagi jika orang tua Jaret coba lakukan sesuatu untuk mengelak." Kaliana memutuskan setelah semua orang telah menyetujui dan memutuskan.
"Ok, Mbak... Tolong katakan narasi isengnya, agar aku bisa tulis bersama postingan ini." Putra berkata demikian, karena Kaliana yang suka membuat narasi untuk team sopape dalam menangani berbagai kasus.
"Mmmm.... Karena ini berupa pancingan untuk melihat reaksi publik, kau bertanya saja. Kau tulis saja begini : 'Kemana semua postingan Ibu Renette dan Pak Japry ini?' Kasih 'emot berpikir', lalu kedua foto itu. Kemudian di bawah foto tulis lagi: 'Yang penasaran, next.' Aku rasa itu cukup sebagai pembuka saja, nanti kita lihat animo media dan juga netizen." Kaliana berkata setelah memikirkan kalimat yang pas untuk dampingi foto yang akan diposting Putra.
"Iyaa, ini sudah cukup. Kita tunggu reaksi masyarakat dan juga kabar dari Pak Bram. Besok selain memperhatikan semua yang terjadi di media sosial, kita akan memeriksa bukti yang diemail oleh Pak Bram. Itu agenda team untuk besok." Kaliana mengatakan rencana kerja team sopape, sebagaimana biasa yang mereka lakukan di kantor lama sebelum pulang ke rumah.
"Apakah Pak Danny ada agenda kerja besok selain menunggu dari pengadilan?" Tanya Kaliana saat melihat Danny hendak berbicara.
__ADS_1
"Ada, Mba Anna... Besok jadwal aku mengunjungi Bu Chasi. Aku mau lakukan itu, karena apa yang terjadi hari ini, perlu dibicarakan dengan beliau. Supaya aku bisa tau pendapatnya tentang pembagian harta gono-gini." Danny berkata serius, sambil memikirkan agenda team sopape juga berhubungan dengan kasus Chasina.
"Kalau begitu, besok Pak Danny akan diantar Pak Yosa ke tempat Bu Chasi. Kita akan bicarakan hasil penyidikan kami, setelah Pak Danny dan Pak Yosa kembali." Ucap Kaliana tegas, agar Danny tidak ragu-ragu melakukan agendanya.
"Baik. Terima kasih...!" Danny berkata pelan lalu berdiri untuk pamit, setelah melihat Marons berdiri.
"Setelah ini, kalian bertiga ikut aku. Putra, kalau masih mau kerja, minta minuman hangat dan cemilan dari Bibi. Ketok saja pintu kamarnya." Ucap Marons kepada Kaliana, Yicoe dan Novie, juga Putra. Mendengar itu, mereka saling bertatapan tapi mengikuti permintaan Marons.
"Arro, tunggu. Aku mau ke kamar Bibi sebentar." Ucap Kaliana, lalu berjalan cepat meninggalkan yang lain ke arah kamar Bibi. Dia ingin menyampaikan apa yang diminta Marons untuk Putra. Karena Putra tidak akan pergi mengetok kamar Bibi untuk meminta minuman dan cemilan. Putra hanya berani minta yang seperti itu dari kakak-kakaknya di team sopape.
Setelah Kaliana kembali, dia melihat Marons dan Danny sudah turun dan sedang berbicara serius di bawah tangga. Kaliana mengajak Yicoe dan Novie yang sedang menunggunya untuk turun menemui Marons. Melihat Kaliana, Yicoe dan Novie sudah turun, Danny segera pamit masuk ke kamar meninggalkan Marons.
"Mari ikut aku...!" Marons berkata kepada mereka bertiga, lalu berjalan cepat di depan mereka. Kaliana, Yicoe dan Novie mengikuti dari belakang sambil bertanya dalam hati tentang maksud Marons dan saling melirik, karena tidak mengerti. Kaliana hanya mengangkat bahunya ke arah Yicoe dan Novie.
"Tadi saat kalian berbicara tentang tas, aku ingat dengan semua tas Rallita. Ini aku tunjukan tempatnya, nanti besok aku berikan kunci, agar kalian bisa lihat isinya. Mungkin ada harga yang fantastik juga seperti milik Mama Jaret, atau mungkin sudah kudisan seperti katamu." Marons berkata kepada Kaliana sambil tersenyum. Yicoe dan Novie jadi tertawa melihat wajah Kaliana memerah.
__ADS_1
...~°°°~...
...~●○¤○●~...