ROMANTIKA HIDUP

ROMANTIKA HIDUP
53. Gercep


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Semua yang ada dalam ruang keluarga Marons terdiam mendengarkan penjelasan Kaliana. Danny pun ikut terdiam mendengar apa yang dikatakan Kaliana. Suatu keterangan dan penjelasan yang lugas dan menempatkan dirinya pada posisi sebagai narasumber, jika diperlukan. Danny makin respek kepada Kaliana, sebagai pemimpin yang rendah hati.


Melihat semua mengangguk mengerti yang dia katakan, Kaliana meneruskan apa yang akan mereka bahas dan kerjakan hari itu. Dia tidak mau membuang waktu untuk berbasa-basi, karena semua anggotanya sudah mengenal Danny, sehingga dia langsung menjelaskan yang diperlukan dan dikerjakan.


"Sebelum kita bicarakan agenda kerja kita hari ini, kita semua tahu ini memang bukan kasus baru yang akan kita kerjakan. Ini adalah kasus lanjutan dari kasus selokan sebelumnya. Namun kasus berikut ini, memiliki imbas juga pada kasus yang lain. Jadi kita perlu memisahkan kasus ini dari kasus sebelumnya." Ucap Kaliana lagi, lebih rinci. Dia mulai memilah untuk memisahkan kasus yang akan dihadapi, agar terlihat jelas dalam menganalisa.


"Mengenai sidang kasus pembunuhan yang akan dihadapi Bu Chasina, kita hanya lengkapi bukti yang sudah ada. Untuk menghadapi persidangan kasus selokan dimana Pak Danny sebagai pembelanya, hampir rampung. Sudah masuk tahap akhir, tinggal kita membahas secara detail dengan Pak Danny, sambil menunggu waktu persidangan." Kaliana menjelaskan dan mulai memisahkan kasus yang akan dikerjakan team sopape.


"Sekarang kita pindah ke kasus berikut. Sebenarnya bukan kasus yang kita tangani. Tapi kita tersangkut di dalamnya, akibat bukti yang kita temukan di kasus selokan. Sehingga ini menjadi rangkaian kasus yang berderet dan kita perlu menyelesaikannya secara tuntas." Kaliana berkata demikian, karena mereka tidak bisa lepas tangan begitu saja, dengan hanya melengkapi bukti untuk persidangan kasus pembunuhan.


"Ini bukan lagi bicara bisnis semata, tapi hati nurani yang berbicara. Sebagaimana kita tau, gugatan cerai ini bukan suatu kasus yang perlu kita tangani. Tetapi dampak dari gugatan ini bisa membuat Bu Chasina seperti domba, yang berada di tengah serigala. Sehingga kita terpanggil untuk menolongnya, karena kita tau dampak gugatan itu bagi beliau." Kaliana mengajak teamnya melihat kasus yang akan ditangani dari sisi yang lain.


Jika bicara tentang bayaran atas jasa mereka, pekerjaan mereka hampir selesai. Semua bukti yang diperlukan sudah berada dalam gengaman, mereka tinggal menganalisa dan mengurai. Itu adalah tahap akhir yang dikerjakan team sopape dalam menyelesaikan suatu kasus yang mereka tangani.

__ADS_1


"Sekarang kita tau juga, dampak gugatan cerai itu bukan hanya kepada Bu Chasina, tapi juga bagi pengacaranya, yaitu Pak Danny. Oleh sebab itu, kenapa Pak Danny dengan cepat harus diamankan di sini, setelah Pak Bram dan team mengamankan Bu Chasina." Kaliana menjelaskan, agar anggota team bisa melihat kasus berikut dari sudut yang berbeda.


"Setelah Pak Danny mendaftarkan gugatan cerai Bu Chasina, kita akan melihat dampaknya juga bagi kita. Oleh sebab itu mengapa kita semua berada di sini. Dengan kondisi keuangan Jaret, kita yang tadinya hanya berhadapan dengan para pengedar, akan berhadapan lagi dengan 'siluman' pemilik 'harta uyul' itu." Kaliana mulai memetakan dan memberi gambaran kepada anggota team, dampak gugatan cerai Chasina kepada team sopape.


"Bisa saja terjadi, sebelum Pak Danny bertarung di ruang pengadilan, kita sudah bertarung terlebih dulu di pengadilan jalanan. Itu yang mengaitkan kita dengan kasus ini. Mau atau tidak mau kita harus hadapi." Kaliana memberikan semangat dan mengobarkan keberanian anggota teamnya yang sudah tidak bisa mengelak dari resiko pekerjaan mereka.


"Dalam kasus berikut ini, ada banyak orang yang terlibat dan akan ada banyak kejutan yang mengejutkan banyak pihak. Oleh sebab itu, mengapa kita harus mengamankan semua orang yang berada di pihak kita terlebih dulu. Agar ketika berhadapan dengan mereka, tidak ada kecemasan yang mengganggu konsentrasi kita." Kaliana tetap menjelaskan dengan serius dan rinci. Anggota team sopape dan Danny mendengar penjelasan Kaliana dengan tenang dan serius.


"Itu sedikit gambaran dulu, nanti kita bahas detailnya. Sebelum kita maju untuk bahasan berikutnya, siapa yang bisa berikan nama untuk kasus berikut ini? Pikiranku lagi penuh, jadi tidak memiliki ide untuk menamain kasus ini." Tanya Kaliana, karena mereka suka memberikan julukan sendiri untuk setiap kasus yang mereka tangani. Agar mudah saat membahas atau menganalisa, juga mudah bagi Putra membuat label pada setiap kasus.


Tiba-tiba Yicoe mengangkat tangannya ke arah Kaliana. "Kalau aku, 'Kasus Gercep', singkatan dari gerak cepat." Usul Yicoe, yang sedang mengangkat tangan dan tersenyum mendengar usulannya. Semua melihatnya sambil tersenyum, termasuk Danny.


"Aku setuju dengan nama itu, deh. Karena kasus ini membuat kita harus gerak cepat dalam berbagai hal." Novie menyetujui apa yang dikatakan Yicoe, sambil mengangkat tangannya. Pak Yosa juga mengangkat tangan tanda setuju, karena mereka bekerja seakan sedang berlari. Danny yang mulai mengerti, jadi mengangkat jempol sebagai tanda setuju.


Baik... Putra, tolong labelin kasusnya, ya. Kita akan mulai mendata yang sudah kita kerjakan dan perkembangannya nanti." Ucap Kaliana kepada Putra, karena sudah empat orang yang setuju dari mereka berenam. Kemudian Kaliana mengalihkan pandangannya ke arah Danny. Dia membiarkan Putra mengerjakan sesuai keinginannya.

__ADS_1


"Pak Danny... Gugatan cerai sudah bisa didaftarkan hari ini?" Tanya Kaliana, mulai mendata yang akan dikerjakan. Dia memulai dari surat gugatan cerai Chasina.


"Sudah, Mba Anna... Rencananya aku mau bicarakan ini denganmu, karena mau didaftarkan hari ini." Jawab Danny cepat, karena dia telah menyiapkan semuanya tadi malam. Hanya beberapa bagian yang perlu di kerjakan saja.


"Baik... Kalau begitu, Pak Danny akan pergi bersama Pak Yosa. Kami tunggu hasilnya di rumah, sambil siapkan ruang kerja di atas. Pak Yosa tolong kabari kami, agar aku bisa bicarakan perkembangannya dengan Pak Bram." Kaliana mulai mengatur rencana seperti yang dikatakan Marons padanya.


"Baik... Mba Anna ada usul, siapa yang bisa jadi saksi selain keluarga Bu Chasi?" Tanya Danny, sebelum masuk ke kamar untuk mengambil dokumen.


"Bisa Pak Yosa dan Pak Bryan saja, Pak Danny. Nanti aku hubungi Pak Bryan, biar sekalian dijemput atau beliau tunggu di tempat terdekat." Ucap Kaliana cepat, biar bisa lebih mudah. Bryan bisa diajak bicara, agar tidak membahasnya dengan Pak Adolfis sebelum suratnya diproses.


"Baik... Apakah aku bisa ngeprint atau scan di sini?" Tanya Danny, saat melihat perlengkapan kerja Putra yang sangat lengkap. Agar dia tidak mampir ke kantornya, untuk ngeprint dan mengcopy surat yang sudah dibuatnya. Dia bisa langsung ke pengadilan negeri setelah bertemu Bryan untuk tanda tangan.


"Bisa, Pak... Silahkan berbicara dengan Putra. Pak Yosa, Coe dan Vie, sambil Pak Danny bicara dengan Putra, kita ke atas sebentar untuk melihat yang diperlukan." Kaliana sengaja mengajak Pak Yosa bersama mereka, karena mau meyampaikan bahwa usulannya untuk pindah kamar sudah disetujui oleh Marons.


...~°°°~...

__ADS_1


...~●○¤○●~...


__ADS_2