ROMANTIKA HIDUP

ROMANTIKA HIDUP
158. Saling Support 3.


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Kaliana mengangguk pelan, lalu menghabiskan kopinya lalu berdiri. Tindakannya diikuti oleh anggota team yang lain, menghabiskan kopi dan berdiri bersama Kaliana.


^^^Kaliana mengerti maksud ucapan Marons dengan meminta Putra dan Pak Yosa pergi ke kantornya. Pasti itu adalah dukungan lain yang akan diberikan Marons kepada team sopape. Hal itu membuat hatinya menghangat sambil berjalan mendekati Marons yang sedang berdiri.^^^


^^^Kaliana berjalan pelan untuk keluar ruangan bersama Yicoe dan Novie. Saat melewati Marons yang sedang berdiri dekat pintu masuk, Kaliana hanya menyentuh jari Marons sekilas lalu menyandarkan pinggiran kepalanya ke lengan Marons sebagai ungkapan terima kasih dan rasa sayangnya.^^^


^^^Walau hanya sekilas tindakan Kaliana, Marons merasa lega. Kaliana bisa mengerti dan menerima keputusannya. Dia menahan tangannya untuk tidak menyentuh kepala Kaliana yang sekilas menyandarkan kepala ke lengannya, agar tidak merusak suasana dengan gerakan refleks Kaliana menepis tangannya.^^^


Putra segera menutup laptop dan merapikan perangkat yang lain, saat melihat Marons masih berdiri menunggunya dan Pak Yosa yang siap mematikan lampu.


"Putra, jangan lupa besok bawa ranselmu dan semua isinya, ya." Marons berkata cepat, saat melihat Putra memasukan laptop dan semua perangkat pendukung ke dalam ranselnya.


"Siiiaap, Pak..." Putra berkata sambil merapikan ranselnya dan letakan di atas kursi, lalu berjalan keluar ruangan bersama Marons yang sedang menunggunya. Setelah mematikan lampu , Pak Yosa dan Putra pamit kepada Marons lalu mereka berpisah, masuk ke kamar masing-masing untuk istirahat.


~°°°~ ~°°°~ ~°°°~


Keesokan harinya, terjadi kesibukan di rumah Marons. Semua penghuni sudah mulai beraktvitas dengan kesibukan masing-masing.


Seperti yang diinginkan Marons, Kaliana, Yicoe dan Novie melatih fisik memantapkan semua gerakan yang sudah dibuat oleh Putra dalam menggunakan tongkat pendek dan panjang. Sedangkan Marons telah berangkat ke kantor sebelum anggota team Sopape bangun tidur.


^^^Setelah sarapan, Danny ikut dengan Pak Yosa dan Putra yang hendak ke kantor Marons. Jadi Pak Yosa akan mengantar Danny ke kantornya terlebih dulu, sebelum ke kantor Marons.^^^


^^^Kaliana mengatur rencana untuk kegiatan mereka masing-masing, sambil menunggu Pak Yosa dan Putra pulang ke rumah. Kaliana, Yicoe dan Novie jadi fokus berlatih berbagai gerakan dengan serius agar hasilnya bisa maksimal.^^^

__ADS_1


Setelah makan siang, Putra dan Pak Yosa kembali ke rumah. Pak Yosa membantu Putra menurunkan semua yang dibeli Marons dari mobil, lalu mengangkatnya bersama Putra ke ruang kerja.


Tiba di ruang kerja team sopape, Putra segera mulai merakit peralatan yang dibeli Marons untuknya. Sepanjang jalan dia sudah ingin secepatnya tiba di rumah, untuk mencoba semua yang dibeli Marons untuknya. Dengan hati senang dan tersenyum, dia bekerja dengan cepat agar bisa melihat hasilnya.


Melihat Putra sedang sibuk menyiapkan yang dibeli Marons, Pak Yosa segera keluar menuju ruang gim Marons untuk memanggil Kaliana, Yicoe dan Novie.


"Ternyata Pak Yosa dan Putra sudah kembali. Kami bersihin badan dulu, baru ke ruang kerja ya, Pak." Kaliana berkata cepat sambil meletakan tongkat yang ada di tangannya. Begitu juga dengan Yicoe dan Novie, lalu berjalan cepat mengikuti Kaliana.


Tidak lama kemudian, Kaliana, Yicoe dan Novie masuk ke ruang kerja setelah mandi sambil membawa minuman hangat dan cemilan yang dibuat Bibi untuk mereka.


"Ada apa dengan wajahmu, Putra." Tanya Kaliana yang baru masuk ke ruang kerja dan melihat senyum sumbringa di wajah Putra.


Putra tidak menjawab, tapi membuka kedua tangannya ke arah atas meja dan juga peralatan yang ada di atas kursi. Membuat Kaliana, Yicoe dan Novie tersenyum sambil menetup mulut dengan tangan. Mereka tercengang, tapi sangat senang dengan yang mereka lihat.


"Semua ini dibeliin Pak Marons?" Tanya Kaliana sambil melihat Putra dengan wajah tercengang dan juga serius.


"Waaah... Ayooo, minum dulu, biar kita bisa mengerti penjelasan Putra dan Pak Yosa." Kaliana berkata cepat sambil meletakan semua yang mereka bawa ke atas meja.


"Mba' Anna ngga telpon dulu?" Tanya Putra mengingatkan Kaliana untuk hubungi Marons yang sudah membantu mereka, setelah Putra menunjukan cara kerja semua perangkat yang dibeli Marons untuk mereka.


"Nanti ketemu saja, baru ngomong. Jangan sampai lagi sibuk. Tapi boleh juga, aku kirim pesan dulu, ya." Kaliana berkata sambil berikan isyarat kepada Putra, dia mau kirim pesan kepada Marons.


Ketika Putra mengangkat jempol, Kaliana mengirim pesan kepada Marons dengan pesan "TQ". Kaliana hanya mengirim demikian, sebagai isyarat ngecek kondisi Marons di kantor. Dia yakin, Marons mengerti maksud pesannya.


Ketika menerima balasan Marons hanya dengan emot dua jempol, Kaliana tahu, Marons sedang sibuk. "Nanti malam saja, baru kita bahas. Mari minum." Kaliana mengambil minum dan cemilan lalu duduk menikmatinya sambil berpikir untuk menyusun rencana baru setelah melihat semua yang dibeli Marons untuk mereka.

__ADS_1


"Kakak-kakakku yang cantik dan baik hati. Lihat yang sedang viral ini." Putra menunjuk layar monitor sambil membuka kedua tangannya ke arah layar monitor. Dimana di layar monitor terlihat pihak Kejaksaan sedang melakukan konferensi pers.


"Alhamdulillah..." Yicoe sontak bersyukur melihat layar monitor sambil menengada tangannya.


"Puji Tuhan... Usaha kita tidak sia-sia." Kaliana memegang dadanya sambil bersyukur bersama Novie yang melihat pihak Kejaksaan sedang lakukan konferensi pers dan Pak Japry sedang berdiri di sampingnya.


^^^Sontak semua anggota team sopape saling melakukan tos dengan perasan tenang dan senang. Setelah mendengar keterangan pihak Kejaksaan yang sudah menyita harta kekayaan orang tua Jaret.^^^


"Ooh oo oh... Mama Jaret juga kena?" Kaliana berkata sambil melihat monitor, dimana pihak Kejaksaan sedang memberikan keterangan.


"Putra, tolong cek, apa saja yang diperoleh Kejaksaan saat lakukan penggeledahan dan di mana saja. Apakah sesuai dengan info kita." Kaliana berkata sambil terus melihat monitor.


Putra segera melakukan apa yang diminta Kaliana. Dengan cepat dia memperlihatkan apa yang ditemukan pihak Kejaksaan.


"Ooh oo oh... Ternyata rumah itu menyimpan harta karun." Kaliana terhenyak, lalu berkata dengan cepat sambil menunjuk ke layar monitor.


^^^Di layar monitor terlihat emas batangan, uang tunai bertumpuk, yang tidak bisa ditebak berapa jumlahnya. Ada juga jam tangan mahal dan banyak tas bermerk, juga beberapa mobil mewah.^^^


"Luarrr binasaaa...!" Hanya itu yang terucap dari anggota team sopape.


"Putra, tolong zoom tas-tas itu. Apa ada tas yang kau bilang hampir meli-meli itu?" Kaliana berkata lagi. Yicoe dan Novie hanya terdiam melihat semua di layar monitor sambil menutup mulut, saat melihat harta orang tua Jaret yang fantastik.


"Ituu ada, Mba'..." Ucap Putra sambil menandai tas yang dia maksud.


"Kakak-kakak... Lihat keterangan Mama Jaret saat diinterogasi tentang tas-tasnya yang mahal itu. Ada penyidik yang ingin tau juga, mengapa beli tas-tas begitu mahal." Teriak Putra sambil tersenyum mengingat rasa ingin tahu Kaliana, Yicoe dan Novie tentang kegunaan tas mahal dan digunakan untuk apa, saat dia menyebut harga tas Mama Jaret.

__ADS_1


...~°°°~...


...~●○¤○●~...


__ADS_2