ROMANTIKA HIDUP

ROMANTIKA HIDUP
128. Strategi 15.


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Kaliana menunggu dengan harap-harap cemas. Dia sangat berharap, Bram masih menyimpan nomor pribadi Siska untuk mencocokan datanya dengan yang diperoleh Putra. Sebab nomor yang tercantum di biodata Siska tidak aktif, sehingga mereka tidak bisa mengetahui aktivitas Siska lebih banyak.


📱"Sepertinya ada yang lupa pada ucapannya sendiri. 'Jangan hapus nomor orang saat sedang marah padanya. Cukup diblokir, mungkin suatu waktu dibutuhkan untuk nagih hutang.' Hhhhmmm..." Kaliana berkata sambil menarik nafas lalu tersenyum sendiri, mengingat ucapan Bram padanya saat masih dinas bersama. Dia berharap Bram tidak menghapus nomor Siska, karena saat ini dia sangat membutuhkan nomor telpon pribadi Siska, bukan 'nomor batok'.


📱"Aku tidak lupa ucapanku, tapi waktu itu, aku bukan sedang marah saja. Tetapi sangat muuaaarraa.., sudah di atas level marah, jadi bisa saja kehapus." Bram menjawab Kaliana sambil terus mencari nomor Siska yang belum ditemukan.


📱"Mengapa lama, Bram... Kau benar menghapusnya?" Tanya Kaliana yang sudah was-was, naik lagi level was-was nya. Dia sedang menunggu nomor pribadi Siska, tapi Bram belum juga menyebut nomor telponnya.


📱"Sabar, Anna... Aku lupa menyimpan nomornya pakai nama siapa?" Bram berkata sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia benar-benar lupa menyimpan nomor telpon Siska dengan nama siapa.


📱"Ko', bisaa...?" Kaliana bertanya dengan heran, sambil melihat Pak Yosa yang sedang tersenyum mendengar percakapan Bram dan Kaliana. Pak Yosa mengangkat bahunya, tanda tidak mengerti dan tidak tahu yang dimaksudkan Bram.


📱"Bisa saja... Seperti aku saat ini. Aku tidak punya nomor telponnya. Dia telpon, aku terima. Setelah berhalo-haloan, baru tau, dia yang telpon. Lalu aku save dan tulis namanya. Setelah itu, aku tidak pernah menelponnya lagi. Sekarang kau perlu nomornya, aku sudah cari nama Siska, tapi tidak ada." Bram menjelaskan dengan cepat sambil mengingat-ingat, tapi tidak ingat. Sedangkan riwayat telpon sudah dihapusnya, karena sudah sangat lama.


📱"Mungkin kau save bukan dengan namanya. Coba cari nama anjing liar atau guguk liar. Kau suka memanggilnya itu." Kaliana mengingat julukan yang acap kali dipakai Bram saat dia tidak mau menyebut nama Siska. Dia akan menyebut nama Siska dengan julukan itu, sesuai suasana hatinya.


📱"Anna, kau benar. Ada guguk liar." Bram berkata sambil tersenyum dan menepuk dahinya. Kaliana jadi lega lalu memijit pundak Putra, karena senang.

__ADS_1


📱"Cepat sebutkan nomornya untuk dicek Putra. Apa masih aktif atau sudah diganti lagi, karena tidak dapat kudanya." Kaliana berkata cepat, tapi tersenyum mendengar ucapannya pada Bram.


📱"Aku lagi serius dan pikirkan yang lain, kau masih saja ingat kuda dikejar rumput." Bram berkata sambil tersenyum, karena ucapan Kaliana mengelitik hatinya.


📱"Bram, jangan bahas itu dulu. Sebutkan nomor telpon guguk liarnya." Kaliana mengingatkan Bram untuk apa yang sedang ditunggunya, karena dia melihat nomor Jamu.gD masih aktif dan sedang lakukan panggilan.


^^^Kaliana memberi instruksi kepada Putra dengan tangan untuk menyimpan semua nomor telpon yang dihubungi Siska pakai nomor Jamu.gD. Dia ingin mengetahui semua yang dihubungi Siska dengan menggunakan nomor Jamu.gD, agar bisa membahas dan menyelidiki orang-orang itu dengan team sopape, setelah berbicara dengan Bram.^^^


Bram segera menyebut nomor telpon guguk liar. Putra mencatat dan menyimpannya dalam folder Jellsy sesuai permintaan Kaliana, lalu mencocokan lokasi. Ketika melihat nomor guguk liar berada dalam satu titik dan lokasi yang sama dengan nomor Jamu.gD, team sopape bersorak tanpa suara. Mereka hanya mengangkat tangan sebagai tanda sangat senang. Nomor telpon guguk liar adalah nomor pribadi Siska.


📱"Ok, Dan... Amaaan..! Besok kau lakukan yang sudah direncakan tadi. Kalau ada perlu apa-apa, hubungi saja nomor Putra. Besok ada yang mau aku urus, jadi tidak aktif." Kaliana menjelaskan sedikit, agar Bram tidak mencarinya.


📱"Tidak apa-apa... Hanya ada urusan pribadi sedikit, jadi perlu konsen, agar tidak terganggu dengan berbagai kasus ini." Kaliana menjelaskan lagi, agar Bram tidak penasaran dan bertanya lebih lanjut.


📱"Baik... Ada apa-apa, hubungi aku." Bram berkata cepat dan tidak mau bertanya lagi, karena Kaliana sudah bilang urusan pribadi.


📱"Siiiaap, Dan...!" Kaliana berkata cepat dan mengucapkan salam, lalu mengakhiri pembicaraannya dengan Bram.


"Mari kita bahas informasi baru ini." Kemudian Kaliana dan Pak Yosa menjelaskan tentang Siska kepada team sopape secara bergantian, agar anggota team bisa mengenal Siska, orang yang mungkin akan mereka hadapi.

__ADS_1


"Mengapa kalian semua harus mengetahui dan mengenal dia dengan baik, sebab kami yakin, kita pasti akan berhadapan dengan orang ini." Kaliana berkata dengan serius dan tegas, sambil menunjuk ke layar monitor. Begitu juga dengan Pak Yosa, saat menjelaskan tentang Siska.


"Kita semua harus siap-siap dari sekarang. Putra, pantau terus lokasi nomor ponselnya, baik nomor guguk liar atau Jamu.gD. Simpan dan cari tau siapa saja yang dihubungi dan perubahan lokasinya. Tandai titik terakhir ponsel ini berhenti, agar kita tahu tempat tinggalnya." Kaliana berkata dengan serius, sambil berpikir untuk susun rencana dan strategi menghadapi Siska. Agar team sopape benar-benar siap dan dilengkapi dengan baik.


"Mba' Anna, untung cepat dapat nomor pribadi Bu Siska dari Pak Bram, jadi kita tidak ragu-ragu atau harus menunggu." Putra berkata sambil menunjuk layar monitor kepada semua anggota team sopape. Nomor telpon Jamu.gD sudah di nonaktifkan oleh Siska. Yang masih aktif, hanya nomor telpon guguk liar.


"Kau benar, Putra. Kalau tidak, kita akan tunggu nomor Jamu.gD aktif, baru bisa cocokan dan tahu lokasinya. Sekarang kita bisa ikuti kemana saja dia berada. Good..." Kaliana berkata sambil mengangkat kedua jempolnya ke arah Putra, menepuk pelan pundaknya, lalu duduk bersama anggota yang lain.


"Kita perlu persiapan dan latihan yang intensif untuk hadapi ini. Pak Yosa, tolong fokus ajari Yicoe dan Novie pergunakan tongkat." Kaliana berkata lagi, mengingat Siska mahir menggunakan tongkat saat mereka latihan di kesatuan atau melumpuhkan pelaku kejahatan.


"Kau benar Anna. Mulai besok kita akan latihan fisik dengan serius seperti dulu lagi. Bukan seperti sekarang yang hanya pemanasan atau untuk jaga kebugaran." Pak Yosa setuju dengan apa yang dikatakan Kaliana.


"Nanti Novie dilatih untuk mengkombinasikan tendangannya sambil memainkan tongkat di tangan. Selama ini, kita tidak serius berlatih menggunakan tongkat, hanya sebatas tau saja. Tapi sekarang sangat diperlukan." Kaliana mulai susun strategi, jika berhadapan dan harus melawan Siska.


"Putra, tolong gambar gerakan yang cocok buat kakak-kakakmu. Novie harus bisa buat tongkat Siska jatuh atau patah dari tangan dengan tendangannya, agar Yicoe bisa mendekatinya." Kaliana menjelaskan lebih detail kepada anggota team sopape yang sedang melihatnya dengan serius.


...~°°°~...


...~●○¤○●~...

__ADS_1


__ADS_2