
...~•Happy Reading•~...
Hal yang sama juga dilakukan oleh Kaliana. Dia jadi berpikir serius dan cepat agar bisa temukan solusi yang baik untuk situasi yang tidak terpikirkan sebelumnya. Mereka berpikir hanya satu kapal yang datang dan satu kapal yang jemput.
Saat mereka sedang berpikir serius mencari solusi untuk kondisi yang tidak terduga, Marons sedang berbicara serius di telpon di buritan.
"Apa aku dan Raka, menyergap Parikus sebelum dia berlayar? Jadi nanti di laut kita hanya hadapi dua kapal?" Tanya Bram setelah berpikir cepat untuk situasi yang tidak mereka duga.
Marons yang baru masuk ke dalam kapal dan melihat Bram sedang bicara serius dengan Kaliana, dia mendekati Putra dan bertanya. "Ada apa...?" Tanya Marons, cendrung berbisik.
Putra menunjuk layar monitor dan menjelaskan apa yang sedang terjadi dan jadi pemikiran Kaliana dan Bram.
"Sepertinya orang ini memakai jet sky." Marons berkata saat melihat lokasi nomor guguk liar. Sontak Bram dan Kaliana melihat ke arah Marons.
"Kau yakin...?" Tanya Kaliana untuk meyakinkan dirinya dan Bram.
"Yakin. Kami pernah ke sana untuk menyewah jet sky, karena keluarga besar Ibu ikut." Marons menjelaskan dengan yakin dan juga berpikir serius.
"Kalian sudah bawa baju ganti?" Tanya Marons lagi setelah berpikir sejenak.
Mendengar pertanyaan Marons yang tiba-tiba, Kaliana dan Bram mengangguk, walau tidak mengerti maksud pertanyaan Marons.
"Kalau begitu, kau atur dua orang lagi untuk gunakan jet sky. Aku akan ambil perlengkapan untuk kita coba sebelum waktunya tiba." Marons berkata cepat, melihat dituasi yang terus berubah dan berkembang.
"Sudah tidak bisa coba lagi, Pak. Guguk liar sudah di laut dan nomor Jamu.gD sudah diaktifkan." Putra berkata cepat sambil memakai headphonenya untuk bersiap-siap.
Ketika melihat Jamu.gD melakukan panggilan, Putra meletakan jari di bibir lalu memberikan isyarat kepada Kaliana untuk memakai headphone yang sudah diambil oleh Novie.
__ADS_1
"Astigaaa... Dia sangat berani dan PD (percaya diri). Ini belum terlalu larut, tapi sudah mau bertransaksi?" Kaliana berkata setelah mendengar percakapan Siska dan temannya.
"Mungkin laut tenang, jadi kapalnya bisa cepat tiba." Pak Yosa berkata, saat mendengar penjelasan Kaliana dan keadaan laut yang dikatakan kapten kapal.
"Guguk liar sudah bersiap-siap melaut..." Teriak Putra, saat melihat pergerakan nomor guguk liar.
"Kalau begitu, tidak usah mencoba. Pak Bram bisa gunakan jet Sky?" Tanya Marons serius dan merasa lega, saat melihat Bram mengangguk mengiyakan. Walau dengan wajah bertanya-bertanya, maksud pertanyaan Marons.
"Aku akan bilang kapten keluarin jet sky nya untuk kita gunakan. Hanya ada dua, jadi kau tentukan siapa yang bersama dengan Pak Bram. Kau ikut denganku." Marons berkata serius kepada Kaliana, agar segera ambil keputusan.
^^^Kaliana jadi mengerti maksud Marons. Dia berpikir cepat, lalu atur strategi untuk situasi yang tidak terpikirkan olenya.^^^
"Vie, dampingi Pak Bram. Bawa semua perlengkapan. Untuk menembak, tunggu perintah dari Pak Bram." Kaliana berkata serius kepada Novie yang sedang mengawasi. Novie mengangguk lalu segera berdiri dengan cepat.
"Coe, tetap di kapal dampingi Putra. Jika kami sudah bisa hentikan kapal, kau naik ke kapal bersama Pak Yosa dan Raka." Kaliana berkata sambil melihat Yicoe yang sedang mengawasi. Dia mengangguk kuat, sambil mengangkat tangan membentuk tanda OK dengan jarinya.
"Putra, pindah ke anjungan kapal, agar bisa mengatur jarak kapal dengan kapal yang akan disergap. Supaya Pak Yosa bisa menembak dengan tepat." Kaliana berkata kepada Putra sambil terus berpikir serius.
"Yang pria pindah ke anjungan untuk ganti. Biar yang wanita ganti di sini." Marons berkata cepat setelah turun bersama kapten kapal sambil membawa life jacket berbagai warna untuk mereka semua.
Semua pria langsung naik ke anjungan, termasuk Putra. Mereka segera lakukan yang diminta oleh Marons untuk mengganti baju dan bersiap-siap.
"Kau bisa bawa jet sky?" Tanya Bram kepada Novie, setelah mereka kembali berkumpul di dalam kapal.
"Bisa, Pak. Tapi tidak terlalu mahir." Jawab Novie pelan, tapi didengar oleh semua yang hadir.
"Tidak mahir, seperti itu? Lalu bagaimana yang dibilang mahir itu?" Yicoe menanggapi jawaban Novie, karrna tahu, Novie suka sekali ngebut. Baik di darat mau pun di laut.
__ADS_1
Mendengar itu, Bram tersenyum dalam hati. "Kalau begitu, aman. Nanti kita lihat situasi. Jika aku mau lakukan sesuatu sesuai situasi, kita berpindah tempat duduk." Bram berkata cepat, setelah berpikir untuk hadapi Siska.
"Siiaap, Pak." Novie berkata cepat lalu memakai semua alat komunikasi dalam rompi team. Begitu juga dengan yang lain, termasuk Marons. Bram dan Raka memakai pakaian standar dinas dalam situasi seperti itu. Kemudian semua anggota team sopape, juga Bram, Raka dan Marons memakai life jacket di luar rompi.
"Vie, selipin tongkatnya di belakang." Kaliana berkata sambil menyelipkan tongkat pendek di punggungnya sendiri. Tongkatnya bisa disembunyikan diantara rompi team dan life jacket.
^^^Putra dan yang lain segera naik ke anjungan, sedangkan Bram berbicara serius dengan Raka untuk apa yang akan dilakukan, selama mendampingi anggota team sopape.^^^
"Putra, drone lebih fokus ke kapal untuk merekam semuanya. Yang lain biar kami yang merekam." Kaliana berkata cepat, saat Putra menunjuk Siska sudah menuju laut.
"Bram, Vie, fokus untuk kapal Parikus. Guguk liar, bagianku." Kata Kaliana serius dan tegas.
"Anna... Biarkan mereka naik ke kapal dulu. Kita sergap dan tangkap mereka semua. Jika ada yang kabur, aku serahkan padamu di laut." Kata Bram serius, mengingat mereka agak terlambat. Parikus dan Siska sudah bergerak pelan.
"Ok. Saat sudah bisa disergap, team mundur. Biarkan Pak Bram dan Raka yang tangani. Sisanya, Putra tau apa yang akan dilakukan." Kaliana berkata cepat sambil melihat Putra sebagai isyarat dan mengingatkan rencana team yang sudah disepakati dan disusun bersama.
"Kau tidak ikut sampai selesai?" Tanya Bram sambil melihat Kaliana dengan serius. Dia tidak pernah berpikir, Kaliana akan meninggalkan dia dan Raka sendiri tangani Siska dan gerombolannya.
"Kami tidak ikut sampai selesai, tapi kami ada di belakangmu. Yang penting mereka sudah dibekukan. Nanti ada yang akan datang membantumu dan Raka, secara resmi. Kau mengerti maksudku, kan?" Kaliana menjelaskan rencananya dan team secara detail, agar Bram tidak protes atau kepikiran.
^^^Kaliana sangat mengerti perasaan Bram. Selain tidak mau berbicara sendiri dengan Siska, dia juga belum tahu ada berapa banyak orang di kedua kapal tersebut. Jika salah strategi, sama saja mengantar nyawa dia dan Raka untuk dijadiin umpan ikan hiu.^^^
"Kau tenang dan konsen saja untuk menggebuk anak buahmu yang suka on itu. Jika ada yang coba kabur, kau tidak usah ikut. Serahkan pada kami... Nanti ada Novie dan Yicoe yang akan gunakan jet sky yang kau pakai. Kau dan Raka tunggu di kapal bersama tangkapanmu." Kaliana menyampaikan rencananya, sangat rinci.
...~°°°~...
...~●○¤○●~...
__ADS_1