ROMANTIKA HIDUP

ROMANTIKA HIDUP
129. Strategi 16.


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Kaliana dan Pak Yosa bergantian menjelaskan tentang teknik dan taktik, jika mereka berhadapan dengan Siska.


"Mba' Anna... Apa sudah yakin kita akan berhadapan dengan guguk liar? Bukan kami takut berhadapan dengannya, tapi jangan sampai beliau hanya di belakang layar. Yang berada di depan dan akan berhadapan dengan kita adalah rikusP." Yicoe berkata sambil menunjuk layar monitor yang sedang memperlihatkan semua nomor telpon yang berhubungan dengan Jamu.gD, termasuk nomor telpon Parikus.


"Iyaa, Mba'... Kita juga harus tahu tentang rikusP, karena beliau juga seorang petugas kepolisian aktif dan masih bertugas bersama Pak Bram." Novie ikut menambahkan, agar mereka harus waspada pada semua orang yang nomornya berhubungan dengan Jamu.gD dan Jaret.


"Memang benar, kita harus waspada pada semua yang berhubungan dengan Jaret. Tetapi mengapa kita lebih fokus kepada guguk liar, karena dia pusatnya." Kaliana menangapi saran Yicoe dan Novie.


"Masih ingat pertanyaan Pak Bram, saat mengetahui nomor Jamu.gD adalah guguk liar? 'Apa pikiranmu sama denganku?' Pertanyaan Pak Bram itu merupakan isyarat, padaku dan Pak Yosa, guguk liar akan jadi pusat penyelidikan kita." Kaliana menjelaskan lagi tentang kode-kode diantara mereka dan mengapa dia dan Pak Yosa harus mempersiapkan team sopape untuk hadapi semua kemungkinan.


"Baik, Mba'... Kami mengerti dan akan memberikan perhatikan lebih pada guguk liar." Yicoe berkata cepat dan makin bersemangat untuk menyelidiki dengan teliti semua sepak terjang dan jejak guguk liar.


"Kita kembali pada rencana persiapan teknis yang kita bicarakan tadi. Aku berkata begini, karena kita belum tahu ada berapa banyak anggota gerombolan guguk liar." Kaliana mengajak semua anggota kembali memikirkan dan fokus pada sosok Siska dan aktivitasnya.


^^^Kaliana tidak membicarakan Parikus, karena dia yakin Bram yang akan menanganinya. Sedangkan Siska yang akan jadi bagian penyelidikannya. Tanpa perlu dikatakan Bram, mereka sudah tahu apa yang harus dikerjakan dengan keahlian masing-masing.^^^


"Kita belum tau berapa banyak wanita yang masuk jadi anggota gerombolan guguk liar. Mungkin juga mereka dilatih oleh dia untuk hadapi situasi yang mengganggunya." Kaliana berkata sambil berpikir serius tentang cara Siska saat berdinas dulu.


"Mungkin saja kita akan berhadapan dengan mereka dalam jarak dekat. Jika terjadi demikian, dia tidak akan menggunakan senjata api. Dia akan pamer kemahirannya di depan kalian, seakan sedang bermain-main tapi bisa membuat bagian tubuh kalian yang kena tongkatnya, merah membiru. Apalagi kalau dia tau ada Bram bersama kita." Kaliana menjelaskan lagi, seakan sedang bicara sendiri, karena sudah tahu karakter Siska.

__ADS_1


^^^Semua anggota team sopape kembali mendengar semua yang dibicarakan Kaliana dan Pak Yosa dengan serius. Sedangkan Putra terus mengamati gerak gerik Siska yang masih dalam perjalanan, dilihat dari lokasi ponselnya belum berhenti.^^^


"Jika aku atau Pak Yosa atau Bram yang berhadapan dengannya, tidak masalah. Kami sudah terbiasa menggunakan tongkat. Tapi aku khawatir, dia lebih memilih berhadapan dengan kalian untuk membuat konsentrasiku terbagi." Yicoe dan Novie mengangguk, kuat. Mereka mengerti penjelasan dan kewaspadaan Kaliana terhadap Siska.


"Besok aku perlu waktu sendiri, karena ada yang akan aku lakukan sendiri. Jadi besok Novie pergi dengan Pak Yosa untuk beli tongkat baru. Yicoe tolong temani Putra untuk melihat aktivitas Siska. Kemana saja dia dan berhubungan dengan siapa saja." Kaliana membagi tugas untuk semua anggota team sopape dan mengatur rencana kerja team sopape di esok hari.


"Besok malam, kita awasi lagi aktivitas guguk liar dan mulai buat jaringan semua yang berhubungan dengannya." Kaliana menyusun rencana kerja team sopape sebelum berhadapan dengan Siska.


"Putra tolong perhatikan akun sosial media guguk liar yang tadi kau tunjukan padaku. Semua video latihan yang diupload guguk liar kau pelajari titik lemahnya. Terutama saat dia latihan menggunakan tongkat, tolong cari titik lemahnya dan gambarkan itu untuk kami." Kaliana memberikan tugas untuk Putra, sambil Yicoe mengawasi Siska.


"Semua gerakannya, kau dan Yicoe analisa dan temukan titik lemahnya. Juga ukur kecepatannya memainkan tongkat, baik saat menangkis atau menyerang. Agar kalian bisa ukur dan bandingkan dengan kecepatan serangan team. Supaya penyerangan kita bisa tepat sasaran." Kaliana berkata lagi kepada Putra dan Yicoe, karena tahu kemampuan mereka berdua dalam hal itu.


"Sekarang kita istirahat dengan baik dan cukup. Karena beberapa hari ke depan, kita akan fokus pada latihan fisik dan ketangkasan, terutama menggunakan tongkat dan tangan kosong. Guguk liar akan kedodoran jika tidak ada sesuatu di tangannya." Pak Yosa menambahkan lagi dari pengalamannya.


"Iyaa, Pak Yosa. Mungkin diantara gerombolan guguk liar ada juga wanita. Jika harus menggunakan pistol, kalian sama mahirnya dengan mereka. Jadi tidak perlu ragu menggunakannya dalam kondisi yang bisa membahayakan nyawa kita." Kaliana berkata lagi dengan tegas dan tenang, melihat anggotanya tidak bergeming dari tempat duduk.


"Akhirnya, kita akan menggunakan seragam tempur desain terbaru yang baru kita ambil itu." Novie berkata sambil melakukan 'tos' dengan Yicoe yang duduk di sampingnya sambil tersenyum senang.


"Jangan senang dulu, kakak-kakakku yang cantik. Mba' Anna, lihat lokasi nomor guguk liar." Putra menghentikan kesenangan Yicoe dan Novie sambil menunjuk layar monitor.


"Putra... Coba perlihatkan lokasi pertama kali nomor Jamu.gD aktif tadi sore." Kaliana berkata kepada Putra dengan alis bertaut. Dia heran dengan lokasi nomor guguk liar berhenti yang diperlihatkan Putra.

__ADS_1


"Kau benar, Anna. Lokasi tadi sore, itu benar dari tempat tinggalnya. Kalau yang ini, mungkin lokasi tempat mampir." Pak Yosa berkata sambil menunjuk layar monitor, dimana nomor guguk liar berhenti di salah satu hotel di Pantai Marina, Ancol.


"Iya, Pak Yosa. Malam-malam begini, ngapain ke sana?" Tanya Yicoe yang sedang memperhatikan pergerakan nomor ponsel guguk liar.


"Mau bobo cantik, kakak cantik." Jawab Putra sambil tersenyum, membuat semua tersenyum, kecuali Kaliana yang sedang berpikir.


"Pak Yosa... Mengingat pertemuannya tadi di Kemang, apa Pak Yosa berpikiran sama denganku?" Kaliana bertanya kepada Pak Yosa yang juga sedang berpikir tentang lokasi baru Siska.


"Iya, Anna. Pertanyaan Yicoe dan jawaban Putra mengganggu pikiranku." Pak Yosa berkata dengan serius.


"Nomor Jamu.gD aktif lagi." Teriak Putra sambil menunjuk layar monitor.


"Perhatikan dan selidiki nomor yang akan dihubunginya." Kaliana berkata cepat, melihat perkembangan baru dan peluang baru dengan aktifnya nomor Jamu.gD.


"Astiga... Guguk liar aktifin Jamu.gD hanya untuk kirim chat." Putra jadi copy istilah yang dipakai Kaliana, Bram dan Pak Yosa, saat melihat apa yang dilakukan Siska.


"Benarkah...?!" Kaliana bertanya sambil memperhatikan layar monitor, dimana nomor Jamu.gD telah off lagi. Sontak Kaliana melihat Pak Yosa dengan serius dan bertanya dengan mimik wajanya. Pak Yosa mengangguk, karena mengerti tatapan Kaliana.


"Putra... Tolong perlihatkan isi chatnya." Kaliana meminta Putra dengan cepat, karena penasaran dengan apa yang dilakukan Siska.


...~°°°~...

__ADS_1


...~●○¤○●~...


__ADS_2