ROMANTIKA HIDUP

ROMANTIKA HIDUP
45. Strategi 6.


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Begitu pun dengan Kaliana, tetap siaga di balik kemudi. Dalam keadaan seperti itu, adernalinnya meningkat, membuatnya makin waspada. "Pak Yosa, sudah ganti plat nomor mobil ini?" Kaliana tiba-tiba bertanya, dikarenakan mereka sedang mengawasi. Bisa juga terjadi, mobil mereka diawasi oleh pihak lawan.


Akan sangat berbahaya, jika masih pakai plat nomor mobil Rallita. Mereka dengan muda akan terdeteksi pihak lawan. Hal itu baru terpikirkan oleh Kaliana, saat melihat plat nomor mobil lawan yang mengikuti mobil Danny.


"Amaan... Aku sudah ganti dan Putra sudah mengurus pendaftarannya. Jadi jika ada yang sisir kita, mobil ini bukan 'uyul', tapi bisa membuat alis mereka gandengan." Jawab Pak Yosa cepat, karena mengerti maksud Kaliana. Pak Yosa juga sudah tahu, Putra sudah daftar plat nomor baru dengan nama suka-suka ala team sopape.


Kaliana mengangkat tangan kirinya dan memberikan tanda 'OK' kepada Pak Yosa yang ada duduk di belakangnya. Dia sangat lega, karena teamnya sangat mengerti apa yang harus dilakukan. Masing-masing sudah tahu harus lakukan dan saling berkoordinasi.


Saat tiba di kantor, Danny parkir mobilnya lalu berjalan cepat masuk ke kantornya. Dia bersikap biasa, sebagaimana pengacara yang sibuk dan dikejar waktu. Dia bersikap seakan tidak tahu sedang diawasi, seperti yang diminta Kaliana.


Melihat apa yang dilakukan Danny, Kaliana merasa lega. Dia jadi konsentrasi untuk memikirkan yang lain. Sedangkan pengawasan mobil yang mengikuti Danny diserahkan kepada Pak Yosa. "Putra, aku mau hubungi Pak Bryan." Ucap Kaliana yang tidak mau membuang waktu.


Putra mengangguk mengerti. Kaliana segera hubungi Bryan setelah Putra memberikan kode 'OK' kepadanya.


📱"Allooo, Pak Bryan. Ada di mana?" Tanya Kaliana setelah Bryan merespon panggilannya. Dia langsung bertanya demikian, agar bisa memberikan isyarat kepada Bryan bahwa telponnya penting. Supaya Bryan bisa fokus pada apa yang akan dibicarakannya.


📱"Allooo, Bu Kaliana. Saya ada di kantor dan berencana mau hubungi Ibu, karena saya mau bertemu dengan pengacara Chasi." Ucap Bryan, menjelaskan. Dia baru pulang makan siang bersama Pak Adolfis, Daddy nya. Dia ikut ke kantor Pak Adolfis, untuk membicarakan rencana pertemuannya dengan Danny.

__ADS_1


Selama di Jakarta, dia berkantor di gedung kantor Pak Adolfis, sambil menunggu persidangan Chasina. Dia belum bisa kembali ke Canada, karena selain Ibunya belum sehat, jadwal sidang Chasina belum ditetapkan. Ayahnya juga butuh pendampingan, karena sedang bantu mengontrol perusahaan Chasina.


📱"Saya hubungi berhubungan dengan itu, Pak Bryan. Pak Danny tidak bisa bertemu dengan Pak Bryan, karena ada kejadian yang urgent. Jadi Pak Bryan tunggu info dari kami untuk pertemuan berikutnya." Ucap Kaliana serius dan rinci, agar Bryan bisa memahami situasi.


📱"Saya mau menanyakan hal itu pada Ibu tentang rencana pertemuan kami. Baiknya kami bertemu di mana. Tapi sudah begini, saya tunggu info dari Bu Kaliana." Ucap Bryan berusaha mengerti, walau tidak tahu apa yang sedang terjadi.


Mengapa tidak jadi bertemu Danny. Mengapa Kaliana yang menghubunginya, bukan Danny. Apakah sedang terjadi sesuatu dengan Danny. Dan banyak lagi pertanyaan di kepalanya tentang apa yang sedang terjadi. Apalagi dengan banyaknya orang dari berbagai pihak sering menghubungi mereka secara rerang-terangan menawarkan jasa untuk membantu kasus Chasina.


📱"Baik... Berikutnya, ini mengenai Bu Chasi... Jika Pak Bryan dan Pak Adolfis mau kunjungi Bu Chasi, tolong info ke kami terlebih dahulu. Tidak usah ke petugas jaga." Kaliana yakin, Bram bisa mengamankan Chasina ke tempat yang aman.


📱"Oooh... Apakah ada masalah dengan Chasi?" Bryan terkejut dan bertanya serius, mendengar apa yang dikatakan Kaliana. Dia berpikir, apakah ada terjadi sesuatu dan berhubungan juga dengan pengacaranya yang tidak bisa bertemu dengannya.


Bagi Kaliana, Bryan dan Pak Adolfis tidak terlalu dalam kondisi berbahaya, jika mengikuti apa yang pernah dia katakan kepada Bryan. Keadaan mereka berbeda dengan Danny dan Chasina yang akan berhadapan langsung dengan pihak Jaret.


📱"Sekarang kami sedang dalam proses, mau pindahkan Bu Chasi ke tempat yang lebih aman. Jadi untuk sementara Pak Bryan dan Pak Adolfis belum bisa kunjungi Bu Chasi." Kaliana menjelaskan sedikit, agar Bryan tidak bingung atau cemas.


📱"Tunggu beliau sudah di tempat yang aman, baru kami info tempat dan waktu untuk mengunjunginya." Ucap Kaliana menjelaskan lagi, agar tidak terjadi salah paham.


📱"Apa terjadi sesuatu dengan Chasi?" Tanya Pak Adolfis tiba-tiba, karena mendengar pembicaraan Kaliana dengan Bryan. Saat Bryan terima telpon dari Kaliana, Pak Adolfis meminta Bryan untuk dispiker.

__ADS_1


📱"Kami sedang mengamankan saja, Pak. Saya belum bisa jelaskan sekarang, hanya perlu Pak Adolfis ketahui, ini berkaitan dengan suaminya. Jadi kami perlu waspada dan berjaga-jaga." Kaliana berkata pelan, berusaha menenangkan. Dia tidak tahu kalau Pak Adolfis ikut mendengar pembicaraannya dengan Bryan.


📱"Apa yang pernah saya katakan kepada Pak Bryan, tolong diikuti demi kebaikan Bu Chasi... Saya yakin, Pak Adolfis bisa mengerti kondisi Bu Chasi. Beliau bukan saja berkaitan dengan kasus yang dituduhkan kepadanya, tetapi juga kepada suaminya." Ucap Kaliana serius, agar Pak Adolfis bisa mengerti sedikit yang ada di permukaan kasus Chasina dan Jaret.


Bryan yang juga sedang mendengar apa yang dikatakan Kaliana, jadi mengerti. Mengapa Kaliana tiba-tiba menghubunginya bukan Danny. Mengapa juga, Chasina harus dipindahkan ke tempat yang aman.


📱"Terima Kasih untuk semuanya Bu Kaliana. Saya percayakan putri saya pada anda. Tolong lindungi dia dari suami dan keluarganya. Jika Bu Kaliana butuh dana untuk mengamankan Chasi, b'ri tau kami. Hanya itu yang bisa kami berikan untuk mendukung pekerjaan Bu Kaliana." Ucap Pak Adolfis serius. Bryan sudah berbicara dengannya tentang rencana Kaliana.


Pak Adolfis sangat mengerti, dalam urusan seperti itu, Kaliana pasti membutuhkan dana ekstra. Makin banyak orang yang membantu, Kaliana pasti akan mengeluarkan dana ekstra untuk membayar mereka. Pak Adolfis tidak mau Kaliana menggunakan dana yang sudah disepakati diantara mereka untuk jasanya.


📱"Baik, Pak... Nanti kalau Bu Chasi sudah di tempat yang aman, baru saya bri tau Pak Adolfis. Mungkin Pak Adolfis atau Pak Bryan yang berikan sendiri kepada pihak-pihak yang membantu dan menjaga Bu Chasi." Kaliana berkata demikian, karena mengerti situasi di sana.


Kalau Bram, dia sudah mengerti. Dia akan membantunya dengan senang hati. Tetapi Bram tidak selamanya berada di sana untuk mengamankan Chasina. Ada pihak-pihak tertentu yang perlu di berikan 'kopi' untuk lebih fokus menjaga Chasina.


Dalam situasi seperti ini, uang bisa membeli loyalitas seseorang yang loyalitas pekerjaannya bisa diperjual belikan. Kaliana sangat mengerti dan mengenal orang-orang seperti itu. Termasuk juga dengan mantan rekan-rekannya di kesatuan. Banyak 'Punguk' yang keluar sarang mencari mangsa dalam situasi seperti ini. Sehingga ketika Pak Adolfis menyinggung soal dana, Kaliana menyambutnya untuk melancarkan pengamanan Chasina.


...~°°°~...


...~●○¤○●~...

__ADS_1


__ADS_2