
...~•Happy Reading•~...
Kaliana terdiam mendengar apa yang dikatakan Bram, sambil berpikir. 'Jika Pak Yosa tidak beritahu Bram, mungkinkah selama ini Bram sudah tahu tapi tidak beritahu atau memperlihatkan itu padanya?' Kaliana bertanya pada diri sendiri.
📱"Kau tidak usah marah sama Pak Yosa. Tanpa Pak Yosa katakan apa pun, aku sudah tau. Aku ini seorang penyidik yang punya mata dan insting yang bisa mendeteksi dan mengerti. Aku tau dia suka berlaku curang bahkan kasar padamu." Bram berkata demikian, untuk menjawab keraguan Kaliana kepada Pak Yosa atau berprasangka terhadap Pak Yosa.
Bram jadi teringat masa dinas bersama dengan Kaliana dan Pak Yosa juga Siska.
^^^Dia sering melihat Siska berlaku kasar dan tidak sopan kepada Kaliana. Jika ditegur oleh Bram saat melihat Siska lakukan itu, bukannya berkurang atau berhenti mengganggu Kaliana, tapi malah makin menjadi-jadi. Sehingga Bram membiarkan dia, lalu menghindari Kaliana darinya dengan meminta Kaliana menjadi patnernya.^^^
^^^Walaupun Bram sudah berusaha seperti itu, tapi kadang Siska berbuat curang saat mereka menangani satu kasus. Tindakannya sering membuat Kaliana disalahkan atau mendapat hukuman dari pimpinan, karena teledor dalam menangani kasus atau barang bukti. Padahal itu adalah ulah Siska yang mengacak atau sengaja menghilangkan barang bukti.^^^
^^^Saat itu Bram mengira penyebab Siska bersikap demikian kepada Kaliana, karena merasa kalah cantik sebagai wanita. Atau iri pada kecerdasan dan prestasi Kaliana dalam menangani kasus-kasus sulit. Sehingga dia sering dipuji oleh sesama rekan kerja, atau senior seperti Pak Yosa, bahkan pimpinan.^^^
^^^Tetapi setelah dengan tidak ada rasa malu dia melamarnya, Bram jadi mengerti. Sikap Siska dulu kepada Kaliana mungkin karena cemburu, melihat Bram lebih dekat dan sering membantu Kaliana.^^^
^^^Bram jadi teringat juga pada kejadian yang membuat semua rekan kerja dalam ruangan tertawa. Saat itu dia masuk ke dalam ruangan dengan hati senang, (karena Kaliana sudah bantu mengurai barang bukti yang ditemukannya) sambil lalu menyapa Kaliana, 'Sayangku, cintaku.' Sambil mengacak pinggang dengan wajah tersenyum dan dibalas Kaliana dengan berkata: 'Negriku, bangsaku, apa kabarmu.' Dengan nada dan mimik wajah yang lucu. Membuat semua orang tertawa, tapi Siska berdiri sambil menarik kursi ke belakang lalu keluar ruangan.^^^
^^^Saat itu, Bram tidak terlalu memperhatikan sikap Siska, karena hatimya sedang senang. Sekarang baru terpikirkan, gombalannya kepada Kaliana pasti mengganggu Siska.^^^
__ADS_1
^^^Apa lagi sekarang, setelah dengan tegas Bram menolaknya dan pergi meninggalkan dia di restoran. Siska akan makin marah kepada Kaliana, karena berpikir dia penyebab Bram menolaknya. Oleh sebab itu, Bram melarang Kaliana berhadapan dengannya.^^^
📱"Bram... Sebagaimana aku sudah berjanji untuk membantumu dalam kasus ini, aku tidak akan menarik kembali janjiku. Aku dan team akan terus mendampingimu untuk menyelesaikan kasus ini." Kaliana berkata serius dan tegas. Dia tidak bergeming dengan larangan atau permintaan Bram.
📱"Kau bisa membantuku dari belakang layar seperti sekarang. Jadi tidak usah berhadapan dengannya, agar aku bisa konsentrasi berhadapan dengannya atau yang lain." Bram berkata lagi dan berharap Kaliana mengerti dan mengikuti permintaannya.
📱"Bram... Aku minta maaf, karena tidak akan mengabulkan permintaanmu. Sekarang aku sudah berada di luar tembok, jadi aku tidak perlu menjaga sikap atau menahan diri saat berhadapan dengannya. Tidak ada lagi yang bisa memberikan sanksi atau memberi hukuman padaku, jika beradu dengannya." Kaliana berkata dengan serius, tidak mau mundur dan percaya diri.
📱"Jadi kau tidak usah pikirkan, atau khawatirkan aku saat berhadapan dengannya. Aku tidak sendiri, ada team bersamaku." Kaliana berkata lagi dengan tenang, karena dia bukan lagi Kaliana yang dulu. Apa lagi melihat Pak Yosa dan anggota team sopape yang lain sedang mengepalkan tangan, sebagai isyarat menyemangati dan mendukungnya.
Kaliana jadi mengingat masa dinasnya bersama Pak Yosa dan Bram, juga Siska.
^^^Oleh sebab itu, Kaliana dan Pak Yosa punya istilah khusus untuk Siska. Mereka menjulukinya Jellsy dari kata Jealous. Karena menurut Pak Yosa, mungkin Siska cemburu padanya, karena kedekatanya dengan Bram.^^^
^^^Jika Pak Yosa melihat dia lewat atau datang mendekati tempat mereka berkumpul tanpa disadari Kaliana, Pak Yosa akan katakan, 'ada Jellsy'. Sehingga Kaliana akan berhenti bercanda atau tertawa dengan rekan-rekannya, agar tidak memancing rasa tidak suka Siska.^^^
^^^Kadang rekan kerja yang sering berkumpul dengannya saat istirahat, gemas akan sikap Kaliana terhadap Siska. Mereka sering berkata: 'Kemana pedang di lidahmu itu? Sabet saja dia, biar kapok dan berhenti kepo.' Kaliana akan menjawab mereka: 'Pedangku sudah disarungin Papaku.' Mengingat itu, Kaliana jadi tersenyum dalam hati.^^^
^^^Semasa dinas, dia harus menahan diri untuk tidak berbenturan atau membalas semua perbuatan Siska, karena mengingat nama baik Papanya yang sering dikaitkan dengannya.^^^
__ADS_1
^^^Jika dia disalahkan atas kesalahan yang tidak dibuatnya (tapi dikerjai Siska), pimpinan akan mengomeli dan menasehati sambil membawa-bawa prestasi Papanya. 'Tindakanmu bisa merusak nama baik Papamu yang disegani dan dihormati di kesatuan ini.' Salah satu omelan pimpinannya.^^^
^^^Sehingga Kaliana menahan diri dalam berbagai hal dan tidak melayani ucapan atau tindakan Siska, walaupun itu menyebalkan dan menyakiti hatinya.^^^
^^^Tapi sekarang berbeda, dia bisa berhadapan dengan Siska tanpa beban apa pun. Jika Siska melakukan sesuatu yang salah, Kaliana akan menghadapinya. Apa lagi sekarang dia memiliki team kerja yang mumpuni, membuat dia lebih percaya diri untuk berhadapan dengan Siska. Walau Siska sudah memiliki jabatan atau pangkat yang tinggi.^^^
📱"Baiklah... Aku mengikuti mau mu. Tapi semua yang mau kau lakukan atau mau berhadapan dengannya, bicarakan dulu denganku, agar aku tau harus lakukan apa." Bram mengalah, karena dia tahu, jika Kaliana sudah bertekad, tidak ada yang bisa menahannya.
📱"Siaaap, Dan (dari komandan)..." Kaliana berkata cepat dan kembali serius, setelah Bram mengikuti kemauannya. Hati Kaliana sedikit lega, karena tidak perlu panjang dan lebar menjelaskan kepada Bram.
📱"Karena sudah tau ini nomornya, aku sudah punya gambaran, siapa saja yang akan dihadapi. Aku tidak perlu lagi menghindari mereka. Besok aku cek out dan kembali ke rumah, setelah bertemu dengan JPU (Jaksa Penuntut Umum) untuk bicarakan tambahan bukti baru kasus Jaret." Bram mengatakan rencananya, agar Kaliana tidak memperpanjang waktu tinggalnya di hotel.
📱"Baik, akan kami urus hotelnya. Ooh iya, untung kau katakan tentang nomor. Tolong berikan nomor pribadi Siska yang ada padamu untuk kami. Ada yang mau aku selidiki" Kaliana berkata sambil menepuk dahinya, karena hampir lupa dengan apa yang sudah dipikirkannya, sebelum bicara di telpon dengan Bram.
📱"Nomor pribadi Siska...? Semoga aku belum menghapusnya." Bram berkata sambil menepuk dahinya, lalu mengotak-atik ponsenya untuk mencari nomor pribadi Siska.
...~°°°~...
...~●○¤○●~...
__ADS_1