
...~•Happy Reading•~...
Bram mengangguk mengerti, lalu mengangkat tangannya dan membentuk OK dengan jarinya. Dia yakin, Kaliana punya rencana lain dengan team nya dan tidak mau terlihat saat ada pihak resmi dari kepolisian yang datang membantu.
"Siap, semuaaa...?" Tanya Kaliana serius sambil melihat semua orang yang ada dalam anjungan kapal.
"Siiiaaap...!" Jawab semua yang ada dalam anjungan kapal, termasuk kapten kapal yang sudah dibriefing oleh Marons tentang apa yang akan dilakukan oleh Kaliana dan Bram dari kepolisian.
"Mari kita berdoa menurut keyakinan kita masing-masing untuk lakukan tugas kemanusiaan ini." Kaliana berkata serius, lalu menundukan kepalanya.
^^^Kaliana menyadari, semua rencana yang sudah diatur dengan baik, bisa berubah sewaktu-waktu. Oleh sebab itu, mereka hanya mampu lakukan bagian yang sudah direncenakan. Dan meminta pertolongan Tuhan untuk lakukan bagian-Nya, menolong menyempurnakan rencana mereka.^^^
Dalam setiap situasi seperti ini, Kaliana selalu ingat apa yang dikatakan Alm. Papanya saat dia hendak melakukan penyergapan atau penangkapan.
...°•°Manusia hanya mampu merencanakan. Tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana. Jadi andalkan Tuhan dalam semua rencanamu°•°...
"Mari kita pindah... " Kaliana berkata kepada Marons, Bram dan Novie setelah mereka selesai berdoa.
^^^Marons segera mengajak mereka untuk pindah ke jet sky yang sudah disiapkan kapten kapal. Namun langkah mereka tertahan saat melihat kode dari Putra, bahwa nomor yang dihubungi Jamu.gD sudah terlihat di layar monitor.^^^
"Mereka sudah masuk dalam jangkauan kita? Putra, ada berapa kapal yang keluar dari Ancol selain Parikus?" Tanya Kaliana serius, sambil memperhatikan layar monitor yang ditunjuk Putra.
"Itu, Mba'. Kapal serigala buas sudah masuk. Sedangkan di pantai, hanya kapal yang ada nomor Parikus. Tapi isinya tidak tau ada berapa orang." Jawab Putra sambil terus menunjuk layar monitor dengan serius dan detail.
"Ok, mari kita bersiap-siap." Kaliana berkata kepada Marons, Bram dan juga Novie yang sedang menunggu.
"Kap, tunggu aba-aba dari Pak Yosa untuk lepas tali, ya... Raka, bantu Pak Yosa." Kaliana berkata cepat, lalu keluar dari anjungan menuju buritan kapal.
__ADS_1
^^^Pak Yosa dan Raka ikut turun ke buritan untuk siap-siap melepaskan tali kapal. Sedangkan Yicoe ke haluan sambil membawa drone dan diletakan di atas haluan, menunggu instruksi dari Putra.^^^
Kaliana sudah duduk di jet sky, di belakang Marons sambil membetulkan posisi tongkat di punggungnya, lalu memeluk Marons. Hal yang sama juga dilakukan Novie saat merasa agak terganggu dengan tongkat di punggungnya.
"Kau tidak pegangan padaku? Kita bisa berenang dengan ikan-ikan itu ke kapal." Bram berkata cepat, tapi tersenyum dalam hati saat mengetahui Novie belum berpegangan padanya. Dia makin tersenyum, karena membayangkan Novie sedang ragu untuk berpegangan padanya.
Tapi tanpa diketahui Bram, Novie sedang merapikan tongkat di punggungnya, agar bisa lebih nyaman saat sky dijalankan.
"Pak, jangan bicara lagi. Aku sedang berusaha konsentrasi." Novie berkata pelan sambil berpikir, dia akan memegang bagian tubuh Bram yang mana dan sopan. Suatu hal yang baru pernah terjadi, setelah bergabung di team sopape. Setelah merapikan tongkat di pundaknya, dia memperhatikan punggung Bram di depannya
^^^Bram mau tertawa dengar protes Novie, tapi tertahan, saat mendengar suara Putra dan Yicoe bersamaan di telinganya.^^^
"Rakyatkuuuu..." Ucapan Yicoe.
"Merdekaaaa...!" Jawab Putra
Sambil tersenyum dan ragu-ragu, Novie memegang pundak Bram dengan tangan kirinya. Sontak Bram menepuk pelan tangan Novie di pundaknya dengan tangan kanan untuk menenangkannya.
Kaliana tersenyum dan menggelengkan kepala dari seberang, saat melihat interaksi Bram dan Novie. Kemudian Marons dan Bram menjalankan jet sky mereka secara pelan, sambil menunggu aba-aba dari Putra.
^^^Sesuai rencana, ketika melihat kapal serigala buas sudah hampir dalam jangkauan, Putra segera meminta Pak Yosa untuk lepas tali kapal, lalu mereka meninggalkan dermaga.^^^
Beberapa saat kemudian, Putra melihat kapal serigala buas sudah berhenti. Putra berkata cepat kepada kapten kapal. "Sudah berada dalam jarak tembak. Mesin kapal dimatikan, Pak." Mendengar itu, Pak Yosa dan Raka menunju ke haluan sambil membawa semua perlengkapan mereka.
"Drone, fly..." Putra berkata kepada Yicoe dan didengar oleh semua dan sesuai rencana yang telah disusun oleh team sopape.
"Bismillah..." Yicoe berkata sambil mengawasi drone yang sudah diterbangkan Putra.
__ADS_1
^^^Kemudian Yicoe segera kembali ke anjungan untuk membantu Putra, setelah melihat lampu drone berkedap-kedip di antara langit dan laut malam yang gelap.^^^
"Jet sky, goooo...!" Putra berkata cepat, saat melihat kapal Parikus dan jet sky Siska telah berhenti.
"Bram, Vie, tutup wajah dan respirator. Gooo...!" Kaliana berkata cepat setelah dia dan Marons memakai tutup kepala sampai ke leher dan mengenakan respirator (masker gas atau pemurni udara) untuk berjaga-jaga. Hanya mata mereka yang terlihat.
^^^Pak Yosa, Raka dan Yicoe juga sudah mengenakan perlengkapan yang sama untuk bersiap-siap.^^^
^^^Jika ada yang memantau laut, mereka hanya bisa melihat kapal mewah keluarga Marons yang berwana putih teayun-ayun di tengah laut. Jadi tidak akan ada yang curiga dengan kehadiran kapal mereka.^^^
"Pak YoRa (singkatan dari Yosa dan Raka), tembaaakkk..." Putra berkata cepat, saat melihat nomor Parikus dan Siska sudah pindah ke dalam kapal serigala buas.
Pak Yosa dan Raka menembak bom asap ke arah kapal. Melihat asap mengepul di dalam kapal, Marons dan Bram segera mendekati kapal. Novie dan Kaliana segera naik ke kapal yang sedang terjadi kepanikan dan berlarian. Bram dan Marons juga ikut naik, setelah mendengar suara Bram mengglegar di udara dari drone.
Parikus dan anggotanya yang tidak menduga ada penyergapan mencoba melawan. "Arroo, gebuk kaptennya...! Kaliana berkata cepat, agar kapten kapal tidak mendapat kesempatan untuk menyalakan mesin kapal dan berlayar lagi.
^^^Mendengar ucapan Kaliana, Pak Yosa meminta kapten kapal mendekati kapal Parikus dan juga menembak bom asap ke kapal tersebut. Membuat anggota Siska dan kapten yang ada di kapal tersebut kebingunan dan berusaha menghilangkan asap yang mengepul dan menyesakkan nafas.^^^
Sedangkan Siska yang menyadari bahaya, berusaha untuk menyelamatkan diri dan mau membuang barang yang akan dipindahkan ke kapal Parikus.
"Pelangi.... Mba' Anna, guguk liar di kanan..." Putra memberitahukan posisi Siska, karena dalam kapal kurang cahaya dan juga tertutup asap, pasti lambat dideteksi oleh team.
Kaliana yang sudah melihat bayangan tubuh Siska, segera mendekat. "Eeehhhmmm... Tunggu duluuu..." Kaliana membuat suara seperti pria lalu mencabut tongkat dipunggungnya dan memukul tangan Siska dengan tongkat dalam kecepatan yang tidak diduga oleh Siska. Sehingga membuat semua yang ada di tangannya jatuh ke lantai kapal.
Kaliana dengan cepat menyapu semua barang yang terjatuh di lantai dengan kecepatan kakinya untuk menjauhkan dari tempat mereka. Dia yakin akan terjadi pertempuran, melihat Siska sudah mundur dan siap melawan. Dengan cepat Siska melepaskan cardigan lalu mengikat hidung dan mulutnya, lalu menggapai sesuatu yang ada di dekatnya.
...~°°°~...
__ADS_1
...~●○¤○●~...