
...~•Happy Reading•~...
Suasana dalam kapal sangat hiruk pikuk dan berantakan dengan berbagai orang yang sedang saling memukul dan bunyi beda atau orang yang jatuh di dalam kapal.
"Pelangi.... Pak Bram, serigala buas di depan, berlari..." Putra melihat nomor serigala buas berpindah dengan cepat di depan Bram.
Bram langsung fokus dengan orang yang bergerak cepat di depannya, lalu melompat ke depan dan menendang punggungnya untuk menghambat larinya. Bram mencegah serigala buas melakukan tindakan untuk menyelamatkan diri.
Tidak terima dengan apa yang dilakukan Bram, sambil terbatuk-batuk serigala buas balik melawan. Mereka saling memukul, menangkis dan menedang, karena serigala buas tidak mau menyerah. Sehingga dia mengerahkan semua kemampuannya untuk melawan Bram.
"Kak Vie, Parikus di kirimu..." Putra memberitahukan posisi orang yang dipantau nomor telponnya. Jadi dia tahu dengan jelas posisi nomor-nomor yang dipantaunnya dengan teamnya.
Hal yang sama dilakukan oleh Novie kepada Parikus yang hendak kabur dengan membuang apa yang ada di tangannya dan sudah bertelanjang dada, karena kaosnya sudah diikat menutupi mulut dan hidungnya. Tetapi tanpa diketahuinya tendangan Novie lebih cepat mendarat di tulang rusuknya. Membuat Parikus menunduk dan meringis, tapi balik menyerang Novie.
"Jangan biarkan mereka mencabut pistol." Pak Yosa, berkata dari kapal Parikus setelah membekuk kaptennya dan seorang anggota Siska yang siap mengambil barang pindahan dari kapal serigala buas.
^^^Sedangkan Yicoe dan Raka yang sudah naik ke kapal serigala buas, segera bantu menggebuk orang-orang yang berusaha membuang barang bukti ke laut.^^^
^^^Marons menyeret kapten kapal keluar dari anjungan lalu mengingat dengan tali yang diberikan Pak Yosa yang baru pindah ke kapal serigala buas. Mereka sangat mudah mengenali teamnya, karena sama-sama mengenakan respirator.^^^
Kemudian Pak Yosa membantu Marons juga untuk mengikat anak buah Siska dan anak buah serigala buas yang sudah dibekukan oleh Yicoe dan Raka.
Kaliana dan Bram sedang bertarung menghadapi Siska dan serigala buas yang belum mau menyerah. Begitu juga dengan Novie sedang melawan Parikus yang terus menyarangnya. Novie melambat, karena jijik dengan Parikus yang bertelanjang dada dan sudah berkeringat.
__ADS_1
"Yicoe, bantu Novie... Parikus pasti sangat takut ditangkap, jadi tidak akan menyerah begitu saja. Dia akan melawan sampai keringatnya abis." Pak Yosa yang sudah melihat kondisi Novie dan melihat Parikus bertelanjang dada dan berkeringat.
^^^Mendengar permintaan Pak Yosa kepada Yicoe, Novie jadi bersemangat dan ingin menghentikan Parikus, agar keringatnya tidak menjiprat ke pakaiannya. Dia sudah mual melihat kondisi Parikus. ^^^
"Kau masih mau bermain-main dengan kami? Coe, sambuuutttt..." Novie berkata sama cepat dengan tendangannya, saat melihat Yicoe mendekat ke arahnya. Tendangan Novie membuat Parikus terlempar ke arah Yicoe yang sudah siap dengan tongkat di tangan.
"Aku hanya berikan stengah kekuatanku, jadi hanya telur di dahimu. Padahal aku ingin ujung tongkatku terbenam dan selancar di dalam otak kotormu." Yicoe berkata dengan suara seperti pria, sambil menusuk ujung tongkat ke dahi Parikus.
"Ini kenang-kenangan yang akan kau ingat sepanjang hidupmu." Novie juga berkata dengan suara pria, sambil memukul kepala Parikus dengan tongkat di tangannya di atas kepala Parikus.
"Semoga masih tertinggal memorinya." Bisik Yicoe, saat mendengar bunyi tongkat Novie di atas kepala Parikus.
"Hanya pingsan. Tapi mungkin agak erorrr dikit, saat sadar. Ayooo, seret orang tidak berguna ini. Rasanya aku ingin lemparin dia untuk jadi umpan cumi." Novie berkata, lalu menggapai tangan Parikus yang sudah tidak bisa melawan. Hal yang sama dilakukan oleh Yicoe, lalu mereka menyeretnya untuk diikat dengan yang lain.
Siska yang sudah memegang sapu di dekatnya, langsung melawan Kaliana untuk menangkis dan memukul tongkat Kaliana. Berkali-kali Kaliana membuat dia jatuh dan bangun, tapi Siska tidak mau menyerah. Dia makin bersemangat, karena merasa lawan di hadapannya tidak mudah dikalahkan.
^^^Tadinya dia menganggap pria di depannya bukan saingannya, karena bertubuh kecil untuk ukuran pria. Jadi berkali-kali dia berusaha untuk mendekat atau menendang, agar lawannya bisa terbang ke laut.^^^
^^^Tapi melihat kecepatan lawannya memainkan tongkat dan bisa memukul dan menusuknya berkali-kali, konsentrasinya jadi terbagi. Apa lagi tidak mendengar lagi suaranya saat mereka sedang saling memukul atau menendang. Dia jadi mengingat seseorang di masa lalu yang sangat dibencinya.^^^
^^^Dia jadi curiga, mengetahui lawannya tidak memberikan kesempatan baginya untuk mencabut pistolnya. Karena dia terus memukul tangan dan kakinya dalam kecepatan tinggi yang tidak bisa diprediksi arah datangnya.^^^
Tiba-tiba, terdengar suara. "Jump..!" Kaliana melihat ke arah suara membuat dia hilang fokus sesaat ke arah Siska. Hal itu digunakan oleh Siska untuk menendang Kaliana lalu berlari cepat menyusul suara teriakan tadi dan lompat dari kapal. Kaliana berlari menyusul untuk melihat kondisi mereka.
__ADS_1
"Dari mana datangnya orang itu? Dia seperti hantu..." Tanya Bram yang sudah selesai meringkus serigala buas dan melemparnya ke depan Pak Yosa dan Raka untuk diikat. Yicoe dan langsung mengarahkan kamera ke semua orang yang sudah dibekuk untuk direkam Putra.
Pak Yosa mengeluarkan sarung tangan dari rompi, lalu berikan kepada Raka untuk mengumpulkan semua barang bukti yang berantakan dan juga semua alat komunikasih mereka.
Melihat itu, Novie mengeluarkan sarung tangan diikuti oleh Yicoe untuk membantu Raka dan Bram, agar semua barang bukti bisa dikumpulkan dengan cepat dan tidak ada yang tertinggal.
"Arroo, Vie, Coe, jet.." Kaliana berkata pelan, tapi tegas. Dia dengan cepat sudah menuju tempat jet sky untuk mengejar Siska dan temannya.
"Pak Yosa, jika sudah semua sudah beres, segera mundur... Bram, bawah kapalnya ke Pantai Ancol." Kaliana memberikan instruksi kepada teamnya, setelah berada dalam jet sky bersama Marons.
^^^Novie dan Yicoe juga sudah berada dalam jet sky yang tadinya digunakan oleh Bram dan Novie untuk mengejar Siska.^^^
"Coe, tolong cabut dan pegang tongkatku. Sangat ganggu gerakanku." Novie berkata sambil menyalakan jet sky untuk menyusul Kaliana.
^^^Yicoe lakukan permintaan Novie, lalu segera memeluk Novie dengan erat. Dia sudah mengerti arti permintaan Novie, pasti akan ngebut.^^^
Melihat jet sky Novie sudah menyusulnya, Kaliana memberikan isyarat kepada Marons untuk melambat. "Vie, potong..." Kaliana memberikan instruksi kepada Novie untuk memotong jet sky yang dinaiki oleh Siska dan temannya.
"Ok, siiiaaap." Dalam kecepatan yang tidak diduga oleh Siska dan temannya, Novie ngebut, lalu memotong di depan jet sky Siska. Membuat orang yang membawanya terkejut dan berusaha menghindar. Tapi justru dengan begitu, membuat jet sky mereka terbalik dan penumpangnya terlempar ke laut.
"Vie, putar... Coe, gebuk..." Kaliana berkata sambil meminta Marons mendekati kedua orang yang sedang terapung dan berusaha berenang dan tidak bisa menggapai jet sky yang sudah jauh meninggalkan mereka.
...~°°°~...
__ADS_1
...~●○¤○●~...