
...~•Happy Reading•~...
Mendengar pertanyaan Kaliana, Danny berkata cepat dan waspada. Danny sudah bekerja bersama Kaliana, jadi mulai mengerti cara kerja dan juga apa yang dikatakannya.
📱"Belum, Mba'. Aku rencana setelah bertemu dengan asisten Bu Chasi, baru berbicara dengan teman yang ada di bidang itu untuk memeriksa." Danny menjelaskan apa yang dipikirkan dan rencanakan setelah tadi berbicara dengan Chasina dan Kaliana.
📱"Untuk sementara ini, Pak Danny jangan bicara apapun dengan siapapun untuk memeriksa keuangan Jaret. Saat ini kita tidak bisa percaya siapapun, karena ini mengenai uang yang tidak sedikit." Kaliana berkata tegas, agar Danny harus hati-hati dan waspada. Jika hanya pihaknya yang berjaga-jaga, sedangkan dari pihak Danny tidak waspada, semua strategi yang direncanakan akan percuma.
📱"Jadi Pak Danny dengarkan baik-baik. Pak Danny konsentrasi untuk gugatannya saja. Pak Danny lakukan seperti perjanjian pra nikah untuk pembagian harta gono-gini mereka." Kaliana mengatakan yang dia pikirkan menyangkut gugatan cerai Chasina. Ada perubahan sikapnya dan juga pemikiran mengenai perjanjian pra nikah Chasina dan Jaret.
Setelah melihat kekayaan Jaret, Kaliana tergoda untuk mengetahui sumbernya. Dia tahu, cara legal untuk mengetahui sumber kekayaan Jaret adalah lewat gugatan cerai Chasina. Hal itu membuat dia bersemangat memikirkan cara dan mengatur strategi, agar pihak lawan tidak menyadari bahwa mereka sedang tertusuk. 'Mereka akan mengetahui setelah lukanya terkena angin semilir atau melihat darah mengalir dan mengenangi di sekitar mereka.' Itu yang sedang dipikirkan Kaliana.
📱"Maksud Mba' Anna, kita tetap menuntut setengah dari harta Jaret?" Tanya Danny yang belum mengerti maksud Kaliana. Karena kalau ikut maunya Chasina, tidak perlu dipersoalkan jika mereka keberatan atau tidak mau memberikan sesuai perjanjian pra nikah.
📱"Iyaa... Pak Danny buat surat gugatan cerai dan juga tuntutan sesuai perjanjian pra nikah mereka. Nanti setelah gugatan dilanyangkan dan terjadi persoalan, kita akan minta pihak tertentu yang mengerti bidang keuangan untuk membantu." Kaliana berkata serius dan tegas.
📱"Jangan sampai terjadi kebocoran sebelum gugatan dilayangkan. Tetap tuntut hak Bu Chasi dan jangan sampai kendor, walau Bu Chasi tidak mengharapkan bagiannya itu." Kaliana berkata lagi dengan serius. Dia mengerti, bisa saja Chasina tidak akan memperjuangkan apa yang telah dijanjikan dalam surat perjanjian pra nikah mereka. Yang penting bisa cerai dan tidak berhubungan lagi dengan Jaret.
__ADS_1
'Pasti itu yang ada dalam pemikiran Chasina, karena kondisi yang dialaminya sekarang.' Pikir Kaliana, menyadari kondisi Chasina. Dia berharap, Danny bisa mengikuti yang direncanakannya, agar Jaret tidak bisa berkutik untuk hal yang lain.
📱"Mba' Anna... Apakah Jaret memiliki kekayaan yang banyak?" Tanya Danny serius, karena sudah mengerti maksud Kaliana. Pasti Kaliana telah mengetahui sesuatu, sehingga mencegah dia berbicara atau memeriksa lewat orang lain, juga menuntut sesuai perjanjian pra nikah.
📱"Bukan banyak lagi, tapi buaanyaaak... Kalau Pak Danny melihatnya, bisa mematung." Ucap Kaliana serius, menggambarkan kondisi kekayaan Jaret.
📱"Apakah itu hasil dari kerjaan haram nya?" Tanya Danny, jadi memikirkan banyak hal tentang Jaret dan pekerjaannya. Terutama tentang kasus yang sedang menjeratnya sebagai pengedar.
📱"Aku belum bisa mengatakannya, karena belum periksa sumber-sumbernya. Kekayaan yang dimiliki bukan satu saja sumbernya, ada beberapa dan kami harus memeriksanya terlebih dahulu supaya keterangan kami benar-benar falid." Kaliana berkata dengan serius. Dia tidak mau dikatakan penyebar hoax atau mencari-cari kesalahan Jaret.
Mendengar keterangan Kaliana, Danny jadi mengerti maksud ungkapan Kaliana, 'jika melihat dia akan mematung'. Berarti kekayaan Jaret dalam jumlah yang fantastik.
Bisa jadi persoalan, karena ada pihak-pihak yang mulai mengacak dan ada pihak-pihak yang tidak terima diacak. Memikirkan hal itu, Danny jadi tertegun sambil melihat lalu lintas di depannya yang sedang padat merayap dengan jantung berdegup tidak teratur. Gugatan cerai Chasina tidak mudah, bukan seperti yang dibayangkan Danny saat menerima permintaan Chasina.
📱"Iyaa, Pak Danny... Oleh sebab itu, tadi aku katakan, jangan berbicata dengan orang lain sebelum gugatan dilayangkan. Ini bukan gugatan perceraian biasa seperti kebanyakkan orang." Kaliana sendiri jadi berpikir saat berbicara dengan Danny. Melihat kekayaan Jaret, gugatan cerai Chasina bukan gugatan cerai biasa-biasa saja dan akan dilalui dengan mudah.
📱"Sebagai gambarannya, pihak Bu Chasina menganggap perjanjian pra nikah itu hanya untuk mengamankan kekayaan, jika terjadi masalah dalam pernikahannya. Tapi bagi pihak Jaret, itu bermasalah jika terjadi perceraian." Kaliana terus berpikir sambil berbicara dengan Danny.
__ADS_1
📱"Itu yang sedang aku pikirkan, Mba' Anna. Ini akan jadi masalah bagi pihak Jaret. Terima kasih sudah bicarakan ini, jadi aku tau harus siapkan apa menghadapi ini." Ucap Danny serius, karena apa yang dikatakan Chasina terasa perceraiannya akan mudah dilakukan, karena tidak ada negosiasi dan mediasi. Tetapi setelah berbicara dengan Kaliana, hal itu bisa terjadi. Bukan Chasina tidak melakukannya, tetapi dia sebagai pengacara akan melakukannya.
📱"Baik, Pak Danny... Itu dulu, aku akan hubungi lagi nanti setelah periksa semua sumbernya." Ucap Kaliana, lalu mengakhirii pembicaraan mereka setelah saling memberikan salam.
Setelah berbicara dengan Danny, Kaliana dan putra kembali ke ruang keluarga untuk bertemu dengan Yicoe, Novie dan Pak Yosa. Melihat mereka bertiga sedang serius perhatikan layar TV, Kaliana duduk diantara mereka perlahan dan diam. Kemudian memperhatikan semua yang ditunjukan oleh Putra.
"Astagaaa... ini bukan sesuatu yang biasa. Putraaa... Kenapa kemarin memeriksa Jaret saat 'Kasus Selokan' (sebutan untuk kasus tewasnya Rallita), ini tidak terlihat?" Tanya Kaliana, karena Putra pernah diminta untuk mencari sumber dana Rallita setelah Marons memblokir semua kartunya.
"Aku tidak cari kekayaan Jaret, tapi hanya sumber dana yang didapat korban. Salah satunya dari Jaret lewat transaksi yang dilakukan." Jawab Putra, karena saat itu Kaliana hanya meminta cari sumber dana yang diperoleh Rallita, tidak mencari sumber dana Jaret.
"Putra, tolong berikan inisial disetiap transaksi keuangannya, ya. Agar kita mudah melihat tujuan yang sedang dibicarakan. Kalau properti tidak usah. Kita bisa langsung sebut namanya." Ucap Kaliana, saat melihat keuangan Jaret dan mau membicarakan yang mana terlebih dahulu.
"Itu tidak terpikirkan oleh kami untuk berikan inisial, jadi harus menunjuk dengan jari." Ucap Yicoe yang biasa mengamati angka dan juga keuangan. Novie mengangguk mengiyakan, karena mereka bolak balik ke depan untuk menunjuk yang dimaksud.
"Non... Itu yang B, hanya ditabung tanpa penarikan. Lihat juga semua tanggalnya, itu sudah lama dilakukan." Ucap Yicoe lagi, setelah Putra selesai memberikan inisial di semua yang akan mereka periksa. Dia yang selalu berurusan dengan keuangan, dengan cepat bisa melihat kejanggalan yang ada di tabungan Jaret.
"Kau benar, Coe... Putra, periksa sumbernya dan kenapa Jeret tidak menarik dana dari tabungan-tabungannya itu? Apa dia sengaja melakukannya atau ada orang yang sengaja melakukannya?" Kaliana mulai periksa yang lain setelah Yicoe menunjuk salah satu, sebab ada lagi yang sama seperti dikatakan Yicoe.
__ADS_1
...~°°°~...
...~●○¤○●~...