
...~•Happy Reading•~...
Pak Yosa tersenyum mendengar ucapan Bram kepada Kaliana. Hal itu mengingatkannya pada masa tugasnya bersama Bram dan Kaliana sebagai senior mereka. Kejadian seperti itu pernah terjadi, dan tetap berbekas di pikiran Bram. Dimana saat Kaliana yang mengemudi, sedangkan Bram yang menangkap buronan.
Pulang dari pengejaran dan penangkapan burunan itu, saat tiba di kantor Bram mengambil kunci mobil dari Kaliana dan tidak mau berikan lagi kepadanya sambil mengatakan ; 'Kau bisa membuatku tidak bisa nikmati sorga dunia'. Pak Yosa makin tersenyum mengingat masa-masa mereka bersama.
📱"Tenang saja, Dan (dari Komandan). Kami bisa lewat jalan potong yang aman. Kau bicara saja sambil tunggu, agar kau bisa cepat bereskan saat kami tiba. Pak Yosa akan bersihkan mobilmu." Kaliana berkata serius untuk meyakinkan Bram, bahwa dia tidak ngebut. Sehingga dia tidak melihat Pak Yosa sedang tersenyum di belakangnya.
Setelah tahu posisi Kaliana sudah dekat, Bram segera keluarkan mobilnya untuk hindari cctv. Kaliana dengan cepat mendekati mobil Bram, kemudian Pak Yosa segera turun sambil bawa perlengkapan untuk bersihkan mobil dinas Bram.
Ternyata benar seperti dugaan Kaliana, ada gprs dalam mobil Bram. Pak Yosa mengambilnya lalu berikan kepada Bram. Kemudian Bram meletakan di salah satu mobil yang akan keluar dari tempat pencucian mobil. Mereka bekerja cepat, tanpa komando karena sudah saling mengerti maksud masing-masing.
Raka tetap dalam mobil dan memperhatikan semua yang dikerjakan oleh seniornya sambil mempelajari. Dia sangat suka melihat cara kerja pimpinannya, juga Kaliana dan Pak Yosa. Cara kerja taktik dan praktis dalam kecepatan tinggi. Pak Yosa meletakan paket dalam mobil Bram sambil memberikan isyarat kepadanya bahwa itu adalah paket. Bram mengangguk mengerti, lalu mengamankannya.
📱"Biarkan mereka ikutin mobil itu, agar kau bisa kembali ke dalam 'kelabu' untuk amankan 'kotak pandora'." Kaliana berkata kepada Bram, setelah Pak Yosa masuk ke mobil. Dia telah memberikan julukan baru untuk Chasina.
📱"Siap... Jangan lupa amankan 'Pembukanya'." Balas Bram, agar Kaliana segera amankan Danny. Mereka sudah terbiasa gunakan kata sandi dengan berbagai julukan kepada berbagai orang.
📱"Siap... Aku tunggu kabar baik tentang waktu persidangan 'Make." Kaliana masih berbicara dengan Bram lewat telpon, mengingatkan tentang Jaret. Perhatiannya juga tetap pada kasus Jaret, karena semuanya berkaitan satu sama lain.
__ADS_1
📱"Ok... Aku akan kembali ke dalam 'kelambu' untuk pindahkan 'pandora' dari 'nyamuk' terlebih dahulu, baru bereskan 'Make'." Ucap Bram, yang sudah mengerti maksud Kaliana. Mereka sering memberikan julukan baru kepada orang-orang yang sedang berkasus, atau kasus itu sendiri.
Kaliana mengakhiri pembicaraan mereka setelah saling memberikan salam dan saling mengingatkan. Kemudian dia segera meninggalkan Bram, sebelum kedatangan orang yang mengikuti Bram. Mobil yang terpasang gprs masih belum meninggalkan tempat pencucian mobil, sehingga yang mengikuti Bram bisa tiba sewaktu-waktu.
Kaliana segera menghubungi Danny, ketika Putra memberikan kode kepada Kaliana bahwa Danny sudah bisa dihubungi.
📱"Allooo, Pak Danny. Ada di mana?" Tanya Kaliana setelah Danny merespon panggilannya.
📱"Allooo, Mba' Anna. Ini baru selesai makan siang dan mau kembali ke kantor." Jawab Danny segera, karena dia berencana mau menghubungi Kaliana setelah tiba di kantor. Dia telah menerima telpon singkat dari Marons dan juga pesan sekilas dari Putra.
Sekilas, karena sudah tidak ada lagi di chat nya. Hal itu membuat Danny penasaran saat sedang makan. Sehingga selesai makan dia membalas pesan Kaliana yang tidak dipahaminya. Tetapi dia hanya membalas dengan memberikan huruf 'P' (sebagai isyarat ping), bahwa dia sudah membacanya.
📱"Ok... Pak Danny bisa simpan mobil di mana untuk beberapa hari? Kami mau jemput Pak Danny sekarang." Ucap Kaliana, lalu menjelaskan rencana Marons dan dirinya.
📱"Pak Danny, tolong berhenti di situ dan shareloc. Kami akan ke sana untuk memotong. Nanti bertemu baru kami jelaskan." Ucap Kaliana cepat, karena khawatir ada yang mengikuti Danny.
Mendengar itu, Danny segera cari tempat yang agak nyaman untuk berhenti dan menunggu. Kemudian dia mengirim lokasinya kepada Kaliana. Dia jadi waspada dan melihat sekitanya. Jika ada orang atau mobil yang mendekat, dia foto dan simpan, juga membuat video sekitarnya.
Sambil menunggu Kaliana, Danny memikirkan pertemuannya dengan asisten Chasina. Dia juga sempat berbicara dengan beberapa karyawan jadi bisa mengetahui kondisi kantor serta karyawannya untuk menambah materi pembelaan. Danny menyadari, kenapa Chasina memikirkan para karyawannya, karena dia disayang oleh mereka.
__ADS_1
Asistennya sangat senang, saat mengetahui akan bertemu dengan boss nya. Dia juga terharu mengetahui, boss nya masih memikirlan para karyawan. Mereka semua berdoa dan berharap Chasina tidak dihukum berat, karena menyangkut masa depan pekerjaan mereka.
Ketika Kaliana bisa melihat mobil Danny dari jauh, dia langsung hubungi Danny untuk bergerak. Pak Yosa memantau kendaraan sekitar yang ikut bergerak. Agar bisa tahu, Danny diikuti atau tidak. Setelah melihat ada yang ikut bergerak, Kaliana segera menambah kecepatan.
📱"Pak Danny jalankan mobil seperti biasa lalu shareloc rumah padaku. Saat aku katakan tambah kecepatan, Pak Danny tambah kecepatan. Nanti kita bertemu di rumah." Kaliana mengatur strategi untuk menghalangi orang yang mengikuti mobil Danny.
📱"Tiba di rumah, parkir mobil dengan aman, lalu segera ambil yang diperlukan dan tunggu aba-aba dariku, baru keluar rumah." Ucap Kaliana lagi, saat mengetahui Danny sedang menyimak.
📱"Kami akan pesan mobil online untuk Pak Danny ke tempat Pak Marons. Bawa semua dokumen yang berkaitan dengan kasus yang sedang ditangani." Kaliana berkata serius dan tegas, agar Danny memahami situasi saat ini.
📱"Baik, Mba'... Kalau begitu, aku ke kantor baru pulang ke rumah." Danny berkata cepat, karena sudah mengerti situasi dan sebagian dokumen kasus masih ada di kantor.
📱"Baik... Bersikap tenang saja, seakan tidak tahu sedang diikuti. Kami ada di belakang untuk mengawal." Kaliana berkata dengan cepat, agar Danny tidak panik. Bagaimana pun ini hal baru dialami oleh Danny. Dia bisa panik dalam situasi seperti ini, hingga membuat berantakan apa yang mereka rencanakan.
📱"Baik... Mba' Anna tolong hubungi Pak Bryan dan katakan pada beliau ada perubahan, jadi aku tidak bisa bertemu dengannya. Kami sudah membuat janji untuk bertemu." Danny teringat telah membuat janji bertemu dengan Bryan untuk membicarakan tentang rencana pertemuan dengan sopir Chasina. Dia ingin bertemu dan bicara secara pribadi dengan sopir Chasina untuk melengkapi materi pembelaannya.
📱"Baik... Pak Danny konsen untuk ambil yang diperlukan, jangan sampai ada yang tertinggal. Jika sudah selesai, hubungi kami lagi." Ucap Kaliana lalu mengakhiri pembicaraan mereka setelah Danny mengatakan 'baik'.
Sambil menunggu Danny, Pak Yosa mengawasi mobil yang mengikuti Danny. "Putra, sisir mobilnya. Mereka dari pihak mana..." Pak Yosa berkata serius, dan pandangannya tidak beralih dari mobil yang mengikuti Danny. Dari cara dan jarak mereka mengikuti mobil Danny, mereka bukan amatiran. Itu yang ada dalam pikiran Pak Yosa, hingga membuatnya siaga.
__ADS_1
...~°°°~...
...~●○¤○●~...