
...~•Happy Reading•~...
Kaliana, Yicoe dan Novie jadi tertawa melihat reaksi Putra saat mengingat mereka
"Lihat kan, bukan kami saja yang penasaran dengan kegunaan tas berharga tusa jeti-jeti atau meli-meli itu. Perbesarkan suaranya, Putra. Jadi penasaran dengan jawaban Mama Jaret." Kaliana berkata cepat, karena tidak bisa membendung rasa ingin tahunya. Begitu juga dengan Yicoe dan Novie yang diam menyimak, sambil penasaran.
"Ooh oo oh... Ternyata itu bukan buat flexing saja, Putra. Coe, Vie, dengar... Mama Jaret beli itu untuk bisnis. Tas-tas itu disewakan..." Kaliana berkata dengan suara agak tinggi, karena tercengang mendengar keterangan Mama Jaret yang tidak terpikirkannya.
"Ternyata tas mahal itu bisa disewa dan ada yang mau sewa. Mama Jaret hebat juga, yaa... Bisa berpikir ke arah itu dan mengambil peluang dari situasi dan kondisi di sekitarnya" Kaliana masih tercengang dengan apa yang dilakukan Mama Jaret.
"Maksudnya gimana, Mba' Anna?" Tanya Novie yang belum mengerti maksud Kaliana dan juga keterangan Mama Jaret. Begitu juga dengan Yicoe yang penasaran dan makin mendekat, karena ingin tahu yang dimaksudkan Kaliana.
"Semua tas branded yang dibeli Mama Jaret itu, tidak selamanya dipakai sendiri. Hanya untuk difoto, dan diflexing di sosmed untuk para peminat barang branded dan suka flexing." Kaliana menjelaskan sambil memikirkan keterangan Mama Jaret.
"Bagi penyuka barang branded tapi tidak mampu beli tas semahal itu, bisa menyewa tas-tas Mama Jaret untuk difoto dan pamer di sosmed masing-masing." Kaliana berkata lagi, karena melihat Novie dan Yicoe memperhatikan penjelasannya dengan serius.
"Apa ngga takut barang semahal itu, rusak saat disewa? Bisa nangis bombay, jika rusak di tangan orang lain, dan ngga bisa ganti." Yicoe mulai mengerti maksud Kaliana.
"Pasti ngga akan terjadi seperti itu. Tas itu ngga dipakai oleh penyewa untuk pergi ke suatu acara. Hanya untuk difoto, lalu pajang di sosmednya. Aman...! Mungkin hanya beberapa menit dipegang, difoto, lalu diambil lagi oleh Mama Jaret atau asistennya." Kaliana menyampaikan dugaannya.
"Astogeee... Untuk apa keluarin duit hanya untuk lakukan sesuatu yang tidak berguna itu?" Kata Novie yang sudah mengerti situasi.
"Siapa bilang tidak berguna, Vie? Di dunia tipu-tipu, itu sangat berguna untuk cari mangsa. Ibu-ibu sosialita atau wanita muda yang ingin cari suami kaya, harus menunjukan kelasnya." Kaliana berkata sambil tersenyum.
"Itu seperti yang dibilang, 'mau dapat ikan besar, umpannya juga harus besar.' Bukan begitu, kakakku yang cantik dan baik hati?" Putra berkata dengan wajah tersenyum lucu.
__ADS_1
"Yaa, bisa seperti itu. Bagi ibu-ibu sosialita yang butuh pengakuan di antara sesamanya, harus menunjukan siapa yang paling hedon. Atau supaya bisa diajak masuk grup hedonis, bisa menyewa itu lalu pancing lewat sosmednya." Kaliana mengakui yang dikatakan Putra.
"Mereka ngga perlu keluarkan banyak uang untuk memperoleh pengakuan itu. Cukup dengan menyewa tas mahal dengan uang ratusan ribu atau jutaan saja." Kaliana menjelaskan yang dia mengerti dari keterangan Mama Jaret.
"Putra, jadi ingin tau, eeh kepo deh... Hanya untuk diliihat, bukan untuk cari barang bukti. Hanya pingin tau saja, siapa yang pernah flexing tas seperti Mama Jaret di sosmed mereka." Kaliana berkata dengan cepat saat terpikirkan.
Putra segera melakukan permintaan Kaliana, karena mengerti yang dimaksudkan. Tidak lama kemudian terlihat di layar monitor, wajah-wajah yang cukup mereka kenal, diantranya ada beberapa selebritis.
"Putra, tas yang dipakai ini sama dengan tasnya Mama Jaret?" Novie makin ingin tahu dengan menunjuk salah seorang artis sedang memakai tas yang mirip dengan tas Mama Jaret.
Putra mengangkat 2 jempolnya untuk meyakinkan Novie, Kaliana dan Yicoe bahwa yang di layar itu benar.
"Hahahahaha..," Maka pecahlah tawa dalam ruang kerja team sopape.
"Kita tertawa sedikit yaa... Selama ini gayanya selangit dan pamer hidup hedonnya. Ternyata, ooh, ternyata..." Yicoe berkata dengan gaya lucu meniru gaya jalan artis tersebut sambil menjijing tas mesmes yang ratusan juta di hotel bintang lima.
"Tadinya aku pikir, orang kita banyak yang kaya raya. Tapi aku pikir juga, masa tas segitu mahal diproduksi dalam jumlah banyak. Padahal untuk memperoleh tas yang segitu mahal ngga mudah dan juga terbatas." Kaliana berkata sambil berpikir.
"Mba' Anna... jalur ini bisa dipakai untuk menyewa tas Ibu Rallita, kalau ada yang mahal. Lumayan, ada pemasukan. Dari pada hanya dipajang di lemari kaca." Yicoe berkata sambil tersenyum.
"Ide yang bagus. Nanti selesai tangani guguk liar, kita lihat-lihat koleksi Almh. Kita bicarakan dengan Pak Marons, siapa tau beliau mau. Ada Putra yang bisa atur di dunianya." Kaliana berkata sambil melihat Putra yang sedang mengangkat jempolnya.
"Mari kita tinggalkan orang tua Jaret dan kasusnya. Kita sekarang bisa lega hati, pihak Kejaksaan sudah bekerja di jalurnya."
"Sekarang kita lihat dan pelajari apa yang dibeli Pak Marons untuk persiapan kita. Melihat ada tambahan ini, Yicoe tolong bantu mengawasi dengan Putra, ya." Kaliana kembali ke mode serius.
__ADS_1
"Putra, tolong hubungi Pak Bram. Aku ingin tahu kesiapannya dan memberitahukan kesiapan kita, agar beliau semangat." Kaliana berkata cepat untuk mengatur rencana selanjutnya.
Putra segera mengirim email kepada Bram untuk meminta hubungi Kaliana. Sambil menunggu, Pak Yosa yang sejak tadi hanya diam menyimak, menjelaskan fungsi alat yang dibeli Marons kepada Yicoe dan Novie. Kalau Kaliana, sudah sering gunakan saat masih aktif berdinas
"Pak Marons menanyakan semua ini pada Pak Yosa? Jadi ngga hanya beli untuk Putra?" Tanya Kaliana, saat melihat Pak Yosa mengeluarkan semua yang dibeli Marons dari dalam tas ransel.
"Iyaa, tadi sekalian kami pergi beli peluru hampa dan lainnya untuk berjaga-jaga. Jika hanya untuk melumpuhkan, kita bisa gunakan ini. Jadi kita tidak perlu berhubungan dengan pihak berwajib, jika gunakan peluru tajam." Pak Yosa berkata serius.
"Baik... Berarti tadi Pak Marons sudah tau semuanya, ya... Setelah ini, Pak Yosa siapkan semuanya. Begitu juga dengan Putra. Aku akan bicara dengan Pak Marons dan Pak Bram, agar besok siang kita sudah di tempat untuk uji coba."
"Mba' Anna..." Putra berkata sambil menunjuk layar ponsel. Kaliana segera keluar ruangan, lalu berbicara dengan Marons.
📱"Niii, lagi sibuk?" Tanya Marons cepat, saat Kaliana merespon panggilannya.
📱"Kami sedang memeriksa dan mempelejari yang dibeli tadi. Makasih untuk semuanya, Arro." Kaliana berkata cepat.
📱"Ok. Tolong kalian siap-siap, lalu segera ke boat sore ini. Kita akan lihat situasi dan mungkin akan uji coba peralatannya." Marons berkata serius.
📱"Jika ngga bisa tidur di boat, kita akan cari hotel terdekat. Tolong atur dengan team dan Pak Bram. Aku akan langsung ke lokasi dari kantor." Marons berkata lagi.
📱"Jika sudah siap, email saja. Ada yang masih aku kerjakan." Marons berkata cepat, lalu pamit. Kaliana hanya bisa memegang dadanya sambil bersyukur.
Mereka mendapat kemudahan yang tidak terduga. Kaliana segera masuk dan membicarakan apa yang dikatakan Marons dengan anggota team sopape.
...~°°°~...
__ADS_1
...~●○¤○●~...