ROMANTIKA HIDUP

ROMANTIKA HIDUP
125. Mulai Beraksi 3.


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Yicoe hanya melihat Putra yang sedang mencari informasi sesuai petunjuk Kaliana, tanpa bertanya tentang pemilik nomor Jamu.gD. Dia yakin, Kaliana akan membicarakan semuanya dengan mereka.


"Vie, kita pulang... Tolong jemput aku di pintu keluar parkiran." Pak Yosa berkata kepada Novie, karena sudah tidak ada yang akan dikerjakan lagi. Mereka harus berbicara dengan Bram, supaya tahu rencana Bram selenjutnya.


"Siiaaap, Pak..." Novie berkata cepat, lalu menyalakan mesin motornya untuk menjemput Pak Yosa.


"Anna... Kami matikan komunikasi, agar Novie bisa konsen dengan jalanan. Aku sudah tidak sabar untuk tiba di rumah." Pak Yosa berkata sambil melepaskan semua alat komunikasi, lalu menyimpannya dalam kantong rompi. Hal yang sama juga dilakukan oleh Novie, setelah mendengar persetujuan dari Kaliana.


"Putra, cari informasi tentang Jamu.gD. Semua tentang orangnya dan simpan dalam satu folder khusus, beri label Jellsy." Kaliana memberi instruksi kepada Putra sambil mereka menunggu Pak Yosa dan Novie tiba di rumah.


"Coe, mari kita turun untuk siapin makan malam bersama Bibi." Kaliana mengajak Yicoe untuk turun ke lantai bawah untuk membantu Bibi. Agar Pak Yosa dan Novie tiba, mereka segera makan malam.


Novie dan Pak Yosa tiba tepat waktu, saat Putra telah turun dari ruang kerja untuk makan. "Aku sangat lapar malam ini. Aku bisa makan kambing seekor, bulat-bulat." Putra berkata sambil mengelus perutnya, lalu duduk di kursi meja makan.


"Aku tidak sabar melihatmu kunya kaki dan kepala kambing." Yicoe menanggapi ucapan Putra sambil meletakan menu di meja makan.


"Astaghfirullah, Kak Coe. Aku hanya memberi gambaran, keadaan perutku yang sedang kosong seluas lapangan basket." Putra berkata sambil tersenyum, lalu kembali mengelus perutnya. Yicoe jadi tersenyum melihat wajah lucu Putra yang menggambarkan rasa laparnya.


"Kak Coe, nanti makan yang banyak, yaa. Yang akan dibahas nanti, kuras samua energi kita." Putra berkata pelan, seakan berbisik, saat Kaliana masuk ke dapur.


^^^Yicoe bertanya untuk meyakinkan kebenaran ucapan Putra dengan isyarat mulutnya, tanpa suara. Putra membenarkan dengan isyarat matanya.^^^


"Putra, segera cuci tangan lalu panggil yang lain untuk makan." Kaliana berkata setelah keluar dari dapur dengan Bibi, sambil membawa semua menu terakhir.


"Tanganku sudah bersih, Mba' Anna. Aku baru selesai Sholat. Aku panggil yang lain saja, karena sudah sangat lapar." Putra mengelus perut ke arah Kaliana lalu berdiri memanggil Danny, karena Pak Yosa dan Novie sudah masuk ke ruang makan.


^^^Semua anggota team sopape makan dalam diam, tanpa bercakap-cakap, apalagi bercanda. Hal itu membuat Danny melirik mereka satu persatu, sambil makan.^^^

__ADS_1


"Nanti setelah makan, Pak Danny silahkan selesaikan pekerjaannya dan istirahat, yaa. Kami sedang menangani kasus lain, jadi kami akan bekerja sampai malam." Kaliana berkata saat mereka sedang menghabiskan puding coklat buatan Bibi.


"Baik, Mba' Anna. Memang aku sedang meneliti kasus baru yang diberikan oleh asisten tadi. Jika bisa ditangani, kami akan menerimanya. Jadi aku butuh waktu sendiri." Danny berkata cepat, mengiyakan. Selain itu dia mengerti maksud ucapan Kaliana, bahwa team sopape akan bekerja sendiri.


~°°°~ ~°°°~ ~°°°~


Setelah makan malam, team sopape kembali ke ruang kerja dan duduk istirahat sambil Putra memperlihatkan hasil rekaman video dari kamera Pak Yosa kepada semua anggota.


"Kau benar, Anna... Jika diperhatikan lebih lama, baru aku bisa yakin, dia Jellsy Bram. Dia sudah sangat berubah. Apakah dia masih bertugas di kepolisian?" Tanya Pak Yosa sambil berpikir, karena melihat perubahan penampilan orang yang dikenalnya.


"Dari keterangan yang diperoleh Putra, dia masih berdinas. Tapi kita akan mengetahui kebenarannya setelah menghubungi Bram." Kaliana berkata sambil memberikan kode kepada Putra untuk melihat kondisi nomor ponsel Bram.


Putra memperlihatkan di layar, Bram masih berada di hotel dan ponselnya dalam keadaan aktif. Kaliana memberikan isyarat, agar Putra menghubungi Bram.


Putra melakukan permintaan Kaliana sambil bertanya kepada Kaliana dengan gerakan tangannya, bahwa akan diterima secara pribadi atau bersama. Kaliana memberikan isyarat, pembicaraan mereka untuk bersama. Putra mengangguk dan melakukan sesuai dengan permintaan Kaliana.


📱"Iyaa... Terima kasih sudah kirim makan malam." Bram sedang duduk menanti kabar dari Kaliana, setelah makan malam yang dipesan oleh Yicoe dari restoran hotel untuk diantar ke kamarnya.


📱"Apa kau sudah ada informasi?" Tanya Bram yang sudah tidak sabar mendengar kabar dari Kaliana.


📱"Ooh iya, Bram. Apa kau tau tentang kabar Jel, eh Siska?" Tanya Kaliana yang hampir menyebut Jellsy. Pak Yosa jadi tersenyum, saat melihat Kaliana menepuk dahinya.


📱"Siskaaa...? Siska siapa...?" Bram bertanya dengan alis bertaut, karena belum mengerti maksud pertanyaan Kaliana.


📱"Siskamu..." Jawab Kaliana singkat.


📱"Ooh, dia. Kau masih ingat saja. Ada apa dengan dia?" Tanya Bram, setelah mengerti maksud Kaliana.


📱"Apa kau tau kabar terakhir tentang dia? Maksudku, apa sekarang dia masih dinas? Atau tau dia dinas di mana?" Tanya Kaliana untuk melengkapi informasi Putra, sebelum memberikan informasi.

__ADS_1


📱"Tau... Dia masih dinas. Kalau tidak salah, dia belum lama ini dipindahkan ke BNN. Itu terakhir yang aku dengar tentang dia." Bram jawab sambil teringat tentang masa-masa dinas bersama Siska dan Kaliana, juga Pak Yosa.


📱"Oooh... Sekarang balaknya lebih banyak darimu?" Kaliana bertanya lagi, karena informasi yang diperoleh demikian. Sehingga Kaliana ragu-ragu, apa Siska yang sama yang dikenalnya.


📱"Kalau tidak salah, benar. Mungkin dia pakai jet pribadi, jadi cepat. Hahaha..." Bram jadi tertawa mendengar katanya sendiri. Mendengar itu, Kaliana memberikan isyarat OK kepada Putra untuk melengkapi data Siska, berdasakan informasi Bram.


📱"Mengapa kau tanya terus tentang dia? Kau tau, aku malas bicarakan dia." Bram berkata dengan sedikit nada protes.


📱"Aku hanya ingin tau. Kau ada masalah dengan dia setelah aku keluar? Atau kau ada bikin masalah dengan dia?" Kaliana bertanya lagi, mengabaikan Bram yang mulai kesal dan protes.


📱"Bikin masalah...? Kalau aku, anggapnya bukan masalah. Tapi aku tidak tau kalau dia, mungkin itu bisa jadi masalah. Dia melamarku dan aku menolaknya." Bram berkata serius, lalu mengingat saat-saat Siska melamarnya.


^^^Sedangkan semua anggota team sopape hampir tertawa bersamaan dan menutup mulut dengan tangan, saat melihat Kaliana melihat ke arah mereka sambil meletakan jari di bibirnya.^^^


📱"Astigaaa..." Kaliana berkata sambil melihat Pak Yosa yang sedang melihatnya.


📱"Tidak ada As. Aku masih pegang falsafah lama. 'Kuda yang harus cari rumput. Bukan rumput yang cari kuda.' Mana ada seperti itu?" Bram berkata serius tentang apa yang dipegangnya, pria yang harus melamar wanita.


📱"Mungkin sekarang rumput bisa beli kaki, supaya bisa kejar kuda." Kaliana berkata sambil tersenyum.


📱"Mau berkaki atau tidak, tinggalkan dia. Aku sudah bilang, malas membahas dia. Kembali ke laptop... Pak Yosa belum selidiki, atau nomor itu belum aktif?" Tanya Bram yang sudah tidak mau membahas tentang Siska.


📱"Pak Yosa sudah selidiki. Siska yang punya nomor Jamu.gD." Kaliana langsung mengatakan apa yang mereka temukan, setelah dapat informasi dari Bram.


📱"Whaaattt...?! Kau yakin...?" Bram berkata dengan nada yang lebih tinggi dan suara yang lebih keras, seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan Kaliana.


...~°°°~...


...~●○¤○●~...

__ADS_1


__ADS_2