
...~•Happy Reading•~...
Melihat kedua pengacara sedang melihatnya dengan serius, Jaret tersadar akan pertanyaannya. Dia segera berdehem sebelum memperbaiki kesalahannya, agar tidak timbul banyak pertanyaan kepadanya.
"Kalau Chasina mau minta cerai, biarkan dia. Pak Elly setuju saja dan tidak perlu bertele-tele, membahasnya." Ucap Jaret santai dan cuek, karena masih menyimpan amarah kepada Chasina. Dia tidak bisa menghilangkan apa yang ada dalam pikirannya, bahwa Chasinalah penyebab dia berada di tahanan. Dan juga kehilangan Rallita dan bayinya.
Hal itu membuat kedua pengacara kembali terkejut dan heran mendengar ucapan Jaret. Seakan-akan dia sudah menunggu untuk diceraikan dan tidak masalah baginya. Terutama pengacara Andi, lalu melirik pengacara Elly. 'Benar juga yang dikatakan Jaret. Mengapa perlu ada pengacara tambahan untuk membantunya, jika proses perceraian sangat mudah?' Tanya pengacara Andi dalam hati, karena tidak mengerti.
Pengacara Elly tidak menjelaskan pada pengacara Andi tentang proses perceraian Jaret. Hanya menjelaskan tentang kasus narkoba yang akan ditanganinya. Pengacara Andi tidak bertanya lagi, karena pengacara Elly hanya mengatakan persidangan kedua kasus itu hampir bersamaan dan Pak Japry memintanya untuk menangani kasus perceraian Jaret.
"Bapak dan ibu juga sudah menyetujui perceraian anda, jadi tidak perlu dipikirkan. Semuanya sudah diatur oleh Pak Japry." Pengacara Elly hanya berkata demikian, karena mereka akan fokus untuk kasus narkoba yang ditangani oleh pengacara Andi. Kasus tersebut akan segera disidangkan.
"Apa yang sedang dikhawatirkan oleh orang tua saya, hingga perlu tambah pengacara dan minta Pak Elly tangani kasus perceraian?" Tanya Jaret yang belum mengerti maksud pengacara Elly. Dia masih penasaran dengan apa yang dikatakan pengacara Elly, yaitu Papanya sudah mengatur semuanya.
"Kalau mereka khawatirkan untuk pembagian harta gono-gini, katakan kepada mereka tidak perlu khawatir untuk pembagian harta yang tidak seberapa itu. Setujui saja dan berikan kepada dia, sesuai perjanjian pra nikah. Jadi Pak Elly tidak perlu secara khusus tangani itu." Jaret berkata serius sambil melihat pengacara Elly.
__ADS_1
Baginya, harta atas namanya tidak seberapa, karena selama ini dia tinggal di rumah Chasina. Mobil yang dikendarai juga dibeli Chasina, jadi tidak perlu dibagi. Sedangkan semua uang miliknya disimpan bukan atas namanya. Jadi dia tidak khawatir soal pembagian harta gono-gini, jika digugat cerai oleh Chasina.
Tabungan yang disimpan atas namanya, hanya puluhan juta jika digabungkan. Itu sangat tidak berarti bagi Chasina, dan mungkin dia tidak akan terima jumlah yang tidak seberapa dari jumlah kekayaan Chasina. Itu yang ada dalam pemikiran Jaret.
Pengacara Elly menatap Jaret sambil berpikir tentang semua yang dilakukan oleh kedua orang tua Jaret setelah proses perceraian dibicarakan di ruangan hakim. 'Jika kekayaannya tidak seberapa, mengapa kedua orang tuanya sangat panik dan tidak ikhlas memberikan harta yang tidak seberapa itu kepada istrinya?' Pengacara Elly bertanya dalam hati dan mulai curiga terhadap permintaan Papa Jaret agar dia yang menangani kasus perceraian Jaret.
"Begini Pak Jaret... Mengapa saya perlu dibantu oleh pengacara Andi, karena kedua kasus anda bergulir hampir bersamaan. Jadwal persidangan kasus narkoba, sudah ditentukan. Sedangkan kasus perceraian sudah dibicarakan di pengadilan negeri. Pihak penggugat menolak mediasi, jadi sekarang hanya tunggu pihak terkait memverifikasi harta anda untuk pembagian harta gono-gini. Jadi mungkin saja, sidangnya akan berlangsung dalam waktu bersamaan." Pengacara Elly menjelaskan dengan jelas, agar Jaret tidak bertanya lagi. Mereka belum mempersiapkan dia untuk hadapi sidang kasus narkoba.
"Untuk jasa kami berdua dalam menangani kasus anda, tidak perlu dipikirkan. Orang tua anda sudah setuju dan akan menanggung semuanya. Yang perlu anda pikirkan sekarang adalah mempersiapkan diri untuk hadapi persidangan kasus narkoba yang sudah pasti waktunya." Pengacara Elly berkata serius dan tegas, agar Jaret bisa fokus dan menghargai pengacara Andi yang akan menolongnya.
Mendengar apa yang dikatakan pengacara Elly, Jaret mengangguk pelan lalu melihat ke arah pengacara Andi yang sedang melihatnya dengan serius. Walau masih penasaran dengan tindakan orang tuanya yang meminta pengacara Elly khusus menangani kasus perceraiannya, dia coba mencerna tindakan orang tuanya. 'Apakah mereka mengetahui kekayaanku yang lain?' Jaret berpikir dan membatin. Hal itu membuatnya sedikit cemas.
Pengacara Andi sudah melihat semua bukti yang diberikan pengacara Elly, hingga membuat Jaret ditahan. Beliau menyodorkan beberapa bukti yang melibatkan Jaret untuk confirmasi kebenarannya.
"Saya bukan pengedar seperti yang dituduhkan. Saya hanya memakai sedikit untuk mengurangi rasa tegang dan stress, karena pekerjaan dan persoalan rumah tangga." Jawab Jaret setelah mendengar pertanyaan pengacara Andi dan melihat bukti-bukti yang disodorkan kepadanya.
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan bukti-bukti ini? Jika semua bukti ini benar, anda sudah tau hukuman apa yang akan dijatuhkan kepada anda?" Pengacara Andi berkata serius dan tegas, saat melihat Jaret menganggap enteng semua bukti yang diberikan padanya. Begitu juga dengan pengacara Elly yang terus memperhatikan semua yang dikatakan pengacara Andi dan jawaban Jaret.
Mendengar pertanyaan pengacara Andi, Jaret terdiam lalu mulai berpikir agar bisa lolos dari hukuman berat. "Anda yang harus bantu buktikan, semua bukti ini tidak benar. Wanita itu sengaja mau jebloskan saya ke penjara karena dia berpihak kepada pria itu." Jaret coba mengelak dengan menyalahkan orang lain.
"Pak Jaret... Bicara yang jelas. Siapa yang anda maksudkan dengan wanita itu atau pria itu? Di pengadilan anda tidak bisa berkata demikian. Jika semua yang anda katakan terbukti tidak benar, anda akan digugat oleh wanita atau pria itu, yang anda maksudkan. Jadi hati-hati menjawab pertanyaan Jaksa penuntut, kalau tidak ingin mendekam lama di penjara.." Pengacara Andi berkata tegas dan serius. Beliau mulai khawatir, karena sikap Jaret seperti yang dibicarakan sebelumnya dengan pengacara Elly.
Pengacara Elly tetap menyimak pembicaraan pengacara Andi dan Jaret agar bisa membantu saat dibutuhkan. Beliau sudah pikirkan, Jaret akan berulah, tetapi tidak menyangka akan menyalahkan orang lain atas tindakannya. Semua bukti yang ditunjukan oleh aparat hukum sudah diteliti dengan baik. Sekarang bergantung pada kelihaian pengacara untuk menggugurkan bukti-bukti yang dituduhkan kepada Jaret.
Jika yang maksudkan Jaret dengan wanita itu adalah istrinya, urusannya makin panjang. Apalagi kalau tuduhannya di arahkan kepada Kaliana dan suami korban, kasus akan makin panjang dan lebar.
"Saya bicara benar... Saya hanya pemakai bukan pengedar. Semua bukti itu hanya rekayasa, karena pria itu marah sama saya yang berhubungan dengan istrinya." Jaret berkata lagi, tanpa menyebutkan nama orang.
"Anda sepertinya tidak mengerti yang saya katakan tadi. Katakan dengan jelas nama-nama yang anda maksudkan. Kita sedang persiapan untuk hadapi sidang anda. Jangan membuat suatu tuduhan baru, apa lagi tuduhan palsu." Pengacara Andi memperingatkan Jaret dengan tegas dan mulai gemas.
"Pak Jaret, sebutkan saja nama yang anda maksudkan, agar kita tidak membuang-buang waktu. Semua percakapan ini, direkam untuk dipelajari pengacara Andi. Jadi kami tidak boleh menebak apa yang ada dipikiran anda. Semua harus berdasarkan keterangan yang benar dari anda, agar pengacara Andi bisa membelah anda di pengadilan." Pengacara Elly menimpali, karena melihat pangacara Andi sudah tidak sabar mendengar keterangan Jaret
__ADS_1
...~°°°~...
...~●○¤○●~...