
...~•Happy Reading•~...
^^^Saat sudah dalam perjalanan ke Pantai Marina, Marons terkejut membaca pesan Kaliana lewat Putra, tapi dia tidak bertanya penyebabnya permintaan Kaliana kepada Putra. Dia minta sopir menuju restoran drive thru untuk membeli yang diminta Kaliana, karena yakin ada perubahan rencana.^^^
Setelah Marons selesai menyapa dan berkenalan dengan Bram dan Raka, dia kembali mendekati Kaliana untuk mengetahui apa yang terjadi. Sehingga Kaliana memintanya untuk membeli makan malam.
^^^Marons berpikir, akan mengajak team sopape makan malam di luar setelah selesai uji coba peralatan yang baru dibeli.^^^
"Tadi guguk liar telpon lagi dengan..." Kaliana menjelaskan kepada Marons, apa yang membuat semua rencana berubah dan mereka sudah tidak bisa bersantai lagi untuk makan malam di luar.
^^^Bram hanya memperhatikan interaksi mereka berdua. Bagaimana cara Kaliana memperlakukan Marons dan sebaliknya. Dia makin yakin, ada hubungan istimewa antara kaliana dan Marons.^^^
^^^Tidak sembarang orang bisa dekat dengan Kaliana. Itu bisa dilihat selama mereka dinas bersama. Banyak petugas selevel, bahkan di atas mereka mencoba mendekatinya, tapi dia menghindar dengan hanya bersamanya atau Pak Yosa.^^^
^^^Dengannya juga, Kaliana menunjukan batas sebagai rekan kerja, tanpa berusaha menjauh darinya. Bram sempat marah, saat dia mengundurkan diri tanpa berkata apa pun padanya.^^^
^^^Tapi saat melihat dia menjelaskan secara baik dan tenang apa yang sedang terjadi kepada Marons, Bram mengerti. Kaliana sedang menjaga perasaan Marons.^^^
^^^Cara pandang dan sentuhan Kaliana tidak seperti yang dia berikan kepada orang lain, termasuk padanya. Dia pernah mengharapkan ada hubungan yang lebih dari rekan kerja. Tapi saat melihat apa yang dilakukan Kaliana kepada Marons, dia tahu Kaliana telah melabukan hatinya kepada Marons.^^^
^^^Dia bukan orang bodoh, yang tidak mengerti apa yang sedang terjadi antara Kaliana dan Marons.^^^
"Ooh, ok. Jadi kita tidak bisa uji coba lagi?" Tanya Marons sambil mengelus pelan lengan Kaliana, lalu melihat ke arah Putra.
"Masih bisa, Pak. Ini kami tunggu Pak Marons untuk uji coba drone nya. Sedangkan yang lain, nanti dijelaskan sama Pak Bram dan Pak Yosa." Putra menjawab sesuai dengan rencana Kaliana anggota team.
"Baik... Kalau begitu, kita makan dulu, agar bisa konsentrasi menyiapkan semuanya." Marons berkata sambil melihat Kaliana dan memberikan isyarat untuk siapkan makanan yang sudah diturunkan oleh Pak Yosa, Raka dan kapten.
__ADS_1
"Untuk sopir, sudah?" Tanya Kaliana pelan, saat melihat sopir meletakan air mineral di buritan kapal.
"Sudah. Ini semua untuk di sini. Kantong yang ada tanda merah itu, punya Putra." Marons berkata sambil menunjuk salah satu kantong yang diberikan tanda merah.
^^^Marons sengaja membeli ayam lebih untuk Putra, karena dia tahu Putra suka makan ayam goreng.^^^
Mendengar itu, Putra jadi tersenyum sumbringa sambil melihat Yicoe dan Novie dengan wajah lucu, mengganggu mereka.
"Lebih baik, tipeks wajahmu itu, sebelum ayamnya ter ba ng..." Novie tidak meneruskan ucapannya, karena terkejut melihat Bram yang langsung melihatnya.
"Ada apa kakakku yang cantik dan baik hati, jika membiarkan aku makan ayam?" Putra makin senang, bisa menggoda kakak-kakaknya. Kaliana dan Pak Yosa hanya bisa menggelengkan kepala, sambil mengambil kotak makan untuk mereka.
"Makan dengan cepat, sebelum kami menghabiskan dagingnya dan memberikan tulang untukmu." Yicoe berkata sambil meletakan kotak makan untuk Putra di sampingnya.
Sedangkan Novie meletakan botol air mineral di atas kotak makanan Putra dengan isyarat mengancam. Membuat Putra makin tersenyum lebar, sambil mengangkat kedua jarinya, tanda peace. Bram yang melihat interaksi mereka bertiga, jadi tersenyum dalam hati.
Setelah selesai makan malam, Bram, Kaliana dan Marons memakai masker, lalu keluar ke haluan kapal untuk melihat situasi. Kaliana sangat senang di haluan kapal, karena haluannya landai dan panjang sehingga mudah bagi mereka untuk melakukan uji coba.
"Pak, mau berangkat sekarang?" Tanya kapten yang malihat Marons sudah berdiri di haluan.
"Belum Kap... Kami mau uji coba drone dulu." Marons berkata cepat lalu memberikan kode pada Kaliana untuk lakukan uji cobanya. Kaliana mengangguk lalu memanggil Putra.
"Kak, tolong pantau, ya. Aku mau ke haluan untuk coba drone ini." Putra berkata kepada Yicoe dan Novie yang sedang mengawasi pergerakan orang-orang Siska di layar monitor.
^^^Yicoe dan Novie mengangkat jempol ke arah Putra yang sedang mempersiapkan Drone untuk dibawa ke haluan kapal.^^^
"Mba', kita coba suara Pak Bram di sini dulu, sebelum diterbangkan." Ucap Putra sambil meletakan Drone di atas haluan kapal, lalu kembali masuk untuk mengambil salah satu laptopnya. Melihat drone keluaran terbaru dan sangat canggih, Bram makin menyadari, Kaliana mendapat dukungan penuh dari Marons.
__ADS_1
"Ok. Biar kita dengar di alam luas ini, agar kau bisa atur volumenya." Kaliana menyetujui usulan Putra. Ketika mendengar suara Bram sangat jelas, semua yang ada di haluan mengankat jempol.
"Terbangkan, Putra. Tidak usah jauh. Kita hanya melihat bisa berfungsi dengan baik, atau tidak." Kaliana berkata cepat, saat melihat semua orang puas.
^^^Walau pun Putra bilang sudah mencoba saat beli bersama Marons, tapi Kaliana ingin mencoba sendiri sebelum digunakan.^^^
Bram jadi mengerti maksud Kaliana meminta suaranya. Dia sedang mempersiapkan pasukan dengan menggunakan drone yang canggih. Seakan mereka membawa banyak anggota saat lakukan penyergapan.
Melihat Putra bisa mengoperasikan drone dengan baik dan lancar, Kaliana meminta Putra untuk mendaratkan kembali dronenya ke haluan. Kemudian semua orang masuk ke dalam kapal untuk membagi tugas.
"Mba' Anna, Putra, lihat itu." Novie berkata cepat sambil menunjuk layar monitor.
Kaliana dan Bram segera berdiri di belakan Novie dan Yicoe untuk melihat apa yang sedang terjadi di layar monitor. Siska sudah bergerak.
"Itu Parikus sudah berada di pantai. Mungkin sudah di kapal. Bagaimana caranya agar kita bisa terus mengikuti dia?" Bram berkata cepat, karena sudah menandai nomor Parikus.
"Begini saja, Pak. Agar mudah melihat dia. Putra, kirim tandamu untuk nomor ini. Orangnya sudah naik kapal." Novie berkata cepat, sambil memberikan isyarat kepada Putra.
"Kirim juga untukku, Putra. Aku mau tandai guguk liar yang sudah mengarah ke tempat yang tidak jauh dari Parikus." Yicoe berkata cepat, tanpa mengalihkan matanya dari layar monitor.
Putra yang sudah meletakan drone, segera melakukan permintaan Novie dan Yicoe. Bram jadi tersenyum, saat melihat emot lucu yang dikirim Putra untuk menandari nomor Parikus dan Siska.
"Bram, mari kita atur strategi yang bisa kita tangani bersama. Sepertinya mereka menggunakan dua kapal. Jadi kita akan hadapi tiga kapal di laut." Kaliana berkata serius, setelah melihat nomor Siska dan Parikus berbeda lokasi. Bram melihat Kaliana dengan serius sambil berpikir cepat untuk mencari solusi yang tepat.
...~°°°~...
...~●○¤○●~...
__ADS_1