ROMANTIKA HIDUP

ROMANTIKA HIDUP
95. Pencopet 2.


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Yicoe keluar dari ruangan tersebut dengan hati kesal. Tetapi jantungnya kembali berdegup kencang, saat mengetahui pria berkacamata sedang memandangnya dengan serius. Yicoe hanya melihat sepintas ke arah pria tersebut, lalu berjalan cepat meninggalkan ruang keamanan untuk mencari Novie.


Walaupun berjalan cepat, tapi sesekali dia menengok ke belakang untuk mengawasi. Dia khawatir ada yang mengikuti, terutama pria berkacamata tersebut. Setelah melihat Novie masih serius melilih pakaian dalam untuk mereka semua, Yicoe mendekatinya dengan cepat.


Yicoe berdiri di samping Novie dengan jantungnya berdetak tidak beraturan dan bernafas lega. Seakan dia baru lolos dari sesuatu atau seseorang yang mengganggu atau mengejarnya. Novie melihat ke arahnya dengan wajah tidak mengerti, karena kondisi Yicoe tidak seperti biasanya. Selalu tenang dan fokus dengan apa yang dikerjakannya.


"Mana barang yang kau cari, Coe? Kau belum memilih yang kita perlukan?" Novie melihat ke arah Yicoe dan bertanya dengan heran. Dia melihat ke arah kedua tangan Yicoe yang tidak membawa apa pun.


Yicoe tidak menjawab pertanyaan Novie, yang sedang menatapnya dengan serius dan heran. Tetapi dia merai kedua tangan Novie yang sedang memilih pakaian dalam, lalu meletakan tangan Novie ke dadanya. Novie sontak menepis tangan Yicoe dengan cepat, lalu melihat orang-orang di sekitar mereka.


"Apa yang kau lakukan? Jika ada orang yang melihat kita, akan berpikir kau sedang meminta aku merabamu." Novie berkata sambil memukul lengan Yicoe yang tertawa mendengar ucapannya.


"Kau pikirannya ngelantur jauh banget, Vie. Lagian mana ada orang yang berpikiran sepertimu... Sudaaa, ngga jadi. Aku cuma minta ditenangin, malah kau membuatku emosi." Yicoe berkata sambil mendorong pelan pundak Novie.


"Minta ditenangin? Kau abis dikejar orang atau hantu? Mengapa jantungmu berdetak seperti lonceng yang bertalu-talu begitu?" Novie jadi serius memperhatikan Yicoe. Walaupun sekilas tangan Novie menyentuh dada Yicoe, dia bisa rasakan detak jantung Yicoe yang berdetak dengan kuat dan tidak teratur.

__ADS_1


"Baru 'ngeh, kan. Selesaikan dulu pilihanmu, nanti aku ceritakan sambil jalan. Kita harus ke titipan kilat juga." Yicoe berkata cepat untuk mengalihkan perhatiannya dan juga perhatian Novie dari apa yang baru dialaminya.


"Kau pilih CD (pak*ian dal*m) Putra dan Pak Yosa. Kalau punya kita tinggal HB (ucapan terbalik yang suka digunakan untuk penutup dada wanita)." Novie berkata cepat, karena ingin mendengar cerita Yicoe yang membuatnya penasaran dan juga heran.


"Kau saja yang pilih CD Putra dan Pak Yosa. Aku ambil HB kita." Yicoe berkata dengan wajah memerah, sambil mendorong pelan Novie ke arah pakaian dalam pria. Hal itu membuat Novie melihat Yicoe dengan terkesima. 'Sejak kapan Yicoe merasa jengah memegang pakaian dalam untuk Putra dan Pak Yosa? Padahal ini bukan pertama kali mereka melakukannya.' Novie bertanya dalam hati sambil melihat Yicoe dengan heran dan alis bertaut.


"Sudaaa... Jangan lihat aku dengan wajahmu begitu. Nanti aku akan ceritakan, please." Yicoe berkata sambil mengangkat dua jari tanda peace. Novie hanya bisa menggelengkan kepalanya, tapi tidak beranjak.


"Sudaaa... Kau pilih saja dulu, biar cepat selesai." Yicoe berkata sambil mendorong pelan Novie ke arah pakaian dalam pria. Dia meneruskan pilihan Novie di pakaian dalam wanita, tanpa melihat lagi ke arah Novie.


"Iniiiih... sudaaaa... Lekas ceritakan, apa yang membuatmu seperti orang alergi. Tidak mau menyentuh CD pria. Jangan bilang kau barusan abis dilecehin." Novie memasukan yang sudah diambil ke dalam kantong belanjaan sambil mendesak Yicoe untuk menjelaskan.


Mendengar ucapan dan reaksi Novie yang serius dan waspada terhadap sekitar, Yicoe mentowel lengan Novie lalu menunjuk kantong belanjaan mereka. "Pegang ini dulu, aku akan ceritakan sambil jalan untuk hemat waktu. Mari kita lihat pilihanku yang ditinggalkan tadi. Semoga masih di tempatnya, belum dipindahkan oleh karyawan." Yicoe berkata cepat, agar mengalihkan perhatian Novie. Dia menyadari, apa yang sedang dikhawatirkan Novie, saat mengatakan tentang pelecehan.


Yicoe menarik nafas panjang dan dalam untuk menenangkan hatinya. Supaya bisa fokus pada apa yang akan diceritakan. "Begini, Vie. Tadi ada wanita yang mau mencopet ......" Yicoe menceritakan apa yang terjadi dengannya, sambil berjalan bersisian dengan Novie dan memegang lengannya untuk menenangkan. Apalagi melihat wajah cemas Novie dan sudah berpikir tentang pelecehan. Bisa panjang dan merembet kemana-mana.


"Ooh.., hanya menangani pencopet. Tapi apa hubungannya dengan detak jantungmu yang bertalu-talu itu?" Novie berpikir cepat dan kembali penasaran, karena itu sangat mengherankan baginya. Menolong seseorang dalam kesulitan, itu biasa mereka lakukan dan tidak membuat detak jantung mereka sampai berdetak seperti yang terjadi dengan Yicoe.

__ADS_1


Apalagi hanya membekuk seorang pencopet yang mencopet terang-terangan di tempat seperti ini. Mereka pernah lakukan hal yang sama, saat melihat pencopet di pasar tradisional. Tempat yang padat saling senggol, jadi tidak bisa tahu dia mencopet sendiri atau bersama komplotannya.


"Jangan bilang, wanita itu mau mencopet dompet pria itu. Sedangkan pria itu telah mencopet hatimu." Novie berkata setelah berpikir cepat ke arah lain dan mengaitkan kejadian itu dengan kondisi detak jantung Yicoe.


"Sssssttttt.... Pelankan suaramu. Malu, tauuu..." Wajah Yicoe memerah sambil melihat sekitar, khawatir ada yang mendengar atau pria kacamata berada di sekitar mereka. Tebakan Novie membuatnya merasa malu, mengingat pria tersebut hanya mau mentraktirnya, tanpa embel-embel yang lain.


"Hahahaha... Senggolanmu sudah menjawab rasa penasaranku, tapi hanya sedikiiiittt... Sekarang aku jadi penasaran untuk hal yang lain. Prianya seperti apa dan ke mana dia?" Novie tertawa senang, mengetahui Yicoe menyukai seseorang. Dia jadi makin memperhatikan sekitar untuk mencari pria yang sedang melihat ke arah mereka.


Yicoe jadi berpikir untuk mengingat pria yang ditanya Novie, karena tadi dia tidak perhatikan pria tersebut dengan serius. Jadi dia tidak tahu ciri-ciri lain, selain berkacamata dengan pandangan mata yang teduh. 'Pakai kaos berkerak, tegap..' Yicoe berusaha mengingat yang lain, tapi tidak bisa.


"Astagaaa... Belum apa-apa, dia sudah membuatmu hampir lupa ingatan. Lihat, kau sudah memikirkannya dengan serius." Novie berkata pelan di dekat telinga Yicoe, karena melihat Yicoe sedang melamum.


"Kau selalu mengagetkanku. Tadi kau bertanya, jadi aku sedang berusaha mengingatnya. Aku hanya tau dia berkacamata, dan lainnya tidak ingat." Jawab Yicoe sambil memukul tangan Novie. Dia benar-benar terkejut, karena sedang berusaha mengingat pria yang telah membuat jantungnya bertalu-talu, kata Novie.


"Pria berkacamata? Di tempat begini pasti ada banyak pria berkacamata. Tidak ada yang lebih spesifik? Pria berambut klimis, cepak atau botak. Kumis tipis hiasan, atau licin, ciiiin. Gendut atau pria roti sobek?" Novie bertanya sambil tersenyum senang, bisa ledekin Yicoe.


Yicoe memukul lengan Novie dengan kedua tangannya. Namun mengingat pertanyaan Novie, dia sontak berhenti memukul lalu memperhatikan semua orang yang ada di sekitarnya. Hal yang sama juga dilakukan oleh Novie, memperhatikan sekitar sambil mencari pria berkacamata.

__ADS_1


...~°°°~...


...~●○¤○●~...


__ADS_2