
...~β’Happy Readingβ’~...
Bram mendengar yang dikatakan Kaliana dengan serius, sambil berpikir tentang semua yang menyangkut Siska dan perkembangan kasus yang sedang ditanganinya.
π±"Siaap...! Aku akan menyelidiki di sini, sambil menunggu kabar darimu." Bram menyetujui apa yang disarankan Kaliana.
π±"Ooh, iya. Apa kalian tau, dia sekarang tinggal di mana? Ada yang bilang, dia masih tinggal di rumah dinas. Tetapi setelah aku selidiki, dia jarang menempati rumah dinasnya. Padahal dia masih aktif ke kantornya." Bram menjelaskan apa yang diperolehnya setelah menyelidiki Siska. Dia berharap, Kaliana punya informasi lain tentang tempat tinggal Siska, agar dia bisa menyelidiki di tempat yang tetap.
π±"Kemarin sore, dia berlokasi dari rumah dinas sebelum bertemu dengan Pak Yosa di Cafe. Tapi tadi malam dia pulang dan menginap di hotel di Pantai Marina." Kaliana menceritakan apa yang mereka ketahui tentang Siska dari kemaren sampai hari ini. Berdasarkan semua yang diperlihatkan Putra, kepadanya untuk dikatakan kepada Bram.
^^^Putra mengerti arah pembicaraan Kaliana dan Bram, jadi dia bekerja cepat menyiapkan semua yang dibutuhkan Kaliana. Agar semua yang dikatakan Kaliana berdasarkan semua bukti yang mereka temukan.^^^
π±"Wuaaaooo... Sekarang maianannya menginap di hotel bintang lima, yaa. Sepertinya benar yang kita pikirkan kemarin. Mungkin sekarang dia bukan guguk liar lagi, tapi tikus liar" Bram berkata dengan serius, saat mendengar penjelasan Kaliana tentang tempat Siska menginap.
π±"Yaaa, mungkin... Kalau seperti yang kita pikirkan, dia bukan tikus liar, tapi tikus got." Kaliana berkata dengan serius. Tapi Putra dan Marons jadi tersenyum, mendengar pembicaraan Kaliana dan Bram. Walau Marons baru samar-samar mengerti apa yang dibicarakan Kaliana dan Bram, tapi julukan-julukan Bram dan Kaliana membuat dia tersenyum.
π±"Ooh iyaa, Dan... Kami sedang menyelidiki orang yang dikirimi pesan oleh 'guguk liar' tadi malam dengan menggunakan nomor Jamu.gD. Kalau kau tau ada yang punya telpon satelit dan bisa kita gunakan, info, yaa." Kaliana ingat chat yang dikirim oleh Siska kepada seseorang yang sedang di selidiki oleh teamnya.
π±"Kami butuh cepat dalam waktu dekat ini." Kaliana meneruskan apa yang dia butuh dari Bram, karena mereka ingin bisa menyelesaikan semua yang berhubungan dengan Siska lebih cepat.
^^^Mendengar yang dikatakan Kaliana, Marons memberikan kode dengan tangannya, kepada Kaliana bahwa dia punya telpon yang gunakan satelit untuk berkomunikasi dalam kondisi tertentu.^^^
__ADS_1
π±"Bram, tidak usah dicari lagi. Kami sudah dapat telponnya." Kaliana berkata cepat, agar Bram tidak usah repot mencari yang diminta dan bisa konsentrasi dan pergunakan waktu dengan baik untuk rencana yang lain.
π±"Oooh... Punya boss besar?" Tanya Bram sambil tersenyum sendiri, karena membahasakan Marons dengan boss besar. Dia yakin, orang sekelas Marons bisa punya telpon satelit untuk diperlukan dalam keadaan darurat.
π±"Mmmm... Tergantung siapa yang melihatnya." Kaliana berkata sambil tersenyum, melihat alis Marons bertaut sambil memandangnya. Yang terlintas dalam pikiran Kaliana saat menjawab pertanyaan Bram, adalah demikian. Kalau orang lain, mungkin bisa dibilang boss besar. Tapi kalau dia, yaa, kekasihnya.
^^^Melihat reaksi Marons, Kaliana meletakan jari di bibirmya agar Marons tidak protes atau bertanya tentang apa yang dikatakannya. Marons hanya bisa gelengkan kepala, sedangkan Putra mengangkat dua jempolnya ke arah Kaliana, karena mengerti arti ucapan Kaliana terhadap Marons.^^^
π±"Yaaa, dicopy..." Bram berkata cepat, karena mengerti maksud dari ucapan Kaliana.
π±"Pak Yosa ada di situ? Ada yang mau aku tanyakan." Bram berkata cepat untuk mengalihkan pembahasan tentang Marons. Dia curiga, Marons sedang konek atau mendengar pembicaraan mereka, sehingga dengan cepat Kaliana bisa batalkan permintaannya untuk mencari telpon satelit.
π±"Kau yakin?" Tanya Bram cepat.
π±"Sangat...! Kau segera hubungi Raka untuk menemanimu. Jangan libatkan petugas di tempatmu yang baru, karena ini masih berhubungan dengan narkoba." Kaliana berkata cepat dan berharap Bram bisa mengerti maksudnya dan segera bersiap-siap.
π±"Kalau begitu, aku segera hubungi Raka, agar dia berlatih serius." Bram merespon dengan serius dan cepat, karena mendengar Pak Yosa sudah berlatih dengan anggota team Kaliana.
π±"Bram, tolong lihat akun sosial media guguk liar. Sepertinya dia punya anggota team terlatih dan dia yang melatih. Jadi kau bisa mengerti, apa yang harus disiapkan." Kaliana tidak mau menjelaskan panjang dan lebar untuk mengajari Bram, karena dia mengenal Bram dan kecakapannya dalam melatih anggotanya.
π±"Siaaap...! Setelah ini aku akan melihat yang kau maksudkan. Aku juga mulai pikirkan cara menghadapinya." Bram makin penasaran dengan Siska, setelah mendengar yang dikatakan Kaliana.
__ADS_1
π±"Ini Putra akan email pesan guguk liar yang dikirim untuk orang tersebut dan akan kami selidiki. Tolong baca isinya, agar bisa mengerti yang aku maksudkan untuk bersiap-siap." Kaliana berkata lagi, lalu memberikan kode kepada Putra untuk mengirim pesan yang dikirim Siska dengan menggunakan nomor Jamu.gD.
π±"Ini dia kirim pakai nomor mana?" Tanya Bram terkejut, setelah membaca email yang dikirim Putra.
π±"Itu dia kirim pakai nomor Jamu.gD dari hotel, tadi malam atau bisa dibilang dini hari. Nomor itu hanya diaktifkan untuk mengirim pesan itu. Jadi kau bisa mengerti situasi dan uregensinya." Kaliana menjelaskan, mengingat tadi malam semua anggota team juga terkejut setelah membaca pesan Siska dan membahasnya.
π±"Benar ucapanmu. Dia memang tikus got, karena main di got. Mari kita tutup lubang-lubangnya dan keringkan gotnya. Supaya dia bisa terlihat moncongnya." Bram berkata dengan geram, membayangkan Siska termasuk dalam kategori polisi kotor.
π±"Kalau aku lebih suka tidak membersihkan gotnya, agar dia ditemukan di habitat yang dia suka. Jadi, mari kita siapakan diri untuk berada di segala tempat, dimana kita bisa temukan mereka." Ucap Kaliana serius dan jadi emosi mendengar ajakan Bram untuk hadapi Siska.
^^^Kaliana, Bram, juga Pak Yosa dan beberap polisi yang lain, memang tidak suka dan tidak mau berkumpul dengan polisi yang kesukaannya menghalalkan segala cara untuk dapatkan uang atau jabatan. Sehingga mereka agak dijauhi oleh kebanyakan petugas, dan kenaikan pangkat mereka sangat merayap.^^^
π±"Mari kita tinggalkan para tikus got ini. Ada yang mau aku tanyakan padamu." Bram berkata serius setelah menarik nafas panjang. Mendengar tarikan nafas Bram, Kaliana jadi penasaran dan terdiam.
π±"Iyaa, silahkan. Apa yang mau kau tanyakan?" Kaliana bertanya serius, karena lama Bram belum bertanya seperti yang dia katakan.
π±"Begini... Sebelum aku bertanya, aku minta maaf dulu. Ini hanya bertanya, mungkin kau tau. Jika tidak atau bukan kau, kita lupakan pertanyaanku." Bram berbicara hati-hati, agar tidak menyinggung Kaliana. Sedangkan Kaliana jadi heran dan berpikir serius, mendengar apa yang dikatakan Bram.
...~°°°~...
...~ββΒ€ββ~...
__ADS_1