ROMANTIKA HIDUP

ROMANTIKA HIDUP
79. Strategi 9.


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Bram mendengar semua yang dikatakan Kaliana dengan baik dan membenarkan itu. Dia berharap Kaliana bisa mengerti dan mau membantunya dengan meminjankan Pak Yosa sewaktu-waktu, sampai dia menemukan petugas yang bisa dipercaya untuk berkerja sama dengannya.


📱"Aku tau... Makanya sekarang sedang memantau semua nyamuk yang berseliweran atau mendekat. Bagianku selain berbahaya di garis depan, tapi juga seksi untuk yang sudah 'make' dan nikmati hasil sitaan." Bram berkata demikian, karena sudah melihat sepintas beberapa kasus narkoba yang disodorkan padanya.


📱"Iyaa... akan ada banyak nyamuk pura-pura jadi kawan, tapi menyusun kekuatan utk melawanmu. Jadi berhati-hatilah..! Jika ada rencana penangkapan, kau akan dapat dukungan penuh dari kami. Jadi kau jangan berkecil hati. Kau tidak sendiri..." Ucap Kaliana menyemangati Bram lagi. Dia sangat mengerti perasaan Bram saat ini, karena dia belum pernah bertugas di tempat seperti itu, tapi pernah tahu dari teman yang tugas di situ.


Bram terdiam mendengar ucapan Kaliana. Dia sangat terharu mendengar dukungan Kaliana yang tidak diduganya. Dia tahu Kaliana punya team kerja yang baik dan mumpuni. Sebenarnya dia mau meminta itu, tapi hati kecilnya tidak rela melibatkan Kaliana untuk berhadapan dengan para pengedar, bandar atau jaringannya.


Dia lebih suka Kaliana bekerja seperti sekarang, hanya menyelidiki dan menganalisa kasus-kasus seputar pembunuhan atau penipuan. Resiko dan bahayanya tidak sebesar berhadapan dengan sindikat narkoba.


📱"Braam...?!" Panggil Kaliana, karena tidak mendengar suara atau responnya.


📱"Iyaa... Aku di sini, sedang berpikir tentang usulanmu. Kau bicarakan dulu dengan yang lain, nanti kita bicarakan lagi." Bram perlu berpikir untuk melibatkan Kaliana. Soal kemampuan, dia sudah tahu kapasitas Kaliana. Tetapi selama bertugas, mereka belum pernah berhadapan dengan para pengedar atau sindikat.

__ADS_1


Apalagi dia mencium, ada rekan dan petinggi di tempat tugas yang baru terlibat dalam hal ini. Dia tidak mau begitu saja meminta bantuan Kaliana. Resikonya terlalu besar dan tidak ada keuntungan apa pun yang akan diperoleh Kaliana dan anggota teamnya.


📱"Sudah pasti...! Nanti kita akan bicarakan kelanjutan tugasmu yang baru. Aku akan berikan jalur khusus untukmu menghubungi kami, jika akan melakukan penangkapan. Jangan percaya rekanmu yang baru untuk pergi bersamamu. Kami akan ikut bersamamu seperti bayangan. Jadi sementara ini kau tidak usah khawatir dan pikirkan, belum ada petugas yang bisa mendampingimu." Ucap Kaliana serius dan tegas. Dia pernah melakukan penangkapan penjahat bersama Bram, jadi dia yakin Bram bisa mengerti maksudnya.


📱"Setelah ini, Putra akan mengirim email yang bisa kau pakai, dan email khusus kami. Agar kau bisa hubungi di situ sebelum kita berbicara di telpon. Kapan saja kau bisa hubungi, nanti Putra yang akan meresponmu. Jika mau berbicara dengan kami, kau berada di tempat yang hanya beratapkan langit." Ucap Kaliana yang sudah memikirkan cara untuk membantu Bram. Pak Yosa hanya bisa mengangkat kedua jempolnya ke arah Kaliana, tanda menyetujui.


📱Baik... Nanti kita bicarakan lagi. Dari tadi bicara tentangku, sampai lupa bicara tentang maksud pesanmu. Ada apa?" Tanya Bram cepat, karena apa yang dikatakan Kaliana soal bantuannya, sudah lebih dari cukup untuknya. Jadi untuk sementara waktu bisa fokus menangani kasus, tidak terbagi untuk menentukan rekan kerja yang bisa diajak kerja sama.


📱"Ooh itu... Tadi kau sudah jawab, tentang kondisi Bu Chasina..." Kaliana menjelaskan tentang rencana jahat orang tua Jaret terhadap Chasina dengan bantuan pimpinannya.


📱"Tidak usah kau pikirkan keadaannya, aku sudah membuat tembok berlapis. Kau konsen saja lengkapi bukti untuk meringankan hukumannya." Bram menjelaskan tentang apa yang sudah dilakukan untuk mengamankan Chasina.


📱"Baik... Akan kami siapkan. Aku sudah tahu itu saat mendengar wawancaramu waktu serahkan kasus Jaret ke Kejaksaan." Kaliana merasa lega, apa yang dia baca dari kode Bram adalah benar. Kasus yang ditanganinya akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan dan disidangkan.


📱"Aku segera limpahkan tanpa bilang padamu, karena waktunya sangat sedikit dan perubahannya bergulir dengan cepat. Aku yakin, sewaktu-waktu bisa dimutasikan, jadi harus menyelamatkan bukti yang ada dengan melimpahkan kasus itu ke Kejaksaan." Bram menjelaskan lagi, agar Kaliana mengerti rencananya.

__ADS_1


📱"Aku tidak tau, siapa yang ditunjuk untuk gantikan aku di bagian itu. Jangan sampai penggantiku menghilangkan bukti penting, atau menambahkan bukti baru, sehingga Bu Chasina akan dihukum berat karenanya." Bram berkata demikian, karena itu sering terjadi. Dia berharap, Kaliana bisa menyusun strategi untuk bisa meringankan hukuman Chasina dengan bukti-bukti yang ada.


📱"Semua bukti yang anggota team mu peroleh dan juga yang ada pada kami, bisa digunakan oleh pengacara untuk menolong Bu Chasina dan Pak Marons. Pak Ewan sedang berusaha lolos atau dihukum minimal." Semua orang dalam ruangam menarik nafas lega sambil mengelus dada. Semua yang dilakukan Bram, mempermudah pembelaan Danny dan pekerjaan Kaliana melengkapi bukti yang sudah ada.


📱"Makasih, Bram. Kalau kau sempat copy semua bukti yang diserahkan ke Kejaksaan, tolong kirim lewat email yang akan diberikan Putra, ya. Jadi sekarang kami hanya menunggu kabar darimu untuk membantu kasusmu." Kaliana merasa lega, teamnya akan segera menganalisa bukti yang sudah dilengkapi.


📱"Siap...! Nanti aku email semua buktinya, agar kau bisa amankan itu. Aku sudah copy tapi belum bisa dikirim, karena tidak yakin dengan keamanan yang ada padaku." Bram sekarang merasa yakin dengan keamanan komunikasi yang ditawarkan Kaliana. Agar tidak terlacak oleh petugas penggantinya.


📱"Baik... Setelah ini, Putra akan kirim email untukmu. Ooh iya, Bram... Karena kau sudah di situ, tolong tiupkan sedikit tentang kasus Jaret, jika ada wartawan yang menanyakan perkembangan kasusnya padamu." Kaliana berkata demikian karena dia menduga kasus narkoba Jaret akan disidangkan. Selain Bram yang menangkapnya, sekarang Bram ada di bagian narkotika. Jadi wartawan akan mencarinya jika kasus itu mulai bergulir.


📱"Mendengar yang kau katakan tadi, jangan, jangan 'Bintang' akan menyesal telah memutasikan aku ke tempat ini." Bram berkata tiba-tiba karena baru terpikirkan, saat mendengar apa yang dikatakan Kaliana. Dia jadi berpikir dampak kepidahannya untuk kelanjutan kasus Jaret.


📱"Apa maksudmu? Apa mereka telah salah ambil keputusan untuk pindahkan kau ke situ?" Tanya Kaliana sambil berpikir, karena belum mengerti arah pernyataan Bram. Dia hanya meminta bantuan Bram untuk meniup kasus Jaret, karena ada rencana di benaknya untuk mengembangkan kasus gugatan cerai Chasina ke arah yang lebih luas.


📱"Begini... Mungkin mereka marah karena aku limpahkan kasus Jaret ke Kejaksaan, sehingga mereka putuskan pindahin aku ke sini untuk menjebak atau memendamku karierku. Atau seperti yang kau katakan, mereka membuangku. Tetapi mendengar yang kau katakan tadi untuk meniup kasus Jaret, aku jadi berpikir dari sisi yang berbeda." Bram berkata sambil memikirkan sesuatu yang tidak terpikirkan olehnya sebelum mendengar permintaan Kaliana.

__ADS_1


...~°°°~...


...~●○¤○●~...


__ADS_2