ROMANTIKA HIDUP

ROMANTIKA HIDUP
132. Warna Sari 25.


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Keesokan paginya, semua bangun seperti biasanya. Termasuk Kaliana dan Marons yang hanya tertidur sebentar. Mereka dibangunkan oleh bunyi alaram yang sudah diatur oleh mereka. Semua orang tersenyum senang, saat ke ruang makan dan melihat Marons sedang bercakap-cakap dengan Danny di meja makan.


"Selamat pagi semua. Sehat-sehat semua?" Sapa Marons melihat semua anggota team sopape masuk ke ruang makan sambil tersenyum, saat melihatnya.


"Tidurmu nyenyak, Putra?" Tanya Marons yang melihat Putra terkejut melihatnya. Pertanda, tadi malam dia tidak terbangun dan tidak melihatnya dengan Kaliana di ruang makan.


Biasanya kalau dia melihat, pasti ada senyum lucu di wajahnya saat mrlihatnya di paginhari. Kaliana jadi tersenyum mendengar pertanyaan Marons. Dia mengerti maksud Marons bertanya seperti itu kepada Putra, setelah melihat sosial media dan memeriksa akun Putra yang bersih dari gambar karikatur Marons dan Kaliana.


"Iyaa, Pak. Hampir lupa bangun, kalau ngga diseret Pak Yosa. Guguk liar bikin kami kecape'an jiwa raga." Putra berkata dengan wajah tersenyum ke arah Kaliana lalu duduk di samping Pak Yosa.


"Sangking capek, ada yang nyanyi sumbang beberapa lagu." Pak Yosa memberikan isyarat kepada Yicoe dan Novie, Putra tidur sambil ngorok.


"Masih mending nyanyi sumbang, daripada Pak Yosa yang lakukan pukulan bayangan tanpa lawan." Semua orang tertawa melihat gerakan Putra menangkis, mengikuti gerakan Pak Yosa dalam tidur.


"Aku ngelindur?" Tanya Pak Yosa seakan tidak percaya, karena hal itu tidak pernah terjadi. Putra mengangguk mengiyakan sambil tersenyum.


Kaliana yang hendak melewati Marons, tertahan oleh pegangan tangan Marons. "Tidak menyapaku?" Tanya Marons sambil mengangkat wajahnya melihat Kaliana.


"Pagiii..." Bisik Kaliana sambil menempelkan pipinya ke Marons yang sedang tersenyum melihatnya. Sontak Yicoe dan Novie menutup mulut mereka dengan kedua tangan, melihat kemesraan Marons dan Kaliana. Sedangkan Putra menutup kedua matanya dengan kedua tangan yang jari-jarinya direnggangkan. Membuat Kaliana jadi gemas melihatnya, lalu memukul lengannya dengan wajah memerah.

__ADS_1


"Ada yang berkangen ria, hampir membuat kopiku nyangkut di tenggorakan." Pak Yosa berkata, lalu meletakan cangkir kopinya kembali di meja makan, sambil melihat Kaliana dan Marons bergantian.


"Gimana, ada rencana yang berubah hari ini?" Tanya Pak Yosa kepada Kaliana sambil menikmati sarapan yang sudah disediakan Bibi di meja makan. Pak Yosa bertanya, karena Marons sudah kembali, mungkin Kaliana tidak jadi libur dan merubah kegiatan mereka.


"Ngga ada yang berubah, Pak Yosa. Lakukan seperti rencana kita tadi malam. Menjelang sore, aku sudah kembali." Kaliana berkata serius, tanpa melihat ke arah Marons.


"Pak Danny ada rencana keluar hari ini? Katakan saja sama Pak Yosa, biar sekalian keluar dengan mereka." Kaliana berkata lagi, sambil melihat Danny yang sudah menghabiskan sarapannya.


"Iyaa, Mba'. Aku mau ke kantor sebentar. Hanya berkoordinasi dengan patner dan asisten. Aku dengar, kasus narkoba Pak Jaret akan disidangkan hari ini." Danny menjelaskan dan menyampaikan apa yang didengarnya kepada team sopape dan Marons.


Mendengar itu, Marons menggelengkan kepalanya ke arah Kaliana yang terkejut dengan apa yang disampaikan Danny. Lalu membuat gerakan mau bicara dengan Putra untuk mengatur atau mau merubah rencana hari itu.


Dengan isyarat mata, Marons mengingatkan Kaliana untuk fokus pada rencana sebelumnya. Kaliana mengangguk pelan, pertanda mengerti maksud Marons.


Semua mengangguk mengerti, lalu berdiri setelah sarapan. "Bibi, maaf. Kami tidak bisa bantu, karena ada yang mau dikerjakan." Kaliana berkata kepada Bibi, saat mengangkat perlengkapan makan ke dapur.


"Iyaa, Non. Biarkan saja, nanti Bibi yang kerjakan." Bibi mengerti, jika Kaliana sudah katakan seperti itu, mereka pasti sedang sibuk.


"Niii... Duduk di sini. Kita bicarakan rencanamu hari ini. Kau tetap di rumah atau mau lakukan sesuatu di luar rumah?" Marons berkata sambil menepuk kursi di sampingnya. Marons bertanya tentang rencana Kaliana yang belum sempat dibicarakan mereka, agar dia bisa mengaturnya.


"Aku mau keluar. Mau ke pantai untuk tabur bunga. Karena menurut pihak penerbangan, pesawatnya jatuh di laut. Jadi aku sering ke laut untuk tabur bunga untuk mengenang orang tuaku." Kaliana berkata pelan sambil menunduk di samping Marons dan ruang makan sudah sepih.

__ADS_1


"Kalau begitu, sekarang siap-siap. Aku akan mengantarmu, tapi kita pakai sopir. Selain kau ngga bisa konsen, aku agak capek. Supaya kita bisa istirahat di jalan, sambil bicarakan yang akan kau lakukan." Marons berkata sambil menepuk pelan tangan Kaliana yang ada di atas meja.


Kaliana mengangguk lalu berdiri untuk bersiap-siap seperti yang diminta Marons. Agar bisa berangkat tidak terlalu siang, hingga membuat mereka lama di jalanan, karena macet.


Beberapa saat kemudian Kaliana sudah rapi dengan celana jeans hitam dan kemeja putih tulang yang digulung lengannya 3/4, tanpa rompi. Jadi dia membawa tas tangan untuk mengisi dompet dan ponselnya.


Kemudian dia menemui anggota team sopape di ruang kerja. "Pak Yosa, tolong antar Pak Danny ke kantornya, sekalian jalan keluar bersama Novie. Dan tolong pilih tongkat yang panjang dan pendek juga, ya." Kaliana berkata serius dan cepat, karena tadi malam dia lupa membicarakan ukuran tongkat yang akan dibeli.


"Putra, kalau perlu sesuatu denganku, atau dihubungi Pak Bram, atau mau info apa pun, hubungi Pak Marons saja, ya. Ponselku non aktif sampai sore." Kaliana berkata serius sambil memegang pundak Putra, sambil memijit pelan.


Semua anggota team mengangguk mengerti. Mereka tidak bertanya kemana Kaliana akan pergi, karena Kaliana sudah mengatakan ada urusan pribadi dan mereka menghargainya. Kaliana tidak pernah libur di hari kerja, jika tidak benar-benar perlu dan penting.


"Coe, kalau ada waktu longgar, tolong cari info tentang persidangan Jaret yang dibilang Pak Danny tadi, ya. Mungkin benar ada persidangan dan mungkin ada berita baru seputarnya." Kaliana berkata pelan sambil mengelus pundak Yicoe.


"Siap, Mba'." Yicoe berkata pelan sambil mengangkat jempolnya ke arah Kaliana.


Kemudian Kaliana segera turun untuk menemui Marons di lantai bawah. Ketika melihat Marons belum ada, Kalianan berjalan cepat menuju garasi. "Sopapa, hari ini kau ngga ikut, ya... Nanti kita akan jalan-jalan lagi." Kaliana berkata pelan seakan sedang berbicara dengan mobilnya. Dia berjalan mengitari mobil, sambil memegang mobilnya dan berbicara.


"Niii... Sedang apa? Kita pakai mobilku. Itu sudah dikeluarin sopir." Tanya Marons yang sedang mencarinya dan heran dengan apa yang dilakukan Kaliana. Marons berkata sambil menunjuk ke luar garasi untuk mengingatkan Kaliana, mereka akan naik mobilnya.


"Oooh, kau sudah rapi rupanya. Yuuukkk... Nanti di mobil baru aku ceritain." Kaliana berkata cepat untuk menutupi rasa malunya, lalu mendorong Marons keluar dari garasi. Kaliana jadi jenga karena menyadari Marons melihat dia sedang berbicara sendiri dengan alis bertaut.

__ADS_1


...~°°°~...


...~●○¤○●~...


__ADS_2