ROMANTIKA HIDUP

ROMANTIKA HIDUP
06. Gayung Bersambut.


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Setelah berbicara dengan Marons, Ayahnya langsung menghubungi Pak Adolfis untuk membicarakan permintaan Marons. Banyak hal dan pertanyaan berputar di kepalanya tentang apa yang terjadi dengan putranya.


Pak Adolfis yang sedang dalam perjalanan ke kantor polisi, terkejut melihat Ayah Marons menghubunginya. Beliau berpikir lama baru merespon panggilan Ayah Marons. Pak Adolfis berpikir, telpon Ayah Marons yang sekarang ini, bukan karena urusan bisnis. Tetapi masalah yang sedang terjadi dengan putrinya.


Pak Adolfis yang telah mendengar cerita dari sopir Chasina dan juga pemberitaan media masa, merasa tidak enak hati berbicara dengan Ayah Marons. Sekarang putrinya ditahan karena membunuh mantunya.


Selain sedang sedih dan shock, lebih pada rasa malu untuk berbicara dengan Ayah Marons. Pak Adolfis tidak tahu mau mengatakan apa kepada Ayah Marons. Karena beliau sendiri tidak tahu, mengapa putrinya bisa membunuh mantunya Pak Petter, istri Marons.


📱"Selamat malam Pak Adolfis. Apa saya mengganggu?" Tanya Ayah Marons, saat Pak Adolfis merespon panggilannya. Sapaan Ayah Marons membuat Pak Adolfis jadi terkejut.


📱"Selamat malam Pak Petter. Tidak juga, Pak. Ini saya sedang di jalan. Bagaimana, Pak?" Pak Adolfis berkata pelan, karena kondisinya yang sedang shock mendengar apa yang dialami oleh putrinya dan juga perasaan tidak enak terhadap Ayah Marons.


📱"Pak Adolfis sudah dengar tentang apa yang dialami oleh putri anda?" Tanya Ayah Marons yang juga ikutan berkata pelan. Beliau bisa rasakan apa yang sedang dirasakan Pak Adolfis, jika sudah tahu tentang putrinya.


📱"Sudah Pak. Ini mau ke kantor polisi untuk menemuinya. Tadi sopirnya pulang ke rumah untuk beritahu kami. Tapi istri pingsan, jadi saya lama baru ke kantor polisi." Pak Adolfis masih berbicara pelan, dan berusaha menjelaskan bahwa mereka sebagai orang tua Chasina merasa terpukul dengan apa yang dilakukan putri mereka.


Agar Ayah Marons bisa mengerti, bahwa mereka tidak tahu dan juga tidak terlibat dengan apa yang dilakukan oleh putri mereka. Bagaimana pun, Pak Adolfis berusaha menjaga hubungan baiknya dengan Ayah Marons.


📱"Saya ikut prihatin dengan apa yamg terjadi, Pak Adolfis. Ini saya telpon, karena ada permintaan Marons, agar bisa bicara dengan Pak Adolfis. Saya belum bertemu dengannya, jadi belum bisa tau banyak. Dia hanya minta bicara dengan Pak Adolfis, agar dia bisa tolong Chasina." Ayah Marons menjelaskan maksud menghubungi Pak Adolfis, agar beliau tahu ini tentang Chasina bukan tentang bisnis mereka.

__ADS_1


Pak Adolfis terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Ayah Marons. 'Apa yang sedang terjadi dan apa maksud Marons meminta Ayahnya menghubunginya dengan permintaan seperti itu?' Pak Adolfis ngebatin dengan dahi berlipat, sambil berpikir.


Pak Adolfis yang sedang merasa tidak enak terhadap Ayah Marons karena mantunya dibunuh oleh putrimya, sekarang justru Marons yang istrinya dibunuh mau menolong Chasina. Banyak hal dipikirkan oleh Pak Adolfis karena situasi yang ganjil dan aneh menurutnya.


📱"Apa maksudnya, Pak Petter? Pak Marons mau menolong Chasina? Apa saya tidak salah dengar?" Tanya Pak Adolfis yang masih terus berpikir tentang permintaan Ayah Marons.


📱"Iya, Pak Adolfis. Saya juga belum mengerti maksud permintaannya, karena belum bertemu dengannya. Tetapi dia meminta, agar Pak Adolfis memakai pengacaranya untuk menolong Chasina." Ayah Marons berkata cepat, karena tahu kondisi Pak Adolfis yang heran dengan permintaan Marons.


📱"Dia juga meminta, agar Pak Adolfis gunakan jasa detektif yang disewanya dalam menyelesaikan kasus ini, supaya bisa menolong Chasina. Dari yang dikatakan, ada banyak hal yang belum bisa dimengerti. Tetapi Pak Adolfis kenal putra saya. Jika dia katakan demikian, pasti sedang terjadi sesuatu." Ayah Marons berusaha meyakinkan Pak Adolfis, bahwa Marons serius dan tulus mau menolong putrinya.


📱"Untuk lebih jelasnya, lebih baik Pak Adolfis bicara langsung dengannya. Dia sedang mengurusi kasus ini bersama pengacara dan detektifnya. Mungkin Pak Adolfis bisa dapatkan sedikit informasi dalam mengambil keputusan." Ucap Ayah Marons lagi, untuk memberi semangat dan dorongan. Agar Pak Adolfis jangan terlalu lama berpikir.


📱"Dari pembicaraan Marons, ada banyak hal yang belum jelas. Sebagaimana saya mengenal putra saya, Pak Adolfis juga mengenal putri anda. Apa dia bisa lakukan suatu tindakan kejahatan seperti yang dituduhkan saat ini?" Ayah Marons menguatkan Pak Adolfis dan mengharapkan tetap percaya pada putrinya.


Pak Adolfis mengenal Marons dan sikapnya dalam berbisnis. Jadi beliau menghormati Marons sebagaimana menghormati Ayahnya. Sehingga beliau sangat menjaga hubungan baik mereka dalam berbisnis.


📱"Baik. Alangka baiknya, Pak Adolfis jangan terlalu lama ambil keputusan. Kasihan Chasina dan tolong bicara baik-baik dengannya. Saat ini dia butuh dukungan dari banyak orang." Ucap Ayah Marons, mengingat ucapan Marons tentang suaminya yang brengs*k.


📱"Terima kasih Pak Petter. Saya sudah tiba di kantor polisi. Sebentar lagi baru saya hubungi Pak Marons." Ucap Pak Adolfis sambil turun dari mobil untuk menemui putrinya.


~°°°~ ~°°°~ ~°°°~

__ADS_1


Di sisi yang lain ; Marons masih duduk di meja makan sedang berbicara dengan Kaliana, sambil menunggu minuman hangat dan cemilan yang dipesan Kaliana untuk mereka semua.


Ketika menerima pesan dari Ayahnya bahwa telah berbicara dengan Pak Adolfis, Marons merasa lega. 'Semoga semuanya baik-baik saja.' Hanya itu yang ada dalam benak Marons, karena mengenal Pak Adolfis.


"Ni, minta kartu namamu." Ucap Marons sambil mengulurkan tangannya ke arah Kaliana yang melihatnya dengan tidak mengerti. Karena Marons meminta kartu namanya dengan tiba-tiba, tanpa ada pembicaraan sebelumnya yang menyinggung hal itu.


Melihat keseriusan Marons, Kaliana berdiri untuk mengambil yang diminta Marons tanpa bertanya lagi. Kemudian kembali sambil membawa kartu namanya lalu berikan kepada Marons yang masih duduk di meja makan.


"Ini hanya ada nomor untuk umum. Yang aku berikan untukmu, itu nomor pribadi." Ucap Kaliana serius, menjelaskan apa yang tercantum di kartunya.


"Aku tau, makanya aku minta. Mungkin ada yang membutuhkan nomor ini, jadi aku simpan. OK?" Marons berkata sambil menyimpan nomor telpon Kaliana yang tercantum di kartu nama ke dalam ponselnya.


Saat selesai mencatat dan hendak menyimpan ponselnya, tiba-tiba ponselnya bergetar. Melihat siapa yang telpon, Marons melihat ke arah Kaliana dan memberikan kode mau terima telpon. Kaliana mengangguk mengerti, lalu menginggalkan Marons sendiri. Dia kembali ke ruang keluarga menemui anggota team sopape.


📱"Selamat malam, Pak Adolfis. Apa kabar?" Tanya Marons saat merespon panggilan Pak Adolfis dengan sopan dan hangat.


📱"Selamat malam, Pak Marons. Sangat tidak baik. Saat ini saya ada di kantor polisi menemui putri saya." Ucap Pak Adolfis sedikit lega, setelah berbicara dengan Chasina. Melihat kondisinya yang tegar, Pak Adolfis menyadari putrinya sedang berusaha membuat dirinya baik-baik saja di depannya.


Pak Adolfis juga merasa sedikit tenang mendengar suara Marons seperti biasa menyapanya. Tidak ada amarah dalam nadanya saat menyapa dan mau menanyakan kabarnya. Sehingga Pak Adolfis bisa berbicara terbuka dengannya.


...~°°°~...

__ADS_1


...~●○¤○●~...


__ADS_2