ROMANTIKA HIDUP

ROMANTIKA HIDUP
123. Mulai Beraksi.


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Pak Yosa mendengar pertanyaan Bram dengan serius, sambil menunggu jawaban dari Putra tentang apa yang ditanyakan Bram. Saat di ruang kerja, team sopape tidak membicarakan atau memperhatikan hal itu.


Bram menghabiskan sebotol air mineral yang dibawa Pak Yosa, lalu kembali duduk di tempat tidur. Dia terus memikirkan apa yang mengganggu pikirannya.


"Bram, mungkin saja dia sudah tau dan mengnonaktifkan nomor batoknya. Atau memang nomor itu diaktifkan pada waktu-waktu tertentu saja?" Pak Yosa berkata serius dan balik bertanya untuk menjawab pertanyaan Bram, setelah berpikir dan menganalisa pertanyaannya.


Bram jadi makin serius berpikir, setelah mendengar pertanyaan Pak Yosa. "Bisa seperti itu, Pak. Mungkin dia punya nomor lain yang tidak batok. Mungkin sekarang dia memakai nomor itu untuk berkomunikasi dengan orang lain, sedangkan nomor Jamu.gD hanya dipakai untuk berkomunikasi dengan Jaret di tahanan." Bram berkata sambil berpikir tentang kemungkinan yang ditanyakan Pak Yosa.


"Bisa terjadi seperti itu, Bram. Tapi kita sabar dulu, tunggu sampai nanti malam. Supaya bisa pastikan semua kemungkinan itu." Pak Yosa berkata serius, sambil mendengar keterangan Kaliana tentang pertanyaan Bram.


^^^Kaliana telah mengatakan, bahwa nomor Jamu.gD tidak aktif sebelum waktu terjadi penggeledahan. Tetapi Pak Yosa tidak mau mengatakan itu kepada Bram. Agar Bram tidak berpikir, mereka terus mengawasinya, hingga tahu persis sebelum terjadi penggeledahan. Padahal Bram tidak mengatakan padanya waktu tepat, dia lakukan penggeledahan di sel tahanan Jaret.^^^


"Jangan kuras energi untuk pikirkan semua kemungkinan itu. Sekarang kau istirahat, nanti kalau sudah bangun, aktifkan nomor ponselmu. Agar Anna bisa berkomunikasi denganmu. Aku mau pergi jemput Pak Danny dan lakukan pengintaian untuk nomor Jamu.gD itu." Pak Yosa memberikan saran kepada Bram, karena melihat wajahnya belum segar. Kemudian Pak Yosa berdiri lalu pamit padanya. Bram mengangguk, mengiyakan, lalu berdiri dan memasukan kembali semua barang sitaan ke dalam kantong bersegel.


"Ooh iyaa... Kau pergi sendiri geledah sel tahanan Jaret, atau ada dengan anggotamu?" Pak Yosa teringat dengan permintaan anggota team untuk konfirmasi pada Bram. Apakah dia pergi sendiri atau ada yang bersamanya saat lakukan penggeledahan.


"Aku pergi berdua dengan salah satu anggota. Ada apa, Pak?" Tanya Bram sambil merapikan semua makanan dan memasukan ke dalam paper bag, lalu mengantar Pak Yosa ke pintu.


"Tidak ada apa-apa. Kami ingin tau, agar ada saksi yang mendukungmu saat menghadap 'Bintang'. Apa lagi sekarang ada yang mengawasi gerak-gerikmu." Pak Yosa tidak bicarakan apa yang dilakukan pimpinan Bram, dari hasil pemantauan Putra. Agar dia tidak terbagi pikirannya dan tidak fokus dengan apa yang sedang direncanakannya.

__ADS_1


"Aku sedang menunggu kepastian siapa pemilik nomor Jamu,gD yang ada di ponsel Jaret, baru lakukan tindakan selanjutnya. Aku sangat yakin, nomor itu sangat berarti bagi Jaret. Jika tidak, mana mungkin dia menyimpan nomor itu dengan nomor Parikus. Semua jejak chat atau telpon mereka, dihapus oleh Jaret. Ponselnya benar-benar bersih." Bram menjelaskan dengan serius, apa yang membuat dia curiga.


"Ok, tunggu kabar dari kami. Hati-hati dan tetap waspada." Pak Yosa berkata lagi, lalu pamit meninggalkan Bram yang mengantarnya sampai ke pintu, tanpa keluar dari kamarnya. Pak Yosa berikan tanda 'OK' kepadanya, setelah melihat koridor aman lalu meninggalkannya.


Beberapa waktu kemudian, Pak Yosa sudah tiba di kantor pengadilan negeri untuk menjemput Danny, karena belum ada informasi dari Putra tentang lokasi nomor Jamu.gD.


"Pak Danny mau kemana lagi, sebelum pulang ke rumah?" Pak Yosa mengajak bicara Danny, saat mereka telah berada di dalam mobil.


"Mau ke kantor sebentar untuk ambil berkas dan berbicara dengan asisten, sekalian makan siang, Pak." Jawab Danny, karena melihat hampir tiba waktu makan siang dan ada dokumen yang mau diambil di kantornya.


Danny juga perlu berkoordinasi dengan asistennya, agar tiba waktu persidangan, mereka sama-sama siap. Pak Yosa mengangguk mengerti, lalu mengarahkan mobilnya ke arah kantor Danny yang tidak terlalu jauh dari kantor pengadilan negeri.


Beberapa waktu kemudian, semua anggota team sopape sedang meneliti dan membahas foto barang sitaan Bram yang diambil oleh Pak Yosa. Mereka hanya istirahat sejenak di ruang kerja, kecuali Putra yang terus memantau perkembangan postingan flexing orang tua Jaret dan juga nomor Jamu.gD.


Sedangkan Danny yang sudah pulang bersama Pak Yosa, berada di kamar untuk menyiapkan materi sidang. Danny tidak ikut berkumpul di ruang kerja, karena yang dilakukan oleh team sopape tidak berhubungan dengannya. Mereka hanya membantu Bram, sambil menunggu waktu persidangan.


Menjelang senja, Putra memberikan isyarat kepada Kaliana, bahwa nomor Jamu.gD telah diaktifkan. Putra segera menyimpan semua foto barang bukti yang disita Bram dengan barang bukti kasus Jaret sebelumnya. Kemudian memperlihatkan nomor Jamu.gD, agar team sopape bisa fokus pada lokasi Jamu.gD dan mengikutinya. Semua anggota segera melihat layar monitor dengan serius.


"Dia menghubungi nomor rikusP." Putra berkata cepat, saat melihat nomor Jamu.gD melakukan panggilan ke nomor Parikus.


"Benar yang dikatakan Bram. Nomor ini hanya dipakai untuk berkomunikasi dengan orang tertentu, sebagaimana juga Jaret." Pak Yosa teringat dengan apa yang dikatakan Bram.

__ADS_1


Orangnya tidak melakukan panggilan ke nomor Jaret yang tidak aktif. Dia menghubungi nomor Parikus. "Ahaaa... berarti nomor ini hanya dia gunakan untuk berurusan dengan Jaret dan orang tertentu saja." Kaliana berkata setelah melihat yang diperlihatkan Putra.


"Dia tidak menghubungi nomor Jaret, berarti dia sudah tau terjadi penggeledahan di sel tahanan Jaret dan ponselnya sudah disita." Pak Yosa berkata setelah mengamati aktivitas nomor Jamu.gD yang tidak menghubungi Jaret.


"Sekarang dia berada dalam mobil." Putra berkata lagi, setelah melihat gerakan nomor Jamu.gD yang cepat meninggalkan tempat awal aktif.


"Putra, tandai lokasi awal nomor ini diaktifkan. Mungkin itu tempat tinggal, kantor atau yang lainnya." Kaliana berkata sambil terus melihat layar monitor dengan serius.


"Pak Yosa dan Novie segera ganti pakaian dan bawa semua perlengkapan penyamaran, mungkin akan diperlukan. Jangan lupa kenakan rompi dan Jacket." Kaliana memberikan instruksi cepat, agar mereka tidak kehilangan jejak pemilik nomor Jamu.gD. Pak Yosa dan Novie mengangguk, lalu segera berdiri meninggalkan ruang kerja.


Beberapa saat kemudian, Pak Yosa dan Novie telah kembali ke ruang kerja. Mereka sudah mengenakan rompi kerja, jacket dan menjijing tas kecil berisi perlengkapan menyamar mereka.


"Kami berangkat sekarang?" Tanya Pak Yosa yang melihat Novie juga sudah siap.


"Iyaa... nanti kami beritahukan lokasinya saat dia berhenti. Novie yang bawa motor ya, Pak. Setelah tiba di tempat, Pak Yosa turun dan nyalakan kamera. Hanya nyalakan kamera, agar kami bisa lihat orangnya untuk diselidiki. Sekarang ini, jangan sampai beradu. Kita hanya mau mengambil gambar orangnya, untuk tahu siapa dia." Kaliana memberikan instruksi untuk Pak Yosa dan Novie.


"Vie, pakai penutup kepalamu dari sekarang. Ingat, yang di belakangmu itu Pak Yosa." Yicoe berkata demikian, karena sudah mengerti arti dari apa yang dikatakan Kaliana dan mengapa Kaliana meminta Novie yang bawa motor. Mereka akan siap-siap untuk ngebut, jika situasi menuntut mereka harus cepat tiba di tempat.


...~°°°~...


...~●○¤○●~...

__ADS_1


__ADS_2