ROMANTIKA HIDUP

ROMANTIKA HIDUP
160. Bersiap 5.


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Setelah Kaliana menyampaikan apa yang dikatakan Marons kepada Kaliana, team sopape segera melakukan persiapan sesuai permintaan Marons.


Kaliana segera mendata apa saja yang harus mereka bawa selain perlengkapan yang baru dibeli oleh Marons. Agar mereka hanya melakukan satu kali perjalanan sampai besok hari.


^^^Team sopape tidak kembali ke rumah setelah uji coba peralatan yang baru dibeli. Karenan dengan apa yang dikatakan Marons untuk tidur di boat atau di hotel terdekat, berarti Marons menginginkan mereka akan lakukan uji coba dan tidak kembali ke rumah sampai besok.^^^


"Pak Yosa, nanti ngga usah bawa mobil, agar kita ngga repot cari parkiran. Kita pesan mobil online saja untuk mengantar kita ke sana." Kaliana berkata cepat, saat mereka sedang mendata perlengkapan apa saja yang akan dibawah.


^^^Kaliana telah meminta Novie dan Yicoe untuk mendata semua keperluan mereka, sambil Kaliana memikirkan yang lain, agar tidak ada yang tertinggal.^^^


"Vie, Coe, tolong bawa semua baju bunglon team dalam tas khusus, sekalian dengan pakaian ganti kita. Agar besok kita ngga perlu balik ke sini lagi untuk ambil baju bunglon." Kaliana berkata cepat, saat teringat dengan baju seragam lapangan mereka yang baru.


^^^Setelah melihat semua perlengkapan sudah rapi dalam ransel Putra dan Pak Yosa, mereka turun meninggalkan Pak Yosa dan Putra merapikan semua keperluan pribadi yang akan dibawa oleh mereka.^^^


"Loh, Pak Marons sudah pulang, Pak?" Tanya Kaliana, saat melihat sopir Marons masuk ke dalam rumah, setelah memarkirkan mobil di halaman.


"Tidak, Bu. Bapak minta saya menjemput Ibu untuk diantar ke dermaga." Sopir Marons berkata, sambil menunjuk mobil kantor Marons yang lebih besar.


"Ooh, baik, Pak. Trima kasih. Tunggu sebentar, ya. Ada yang mau kami siapkan dulu. Silahkan minta minuman sama Bibi di dapur." Kaliana berkata cepat, lalu menyusul Novie dan Yicoe, setelah sopir Marons mengucapkan terima kasih.


^^^Tidak lama kemudian, Putra dan Pak Yosa turun dari lantai atas sambil membawa semua bawaan mereka, lalu memasukan semua barang tersebut ke dalam mobil dan dibantu oleh sopir Marons. Begitu juga dengan semua barang yang dibawa Kaliana, Yicoe dan Novie.^^^

__ADS_1


"Putra, kirim email ke Pak Bram, kita sudah berangkat. Kirim juga lokasi tujuan kita. Nanti disana baru kita sharelock lagi." Kaliana berkata, saat mereka semua sudah berada dalam mobil menuju Pantai Marina.


"Jangan lupa kirim email juga kepada Pak Danny, agar beliau tidak pulang ke rumah. Katakan saja, kita sedang lakukan penyelidikan di luar dan tidak pulang ke rumah." Kaliana berkata lagi, mengingat Danny yang belum pulang. Putra segera melakukan apa yang diminta oleh Kaliana.


Beberapa waktu kemudian, mereka tiba di Pantai Marina. Team sopape dengan cepat mengenakan masker lalu menurunkan semua barang yang mereka bawa menuju dermaga dimana boat keluarga Marons berlabu.


^^^Kapten kapal yang sudah mengenal sopir Marons, segera turun dari kapal. Kaliana menurunkan maskernya, lalu menyapa kapten kapal, agar bisa mengenalnya dan tidak ragu. ^^^


^^^Melihat Kaliana, kapten kapal segera membantu mereka naik ke kapal, lalu menata semua barang yang dibawa di dalam kapal. Kemudian mempersilahkan team sopape masuk ke dalam kapal.^^^


Seteleh semua barang tertata rapi, sopir Marons segera pamit meninggalkan Kaliana. Dia harus secepatnya balik ke kantor untuk menjemput Marons.


"Pak, tolong bilang Pak Marons, pakai mobil yang tadi saja ke sini. Mungkin kami akan perlukan mobil itu lagi." Kaliana berkata cepat, sebelum sopir Marons meninggalkan kapal.


Putra segera mempersiapkan peralatannya, dibantu oleh Yicoe dan Novie. Kaliana melihat semua barang bawaan mereka sambil berpikir. Sedangkan Pak Yosa ke buritan bersama kapten kapal untuk melihat situasi laut sebelum malam.


"Kapten, apakah laut akan sangat gelap setelah malam tiba?" Tanya Pak Yosa setelah melihat sekitar pantai dan laut lepas yang ada di depannya.


"Tidak, Pak. Sekitar pantai agak terang dengan lampu-lampu dari gedung di darat dan juga kapal-kapal yang sedang berlabu di dermaga. Kecuali kalau sudah ke laut lepas, agak gelap. Hanya lampu dari kapal-kapal yang ada berlayar." Kapten kapal menjelaskan apa yang diketahuinya, karena belum mengetahui tujuan mereka.


^^^Kapten kapal hanya datang mempersiapkan kapal sesuai permintaan Marons, tanpa mengetahui tujuan selanjutnya. Marons hanya mengatakan, siapkan saja, nanti ada yang akan datang sebelum dia tiba.^^^


Pak Yosa mengangguk mengerti, sambil terus melihat sekitar pantai dan laut lepas sambil berdoa dalam hati, semoga cuaca baik, tidak hujan, angin atau gelombang.

__ADS_1


Setelah melihat Putra sudah selesai menyiapkan perlengkapannya, dibantu Yicoe dan Novie, Kaliana mendekati mereka.


"Putra, sharelock kita kepada Pak Bram, dan katakan kita sudah di tempat. Agar Pak Bram segera ke sini sebelum malam tiba." Kaliana berkata cepat sebelum Putra sibuk mengerjakan yang lain.


^^^Putra segera melakukan apa yang diminta Kaliana. Dia mengirim email dan sharelock kepada Bram.^^^


"Sekarang, kau tolong cek posisi guguk liar. Dia ada tinggal di hotel malam ini atau tidak." Kaliana berkata dengan serius untuk mengetahui posisi Siska.


"Ada di hotel yang sama dan sekarang sudah ada di sana." Putra berkata cepat, saat melihat lokasi nomor guguk liar ada di salah satu hotel bintang lima yang biasa dia gunakan.


"Baik... Berarti nanti kita check in di hotel yang ini, lebih dekat ke posisi kita. Kita akan menginap malam ini di situ. Tunggu Pak Marons tiba, baru Yicoe yang akan booking untuk kita." Kaliana mulai mengatur rencana yang sudah dipikirkannya.


"Coe, Vie, bantu Putra untuk memantau semua orang yang berkaitan dengan guguk liar, sambil menunggu Pak Bram dan Pak Marons tiba. Agar kita bisa tahu, berapa banyak orangnya yang ada di sekitar tempat ini." Kaliana mengatur sesuai dengan apa yang team sopape putuskan.


Beberapa waktu kemudian, dua orang pria berpakaian santai dan mengenakan masker berjalan di dermaga ke arah boat. Pak Yosa yang masih berbicara dengan kapten kapal di buritan segera fokus dan mengawasi orang yang baru datang. Kemudian Pak Yosa melambaikan tangan, karena mengenal cara jalan Bram. Pak Yosa segera turun untuk memberitahukan kedatangan Bram kepada anggota team yang lain.


"Hati-hati, Pak Yosa. Jangan sampai bukan Pak Bram." Kata Putra, karena nomor ponsel Bram tidak ada menuju kapal tempat mereka berada. Hal itu ditunjukan ke pada Kaliana.


"Mungkin beliau sudah nonaktifkan semua nomornya." Kaliana berkata pelan, sambil meletakan jarinya di bibir, agar Putra tidak katakan itu di depan Bram, jika benar Bram yang datang.


Putra mengangguk mengerti, Yicoe dan Novie berdiri siaga menunggu semua kemungkinan seperti Kaliana yang sudah mengambil pistolnya. Sedangkan Pak Yosa sudah kembali ke buritan untuk mengawasi dan memastikan orang yang datang.


...~°°°~...

__ADS_1


...~●○¤○●~...


__ADS_2