ROMANTIKA HIDUP

ROMANTIKA HIDUP
98. Tulus 2.


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Melihat keseriusan Chasina menanggapi rencana gugatan cerainya, Danny menyimak semua yang dikatakan dengan baik. Agar dia bisa mengambil langkah atau memutuskan sesuatu yang berkaitan dengan gugatan cerai sesuai dengan keinginan Chasina.


"Itu yang kami pikirkan, saat hendak melakukan gugatan cerai anda. Kami berharap dengan tuntutan sesuai perjanjian pra nikah, akan membuka mata publik tentang banyak hal seputar Pak Jaret dan keluarganya." Danny membenarkan rencana Kaliana dan dirinya tentang tuntutan harta gono-gini.


"Kami juga berharap, dengan terbukanya kotak pandora, bisa menpengaruhi penilain masyarakat dan juga keputusan hakim dalam sidang kasus pembunuhan nanti." Danny berkata serius, karena itu harapan mereka.


"Anda tidak usah khawatir soal gugatan cerainya. Kami akan usahakan yang terbaik dan anda akan mendapatkan apa yang menjadi hak anda. Soal waktu, kami juga tidak mau ini diselesaikan dalam waktu lama, karena kasus pembunuhan akan segera di sidangkan." Danny berkata cepat menanggapi permintaan Chasina, mengingat apa yang dikatakan Bram kepada Kaliana. Yang mana kedua kasus yang ditanganinya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan.


"Iya, Pak. Saya mengerti maksud baik Pak Danny dan Ibu Kaliana. Terima kasih untuk semuanya itu. Tetapi untuk pembagian harta gono-gini, jangan menghambat keputusan Hakim. Bukan saya tidak menginginkanya, tetapi saya selalu memikirkan sumbernya dan itu menggelisahkan hati saya." Chasina masih berbicara dengan serius, sambil melihat Danny yang mengambil lembaran kertas dari dalam tasnya.


"Kalau harta yang dimiliki Jaret, dia dapatkan dengan tidak halal, saya tidak mau menerima bagian yang diberikan kepada saya. Jika memang harus diterima sebagai konsekuensi hukumnya, Pak Danny tolong bagikan kepada yang membutuhkan." Chasina berkata tegas, sesuai dengan apa yang ada di hatinya. Dia tidak mau menyentuh harta Jaret dari hasil uang haram.


Danny terkejut mendengar permintaan Chasina. Karena dia telah berbicara dengan Kaliana, dan Putra telah menjelaskan padanya. Bukan sedikit harta yang akan didapatkan oleh Chasina dari pembagian harta gono-gini. Jika dia harus berikan kepada yang membutuhkan, ada pekerjaan baru lagi bagi Kaliana dan teamnya.


"Baik... Saya akan bicarakan hal ini dengan Ibu Kaliana dan anggota teamnya. Keputusannya, nanti saya sampaikan kepada anda." Danny berkata pelan setelah berpikir cepat mengenai permintaan Chasina.

__ADS_1


"Karena anda sudah katakan permintaan tadi, saya mau bicarakan hal yang menyangkut itu. Seandainya, ini seandainya... Bagaiman jika harta gono-gini itu bukan murni uang Pak Jaret, tapi ada juga dari kekayaan orang tuanya yang dititipkan atau diberikan padanya?" Danny bertanya untuk mengetahui pendapat Chasina dalam hal itu, karena dia tahu Kaliana sedang menyelidiki sumber kekayaan Jaret.


Dia juga tahu, salah satu sumber dana terbesar Jaret berasal dari orang tuanya. Sehingga dia bisa bersikap tegas dan memutuskan sesuai dengan keinginan Chasina.


"Jika terjadi seperti yang Pak Danny pikirkan, entah Jaret tau atau tidak tau, saya tetap tidak menerima bagian dari harta itu. Walaupun harta orang tuanya itu halal sebagai warisan untuk anaknya. Biarkan saja buat dia, entah dia mau lakukan apa dengan hartanya itu." Chasina berkata serius, karena dia tidak mau berurusan dengan Mama Jaret dan mendengar sindirannya di dunia nyata, maupun di dunia maya.


"Tetapi jika Pak Danny dan Bu Kaliana tau, harta orang tua Jaret didapatkan dengan tidak halal, Pak Danny terima saja dan kembalikan kepada yang berhak." Chasina berkata lagi setelah berpikir, mungkin kekayaan orang tuan Jaret diperoleh dari hasil korup*si. Mengingat Papanya seorang pejabat pemerintah yang sering membuat keputusan dan berada dalam lingkaran perputaran uang pemerintah.


"Baik... Saya sudah dapat intinya. Saya akan bicarakan ini dengan Ibu Kaliana. Silahkan anda tanda tangani surat ini, agar kami lebih mudah mengeksekusinya." Danny berkata cepat, karena sudah mengerti maksud Chasina. Dia tidak berubah tuntutannya sejak awal, hanya mau bercerai tanpa embel-embel yang lain.


Chasina membaca surat perjanjian yang diberikan Danny, lalu mengangguk mengiyakan dan menanda tanganinya. Danny menerima salah satu lembaran surat tersebut dan memberikan lembaran yang satunya kepada Chasina, karena Danny membuat rangkap dua.


"Pak Danny pegang dua-duanya saja. Kalau sempat, Pak Danny tolong berikan punya saya kepada asisten saya, agar bisa disimpan bersama dokumen saya." Chasina berkata pelan, sambil menyerahkan lembaran surat perjanjian miliknya kepada Danny. Danny mengangguk mengiyakan, lalu memasukannya ke dalam tas kerjanya.


"Ada lagi satu permintaan saya, Pak Danny. Selama gugatan cerai bergulir dan diproses, mungkin kasus perceraian kami akan diliput media. Jadi saya mohon, jika ada yang menanyakan Pak Danny tentang penyebab atau alasan gugatan cerai saya, katakan saja karena dia berselingkuh. Itu adalah fakta sebenarnya, hingga membuat saya ditahan di sini." Chasina berkata serius, lalu menarik nafas dalam. Dia tidak mau kehidupan pribadi Jaret, terutama dirinya diungkap ke publik.


"Jadi jangan mengatakan apa pun tentang keburukan dia. Baik sebagai pengguna atau pengedar narkoba. Atau saya tidak dinafkai atau kondisi pribadi saat kami berumah tangga, sebagai penyebab tambahan untuk mencari simpati publik. Semua itu tidak perlu ditambahkan. Cukup dituntut sesuai apa yang terjadi dan sudah diketahui publik, dia berselingkuh." Chasina meneruskan permohonannya, agar kehidupan pribadi rumah tangganya tidak menjadi konsumsi publik.

__ADS_1


Chasina berharap, setelah putusan cerai dia tidak diganggu lagi dengan berbagai pertanyaan tentang hal pribadi dan rumah tangganya. Sehingga apapun keputusan Hakim tentang kasus pembunuhan, murni karena bukti dan fakta yang ada.


"Baik... Saya mengerti dan sudah bicarakan itu dengan Pak Bryan. Sehingga apa pun yang berhubungan dengan kasus anda, Pak Bryan katakan: 'Tanya kepada pengacara Chasi'. Jadi tidak usah pikirkan itu." Danny berusaha menenangkan Chasina.


"Saya mau mengingatkan anda juga, seandainya pihak Pak Jaret, baik orang tuanya atau pembelanya mengatakan hal buruk tentang anda. Terutama tentang harta gono-gini yang akan didapat, serahkan kepada kami. Tolong katakan ini juga kepada Pak Bryan, agar kita bisa satu suara." Danny berkata serius, karena sudah tahu rencana orang tua Jaret dalam hal pembagaian harta gono-gini.


"Baik, Pak. Jika ada demikian, tidak usah ditanggapi. Soal harta gono-gini, publik akan tau dan mengerti setelah Pak Danny dan Ibu Kaliana menyerahkan itu kepada orang yang membutuhkan." Chasina berkata lagi dan menunjukan ketetapan hatinya.


"Baik... Jadi sekarang kita fokus pada kasus pembunuhan saja. Untuk gugatan cerai, anggap saja sudah clear." Danny berkata lagi setelah mengetahui niat hati Chasina. Danny menyampaikan progres penyelidikan Kaliana dan team sopelape kepada Chasina, agar bisa menenangkannya.


"Saya tidak bisa lama-lama di sini seperti sebelumnya, untuk berbicara dengan anda. Karena tidak lama lagi kasus pembunuhan akan disidangkan. Jadi kami harus persiapkan diri menghadapi persidangan tersebut." Sontak mata Chasina mulai berembun saat mendengar Danny akan pamit.


"Jaga kesehatan dan minum suplemen yang dibawa Pak Bryan dengan teratur. Agar saat sidang nanti, jangan layu seperti ini." Danny berkata serius dan berusaha menyemangati Chasina.


...~°°°~...


...~●○¤○●~...

__ADS_1


__ADS_2