
...~•Happy Reading•~...
Kaliana tidak mau menarik kesimpulan dari apa yang ditemukan Putra di dunia maya, sebelum mereka menemukan barang bukti di dunia nyata.
📱"Dan, tunggu ya. Nanti pihak Kejaksaan lakukan penggeledahan terhadap orang tua Jaret berdasarkan info dari kami, dan temukan uang tunai yang banyak di tempat mereka, silahkan periksa nomor serinya. Jika nomor serinya masih baru, yaa, yaa, yaa... Kita sudah tau jawabannya. Jawabannya akan makin lengkap dengan hasil pemeriksaan perusahaan yang mereka miliki." Semua yang dikatakan Yicoe kembali terngiang, karena Yicoe sering berhubungan dengan hal itu sebelum bergabung dengan team sopape.
^^^Team sopape sudah memperkirakan itu saat menganalisa temuan Putra, tetapi Kaliana tidak mau membahas lebih lanjut dengan Bram. Bagi Kaliana, itu adalah tugas pihak-pihak yang menangani kasus tersebut, yaitu penyidik Kejaksaan. Mereka yang akan menetapkan tuduhan kepada orang tua Jaret sesuai semua bukti yang ditemukan.^^^
^^^Team sopape hanya membuka pintu dan menunjukan tempat persembunyiannya. Selanjutnya adalah tugas penyidik yang menangani perkara orang tua Jaret akan menindak lanjuti semua temuan yang ditemukan. Mereka bisa kembangkan ke berbagai arah dugaan kejahatan, termasuk money laundry.^^^
^^^Oleh sebab itu, Kaliana ingin tahu petugas Kejaksaan yang menangani kasus orang tua Jaret bersih atau tidak. Jika bersih, informasi yang mereka sampaikan ada manfaatnya dan berdampak positif. Jika petugasnya kotor, seakurat apa pun informasi yang disampaikan team s akan 'dipeti eskan'.^^^
📱"Kalian bisa menemukan aliran dananya?" Tanya Bram lagi, karena sudah sangat penasaran dengan apa yang disampaikan Kaliana dan informasi yang dimilikinya.
📱"Hanya aliran dana lewat perbankan yang kami tau. Kalau yang tunai, kau tau sendiri. Sangat sulit ditemukan jejaknya. Biarkan saja Kejaksaan yang periksa perusahaan milik mereka. Mungkin saja mereka mencuci uangnya di sana." Kaliana tidak mau masuk terlalu jauh, karena tugas mereka bukan di area itu. Dia tidak mau campur aduk, agar bisa fokus pada tugas utama menangani kasus yang sedang ditangani.
📱"Makanya tadi aku bilang, kami tidak mau mengembangkannya. Biarkan pihak-pihak yang menangani kasusnya yang kembangkan. Jika mereka berhasil, yaa, pasti booom..." Kaliana berbicara dengan serius, mengingat apa yang dilakukan oleh orang tua Jaret sangat serius sebagai pejabat publik.
📱"Dari pengamatan dan anslisamu, lebih baik kita fokus ke guguk liar atau orang tua Jaret?" Tanya Bram lagi, karena sudah ada rencana di kepalanya untuk mempertemukan Kaliana dengan penyidik Kejaksaan. Tetapi dia harus menanyakan Kaliana, karena mereka juga yang tahu banyak tentang Siska.
__ADS_1
📱"Kalau aku, kita fokus untuk guguk liar dulu. Dia lebih berbahaya, karena itu menyangkut masa depan bangsa." Kaliana berkata serius, karena Siska berhubungan dengan Jaret dan barang haram, narkotika.
📱"Jika lama dibiarkan, akan merusak masa depan anak muda. Sama saja, merusak masa depan bangsa. Bagaimana mungkin negara sebesar ini, bisa dipimpin oleh orang-orang muda yang saraf-sarafnya sudah koslet." Kaliana berkata serius dan tegas.
^^^Bram jadi terdiam mendengar suara Kaliana. Dia jadi teringat dengan beberapa anggota di tempat yang baru sudah koslet, sehingga tidak fokus dengan tugas yang ditugaskan kepada mereka.^^^
Kaliana meneruskan alasannya pilih mendahulukan penanganan semua yang berhubungan dengan Siska, dari pada orang tua Jaret.
📱"Sedangkan orang tua Jaret, sudah lakukan pencurian. Jadi sekarang mereka hanya seperti kutu loncat yang pindahin semua barang curian kesana kemari untuk sembunyikan. Jika masih mau mencuri lagi dalam situasi seperti ini, mungkin perlu diperiksa kakinya. Jangan, jangan, kaki mereka ada empat." Kaliana berkata serius dan dingin.
Marons dan Putra tertegun, mendengar dan melihat kegeraman dan kekesalan Kaliana dalam mendefenisikan tindakan orang tua Jaret. Terutama Putra yang sudah bekerja dengan Kaliana sekian lama, sangat mengerti perasaan Kaliana terhadap orang-orang seperti itu.
📱"Dan... Jika bisa, tolong periksa petugas di tahanan. Sindikatnya bukan saja di luar, tapi sepertinya ada juga di dalam. Pasti ada jalur khusus yang mereka gunakan untuk seludupkan barang haram itu." Kaliana mengingatkan Bram, mengingat percakapan Bram dengan Pak Yosa yang diceritakan kepada angota team.
^^^Mendengar percakapan Kaliana dan Bram, Marons kembali berdiri mendekati Putra lalu mengetik di laptopnya, kemudian menunjuk ke layar kepada Kaliana. 'Jika begitu, apa ada bedanya mereka di dalam atau di luar tahanan?'^^^
^^^Kaliana mengangkat tangan dan menurunkannya, sebagai isyarat, agar Marons mau bersabar. Kaliana perlu memikirkan itu bersama team, baru berdiskusi lagi dengan Bram yang berada dalam lingkaran kekuasaan.^^^
📱"Sudah pasti ada, karena barang itu ada di ruang tahanan Jaret. Kita harus bersabar untuk sementara ini, karena ini tidak mudah memberantas sesuatu yang sudah berakar dalam." Bram berkata pelan dan serius untuk menenangkan Kaliana, karena dia belum bisa berbuat banyak dalam menangani itu dan belum menemukan formula yang cocok.
__ADS_1
📱"Yang penting saat ini, dengan lakukan penggeledahan kemarenan itu, sedikit menahan langkah mereka untuk lakukan transaksi di tahanan. Tidak seperti sebelumnya, mereka seperti ada di jalan tol." Bram berbicara dengan Kaliana, tapi sedang menyemangati dirinya untuk mencari solusi yang bisa bermanfaat.
📱"Iyaa, Dan. Mungkin dengan berikan hukuman setimpal kepada Jaret dan berhadapan dengan guguk liar, bisa kurangi sedikit atau bisa menahan langkah orang-orang yang ada di sekitar Jaret." Kaliana memaklumi situasi yang dihadapi Bram dan lingkarannya.
📱"Kau tangani di situ, kami mau bersiap-siap juga di sini. Ada banyak hal yang perlu kami bicarakan dan persiapkan." Ucap Kaliana lalu mengakhiri pembicaraan mereka setelah saling memberikan salam, karena melihat Yicoe dan Novie melongok ke dalam ruang kerja.
"Lekas mandi, dan kembali ke sini. Ada yang mau kita bicarakan." Kaliana berkata sambil menggerakan kedua tangannya, seakan sedang mendorong mereka berdua keluar dari ruang kerja.
Putra juga lakukan hal yang sama seperti Kaliana, menggerakan kedua tangannya, seakan sedang mendorong Yicoe dan Novie. Hal itu membuat Novie emosi dan hendak masuk ke ruangan untuk mendekati Putra.
Yicoe memukul lengan Novie lalu menariknya keluar sambil berkata. "Ada Pak Marons, nanti bukan Putra saja yang pingsan, karena harum keringat kita." Yicoe berkata sambil mengepalkan tangannya ke arah Putra, lalu mengangguk ke arah Marons sambil tersenyum, tidak enak hati.
Putra tertawa girang, karena selamat dari serangan keringat yang sering dilakukan Yicoe dan Novie setelah latihan. Kaliana hanya bisa menggelengkan kepalanya. Sedangkan Marons jadi tersenyum melihat wajah Putra yang tersenyum riang, sambil mengangkat kedua jarinya tanda peace ke arah Kaliana.
"Kau selalu saja, cari perkara dengan kakak-kakakmu. Jika mereka ngga ada, bilang dicuekin dan merasa kesepian. Jika tadi ngga ada Pak Marons, kau sudah pergi mandi lagi." Kaliana berkata seakan serius, tapi tersenyum dalam hati mengingat Yicoe dan Novie akan mendekati Putra dalam kondisi keringat sedang mengalir, lalu menempelkan tubuh mereka ke bagian tubuh Putra untuk mengganggunya.
...~°°°~...
...~●○¤○●~...
__ADS_1