ROMANTIKA HIDUP

ROMANTIKA HIDUP
108. Strategi 14.


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Kaliana dan team berdiskusi dan membahas semua bukti yang telah ditemukan untuk mempersiapkan Danny menjalani sidang kasus pembunuhan. Sedangkan kasus gugatan cerai, Kaliana menyerahkan kepada Danny yang lebih mengerti aturan hukumnya. Kaliana dan anggota team hanya mensupport untuk memuluskan proses keputusan cerai seperti yang diharapkan Chasina.


Sedangkan kasus gugatan Marons kepada Punguk, mereka akan membahasnya setelah Marons pulang ke rumah. Jadi mereka lebih fokus pada persidangan kasus pembunuhan yang melibatkan Chasina sebagai terdakwa. Kaliana membahasnya secara detail dengan Danny, karena yang akan maju membela Chasina di persidangan adalah Danny. Mereka berharap, dengan kemahiran Danny yang telah dilengkapi dengan bukti-bukti valid yang ditemukan team sopape, bisa meringankan hukuman Chasina.


Team sopape dan Danny terus bekerja dengan serius, hingga waktu istirahat sore. Mereka hanya minum minuman hangat dan roti yang dipanggang Bibi di ruang kerja. Kaliana, Yicoe dan Novie tidak bisa bantu Bibi menyiapkan menu untuk makan malam. Banyak bukti yang ditemukan team sopape dan bukti dari Bram perlu disingkronkan. Agar persidangan nanti semua bukti tersebut tidak jadi perdebatan atau dipertentangkan dengan Jaksa penuntut. Sehingga Hakim bisa mengambil keputusan yang adil bagi Chasina.


Setelah mendengar semua penjelasan dan bukti yang dipaparkan Kaliana, Danny merasa lega dan terbesit harapan besar di hatinya. 'Semoga Chasina memperoleh apa yang baik baginya, sebagaimana hatinya yang baik.' Danny membatin dengan hati lega.


"Selanjutnya kami serahkan kepada kemampuan Pak Danny mengeksekusi semua yang kami siapkan ini di ruang pengadilan. Kami berharap, dengan usaha maksimal kita dan pertolongan Tuhan, Bu Chasi bisa memperoleh keadilan dalam kasus ini." Kaliana berkata dengan serius dan tenang. Semua yang ada dalam ruangan langsung mengangguk dan mengaminkan apa yang diharapkan Kaliana.


~°°°~ ~°°°~ ~°°~


Di sisi yang lain ; Atas permitaan Papa Jaret, pengacara Elly segera mencari pengacara yang bisa mendampinginya dalam menangani kasus Jaret. Setelah menemukan pengacara yang bersedia bekerja sama dan mau membantu dalam waktu yang sempit, pemmngacara Elly segera menghubungi Papa Jaret.


Mereka tidak bisa membuang-buang waktu, karena kasus narkoba Jaret sudah dijadwalkan waktu persidangannya. Oleh sebab itu, pengacara Elly menghubungi untuk menanyakan posisi Papa Jaret untuk bertemu. Setelah mengetahui Papa Jaret sudah dalam perjalanan pulang ke rumah, pengacara Elly dan rekannya segera meluncur ke rumah orang tua Jaret.

__ADS_1


Setelah pengacara Elly memperkenalkan pengacara yang baru kepada Papa Jaret dan membicarakan semua yang berkaitan dengan jasanya, Papa Jaret menerima pengacara baru dengan semua syarat yang diajukan untuk menangani kasus Jaret.


"Jika sudah selesai di sini, kami segera menemui Pak Jaret untuk persiapan sidang. Apakah Pak Japry atau Ibu sudah berbicara dengan Pak Jaret tentang rencana sidang yang akan berlangsung dalam waktu dekat?" Pengacara Elly bertanya dengan serius, agar mereka bisa tahu, bagaimana cara menyampaikan semua proses kepada Jaret.


"Belum, Pak Elly. Kami belum sempat menunjunginya. Apa perlu kami hubungi pihak aparat keamanan yang biasa kami mintai tolong?" Tanya Papa Jaret ikut memikirkan kondisi Jaret yang terlupakan beberapa hari terakhir, karena berbagai kejadian yang membuat mereka khawatir dan panik.


"Bagaimana dengan gugatan cerai Bu Chasina terhadap Pak Jaret, apakah sudah dibicarakan?" Tanya pengacara Elly lagi untuk memastikan semuanya sebelum mengatur strategi bersama pengacara baru.


"Belum kami bicarakan, karena semua yang terjadi begitu cepat dan mendadak. Kami hampir tidak bisa bernafas dengan baik karena semua yang terjadi belakangan ini. Semuanya menyita waktu dan energi kami. Tolong bicarakan dengannya, agar bisa menerima keputusan kami." Papa Jaret berkata dengan hati berat dan tidak tenang, membayangkan kondisi Jaret.


Pengacara mengangguk mengiyakan, karena dirinya sendiri terutama pengacara Elly terkuras energi dan emosi dalam menangani kasus Jaret belakangan ini. "Kalau begitu, Pak Japry tolong hubungi pihak aparat, bahwa sekarang kami akan menemui Pak Jaret. Agar tidak terlalu banyak halangan untuk menemui Pak Jaret pada waktu begini dan mendadak." Pengacara Elly berharap, mereka bisa menemui Jaret tanpa banyak halangan atas bantuan Papa Jaret.


Beberapa waktu kemudian, pengacara Elly dan rekannya melakukan perjalanan ke tahanan untuk bertemu dengan Jaret. "Andi, jika bertemu nanti dan dia tidak merespon dengan baik, atau bersikap kurang sopan, harap bersabar. Kau mengerti kondisi orang yang sudah kena barang haram itu bukan? Semoga nanti tidak terlalu sulit berkerja sama denganya." Pengacara Elly berkata pelan, sebelum mereka menemui Jaret.


"Iyaa, aku berharap dia bisa diajak kerja sama, karena waktunya sangat sedikit untuk mempersiapkan dirinya. Jangan sampai dia keliru atau salah menjawab pertanyaan Jaksa penuntut, hingga hukumannya makin berat." Pengacara Andi menanggapi permintaan pengacara Elly dengan serius. Walau mereka seusia, tapi pengacara Elly lebih sabar dari pada pengacara Andi. Sehingga pengacara Elly perlu mengingatkan temannya, agar kerja sama mereka bisa berjalan dengan baik dan lancar.


Diantara teman-teman pengacaranya, hanya Andi yang bersedia menangani kasus narkoba Jaret. Itu juga karena pengacara Elly berjanji akan membantunya mempersiapkan Jaret dengan membentuk team pengacara dan pengacara Elly yang memimpin. Jadi pengacara Andi bersedia, karena tidak sendiri menangani kasus Jaret.

__ADS_1


Pengacara Elly tidak bisa meminta tolong sembarang pengacara untuk menangani kasus Jaret, karena menyangkut nama baik dan jaminannya kepada Papa Jaret. Jika Papa Jaret yang cari sendiri, pengacara Elly akan angkat tangan, jika terjadi tidak sesuai harapan orang tua Jaret.


Tiba di tahanan semua barang yang dibawa oleh mereka diperiksa oleh petugas jaga. Semua yang dibawa dan juga tubuh mereka diperiksa oleh petugas. Kemudian mereka dipersilahkan oleh seorang petugas untuk menunggu di ruang tunggu. Beberapa saat kemudian petugas membawa Jaret untuk bertemu dengan mereka.


"Pak Jaret, perkenalkan. Ini Pak Andi, pengacara yang akan mendampingi anda pada persidangan dua hari dari sekarang." Pengacara Elly memperkenalkan pengacara Andi kepada Jaret yang langsung terdiam dan melihat pengacara Elly dengan wajah tidak mengerti. Dia mengira pengacara Elly yang akan mendampinginya saat persidangan nanti.


Melihat wajah Jaret yang tidak mengerti dan hendak bertanya, pengacara Elly segera menjelaskan sebelum Jaret mengatakan sesuatu yang bisa menyinggung pengacara Andi.


"Memangnya Pak Elly mau kemana?" Jaret bertanya, karena penasaran dengan keterangan pengacara Elly.


"Pengacara Andi akan mendampingi anda pada saat persidangan kasus narkoba disidangkan. Sedangkan saya yang akan menangani kasus perceraian anda." Pengacara Elly menjelaskan lebih lanjut untuk menjawab rasa penasaran Jaret.


"Kasus perceraian? Siapa yang menggugat cerai saya?" Tanya Jaret terkejut, saat mendengar apa yang dikatakan pengacara Elly.


Pengacara Elly dan pengacara Andi juga terkejut mendengar pertanyaan Jaret. Terutama pengacara Elly, sontak melihat Jaret dengan serius. 'Pertanyaan macam apa itu? Memangnya ada berapa istrinya?' Pengacara Elly bertanya dalam hati, sambil terus melihat Jaret dengan serius.


Begitu juga dengan pengacara Andi yang sedang melihat Jaret dengan serius, jadi cemas. 'Apa dia sedang 'make'? Bisa kacau jika dipersidangan nanti, dia katakan hal sepeti ini.' Pengacara Andi berkata dalam hati dengan perasaan was-was.

__ADS_1


...~°°°~...


...~●○¤○●~...


__ADS_2