ROMANTIKA HIDUP

ROMANTIKA HIDUP
83. Warna Sari 17.


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Marons juga memperhatikan Putra dengan serius, karena sudah penasaran sejak siang saat bekerja bersama Putra, Yicoe dan Novie. Dia sangat bersemangat saat melihat cara Yicoe dan Novie berdiskusi tentang suatu hal dari sudut pandang masing-masing. Begitu juga Putra yang cepat merespon permintaan mereka berdua untuk mencari sesuatu yang mereka butuhkan.


"Kau tidak tau isi safe deposit box nya?" Tanya Marons serius, karena dia ingin tahu kekayaan orang tua Jaret. Dia sudah mengetahui kekayaan Jaret yang ditunjukan Putra padanya tadi siang. Tapi dari reaksi orang tua Jaret dengan kekayaan Jaret membuat hatinya tergelitik untuk mengetahui kekayaan orang tuanya juga.


"Tidak bisa, Pak. Karena tidak dirinci dalam catatan bank." Jawab Putra sambil menunjukan catatan perbankan pada semua yang hadir. Semua anggota team sopape, Marons dan Danny telah duduk menghadap layar televisi yang diletakan Kakiana sebagai perangkat kerja mereka.


"Putra, tolong lihat sosial media Mama Jaret. Apakah kita bisa dapat sesuatu untuk menarik perhatian publik ke arah orang tua Jaret?" Kaliana bertanya serius, yang telah berpikir cepat setelah mendengar pembicaraan Marons dan Putra.


Putra mengangguk lalu melakukan permintaan Kakiana. "Eeehhh... Mengapa semuanya pada raib?" Tanya Putra setelah melihat akun sosial media Mama Jaret. Banyak postingan Mama Jaret di akun sosial medianya sudah tidak ada.


"Apa maksudmu, dengan raib?" Tanya Kaliana yang belum mengerti arah pertanyaan Putra. Tetapi dia terus memperhatikan akun sosial media Mama Jaret yang biasa saja dan normal sebagai istri seorang pejabat.


"Tadi siang, Pak Marons minta aku tunjukan semua flexing Mama Jaret, Mbak. Tadi ada banyak postingan di semua akun sosmed nya. Baik itu perhiasan, berbagai macam tas, jalan-jalan ke berbagai tempat di luar negeri. Ada yang bersama suaminya, ada dengan ibu-ibu sosialita lainnya dan ada juga sendiri. Mungkin para suami sedang rapat, istri-istri mereka pergi shoping. Itu semua ada diflexing oleh Mama Jaret." Putra menjelaskan dengan serius sambil membuka satu persatu akun sosial media Mama Jaret. Mendengar itu, Kaliana melihat Putra dengan wajah terkejut.


Putra tidak menyadari tatapan Kaliana. Dia asyik membuka semua akun sosial media Papa Jaret untuk melihat kondisinya. Apakah terjadi sesuatu di sana juga, sebagaimana akun Mama Jaret. Ternyata semua postingan flexing mobil mewah, jam tangan mahal dan makan malam di berbagai restoran mewah di berbagai negara telah dihapus.

__ADS_1


Putra menjelaskan semua hal yang dilihatnya tadi dlsiang kepada semua kepada anggota team, juga Marons dan Danny yang sedang memperhatikannya.


"Berarti, orang tua Jaret sudah membaca dan mulai menyadari, angin sudah bertiup ke arah mereka. Sayang, ya... Kalau masih ada semua postingan itu, bisa jadi amunisi bagus untuk kita. Kau bisa tiup dengan akun sarang laba-laba mu, untuk menarik perhatian publik dan aparat hukum." Kaliana berkata pelan dan agak kecewa. Dia sudah bayangkan apa yang akan terjadi di dunia maya dan publik, jika melihat kekayaan orang tua Jaret jika Putra bisa posting dengan akun anonim nya.


"Tenang saja, Mbak. Tadi aku sudah amankan semuanya, saat diminta oleh Pak Marons. Aku tunggu komando saja, kapan dan yang mana duluan di tiup." Putra berkata tenang dan senang, sambil melirik Marons. Dia makin tersenyum lebar, saat melihat Marons mengangkat jempol ke arahnya. Marons juga merasa senang, mereka telah bergerak cepat sebelum semuanya hilang.


"Waaah... Briliaannn..." Ucap Kaliana sambil mengelus punggung Putra yang ada di sampingnya dengan hati senang. Dia telah melakukan sesuatu yang sangat luar biasa tanpa ada permintaan dari Kaliana.


"Mba' Anna... Jangan aku saja, yang diginiin. Itu yang di samping kanan Mba' Anna juga disayang, karena beliau yang minta aku save semua postingan itu." Ucap Putra sambil tersenyum. Semua yang ada dalam ruangan tersenyum mendengar ucapan Putra. Terutama Yicoe dan Novie tersenyum senang. Mereka ingat usaha Marons dan Putra tadi siang, masih bekerja saat ditinggal oleh mereka dan hasilnya memuaskan semua pihak.


"Tenang kakak-kakakku yang cantik dan baik hati, jika memberiku makanan enak. Aku sedang minta keadilan." Ucap Putra sambil mengangkat kedua tangannya ke arah Yicoe dan Novie. Membuat Danny dan Pak Yosa hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepala.


"Aaauuuw..." Tiba-tiba Putra menjerit, karena di senggol oleh Kaliana dan kena tulang rusuknya. "Itu keadilannya..." Ucap Kaliana sambil tersenyum, karena Putra terlambat menurunkan tangannya sehingga sikut Kaliana menyenggol rusuknya.


"Mba' Anna... Dielus juga rusukku, biar bisa cepat hilang rasa sikutnya." Putra meminta dengan wajah yang dibuat memohon yang lucu, sambil mengelus rusuknya.


"Pindahin tanganmu... Kau selalu saja ledekin kakak-kakakmu. Nanti tidak diberi makan, baru tau rasa." Ucap Kaliana sambil mengusap rusuk Putra yang kena senggolannya.

__ADS_1


"Coba perlihatkan yang kau ambil, agar kita bisa lihat bersama dan putuskan mau tiup yang mana terlebih dulu." Kaliana berkata lagi setelah mengangkat tangannya, karena melihat senyum senang yang nakal di wajah Putra.


Putra segera menunjukan apa yang diminta Kaliana. Mereka semua tercengang melihat apa yang diposting oleh Mama Jaret di akun sosial medianya. Begitu juga dengan postingan Papa Jaret, yang diambil Putra tanpa sepengatahuan Marons. Hal itu membuat Marons melihat Putra dan layar TV bergantian, lalu mengangkat jempolnya lagi ke arah Putra.


Semua masih tercengang, tapi Marons dan Putra hanya diam, karena mereka sudah melihat postingan Mama Jaret tadi siang. Suatu kondisi dan gaya hidup yang tidak sesuai dengan jabatan suaminya. Walaupun Mama Jaret ada usaha sendiri, tapi tidak mungkin bisa membiayai gaya hidupnya seperti itu.


Danny terdiam dan takjub dengan semua yang dilakukan Putra. Dia jadi berpikir, mungkin Putra bisa mengetahui kekayaannya atau Marons dan keluarganya, jika mereka mau menyelidiki. Danny tidak tahu, setelah mengetahui keahlian Putra, Marons telah mengadakan perjanjian tertutup dengan Putra untuk tidak melihat kekayaannya atau kekayaan keluarganya.


"Putra, tolong cek harga semua barang-barang itu, lalu letakan di sampingnya. Agar kita bisa memutuskan mau mulai dari mana." Ucap Kaliana, sambil menunjuk layar televisi.


Semua orang menahan nafas melihat harga barang-barang yang ditulis oleh Putra. Terutama ketiga wanita yang ada dalam ruang meeting. "Astagaaa... Kalau perhiasan semahal itu, masih bisa diterima akal sehat. Bisa sebagai tabungan dan aset. Tapi kalau tas yang dipakai berharga ratusan juta, apa gunanya?" Tanya Yicoe yang bagian keuangan mulai mengkalkulasi, saat melihat harga barang yang dicantumkan Putra.


"Waaaaooow... Ada Tas yang hampir 1 M. Tas itu terbuat dari apa dan dipakai untuk apa? Dan juga akan dipakai kemana, ya..." Novie tercengang melihat angka yang ditulis oleh Putra. Semua orang melihat ke arah tas yang dimaksud Novie.


...~°°°~...


...~●○¤○●~...

__ADS_1


__ADS_2