ROMANTIKA HIDUP

ROMANTIKA HIDUP
135. Warna Sari 28.


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


^^^Marons mendengar penjelasan Kaliana sambil berpikir. Mungkin kasus yang berkaitan dengan Jaret tidak biasa-biasa saja, mengingat Jaret ditahan karena kasus narkoba. Orang yang mau akalin mobil Kaliana juga berhubungan dengan bagian narkoba di kepolisian. ^^^


^^^Marons jadi melihat Kaliana dengan serius, karena dia memindahkan Kaliana dan team sopape ke rumahnya berhubungan dengan kasus narkoba yang menyeret Jaret dan Kaliana tanpa sengaja terseret di dalamnya.^^^


"Baik... Kita tunda dulu bahas itu. Kau konsen untuk rencanamu yang sekarang, karena sebentar lagi kita sudah tiba di tempat tujuan." Marons berkata sambil menepuk pelan tangan Kaliana di sampingnya. Kaliana mengangguk, mengiyakan apa yang dikatakan Marons.


Marons segera menghubungi kapten kapal untuk memberitahukan kedatangan mereka. "Mari kita turun..." Marons berkata setelah selesai berbicara dengan kapten kapal dan sopir telah membuka pintu mobil untuknya.


"Pak, tunggu di sini saja. Jangan tinggalkan mobil sedikit pun dan jangan ijinkan siapa pun dekati mobil. Kalau ada terjadi sesuatu, segera hubungi saya." Marons berkata serius, mengingat apa yang dikatakan Kaliana dengan orang yang sedang mereka selidiki, sedang berada di sekitar pantai Marina.


^^^Marons tidak tahu, kalau hanya Kaliana dan team sopape yang tahu posisi Siska. Sedangkan Siska belum tahu, kalau dia sedang diawasi. Tetapi jika bertemu dengan Kaliana, dia akan curiga.^^^


"Siap, tuan muda. Saya akan berteduh di situ, jadi jauh dari tempat orang berlalu-lalang." Sopir berkata sambil menunjuk ke arah tempat parkir yang agak rimbun. Sopir mengerti apa yang maksudkan boss nya, jadi makin berhati-hati.


"Baik... Biarkan saya yang bawa keranjang bunganya, supaya bapak tidak usah tinggalin mobil." Marons berkata cepat, saat melihat sopir mengeluarkan keranjang bunga tabur dari mobil dan hendak bantu Kaliana membawanya.


Sopir segera memberikan keranjang bunga tabur di tangannya kepada Marons, lalu mengambil rangkaian bunga mawar putih diserahkan kepada Kaliana.


"Trima kasih, Pak. Ini untuk makan siang, bapak." Kaliana memberikan kotak makanan yang sudah mereka beli di tangannya kepada sopir.


"Terima kasih, nona, tuan." Ucap sopir setelah mengambil kotak dari tangan Kaliana.

__ADS_1


Kemudian Marons dan Kaliana berjalan ke dermaga. Ketika kapten melihat boss nya datang sambil menjinjing keranjang bunga, dia segera turun dari kapal lalu mengambil keranjang tersebut dari tangan Marons.


"Kep, tolong bawa ke laut yang agak tenang, ya. Kami hanya mau tabur bunga." Marons berkata kepada kapten, setelah mereka sudah sudah naik kapal.


^^^Kaliana yang sudah berada dalam kapal, hanya diam mengikuti Marons. Dia tidak menyangka kapal keluarga yang dimaksudkan Marons, besar dan mewah. Di dalam pikirannya, seperti kapal-kapal yang ada di pantai Ancol.^^^


"Siaap, Pak. Saya kira bapak mau ke Kepulauan Seribu." Kapten kapal berkata sambil mempersilahkan Kaliana masuk ke dalam kapal.


"Tidak Kep... Kami hanya sebentar untuk tabur bunga. Jadi kami di buritan saja." Marons berkata sambil memakai rebennya lalu mengajak Kaliana. Dia juga mengambil keranjang bunga untuk bawa ke buritan.


^^^Kaliana bersyukur, dia membawa rebennya, karena mulai panas. Dia memakai rebennya lalu berjalan mengikuti Marons, sambil membawa rangkaian mawar putih dipelukannya.^^^


"Kita tabur bunga dulu baru makan. Supaya ngga terlalu panas di buritan. Marons bersyukur, cuaca panas, jadi mereka bisa menabur bunga dari atas buritan. Kapten kapal yang berseragam kapten lengkap, hanya melihat mereka dari ruang kemudi dan menjalankan kapal dengan pelan sesuai instruksi Marons.


^^^Kemudian Marons bantu menaburkan bunga tabur tanpa bersuara, memberikan kesempatan untuk Kaliana mengenang ke dua orang tuanya.^^^


^^^Setelah selesai menabur, Marons mengajak Kaliana masuk ke dalam kapal untuk makan. Kaliana sangat senang dengan interior dalam ruangan kapal. Dia memberikan dua kotak makanan buat Marons, agar bisa diberikan juga kepada kapten kapal.^^^


^^^Marons memberikan kotak makanan yang diberikan, lalu kembali menemani Kaliana makan siang. Mereka makan tanpa suara atau bercakap-cakap seperti saat makan di rumah atau direstoran.^^^


Melihat Kaliana masih tetap diam setelah makan, Marons berpikir keras agar bisa membuat Kaliana bisa keluar dari suasana sedihnya.


"Niii... Kau mau kita ke salah satu pulau di kepulauan seribu? Seperti ke pulau Macan, mungkin. Mumpung kita sudah di sini dan sudah selesai lakukan niat hatimu." Marons berkata setelah mereka merapikan kotak makanan dan membersihkan tangan.

__ADS_1


"Bisaaa...?" Tanya Kaliana yang jadi tertarik dan mulai keluar dari rasa sendunya.


"Bisa... Mumpung kita berdua sedang libur. Aku reservasi dan bilang kapten mengantar kita ke sana." Marons jadi bersemengat melihat reaksi Kaliana.


"Mmmm... Kita ngga usah pergi ke sana sekarang deh, Arroo. Nanti kita pergi dengan team dan yang lain setelah kasusmu dan Bu Chasina selesai saja." Kaliana mengingat semua anggota team pernah membicarakan untuk pergi refresing ke suatu tempat wisata.


"Nanti dengan team, kita bisa pergi lagi. Sekarang kita berdua saja. Marons masih mengajak, agar Kaliana bisa kembali ke mode biasanya.


"Jangan sekarang, Arroo. Aku lagi ngga bisa konsen untuk refresing. Malah sekarang aku sedang berpikir untuk kembali ke rumah, agar bisa tau perkembangan penyelidikan team." Kaliana jadi berpikir tentang Siska yang sedang berada di pantai yang sama dengannya atau sudah tidak lagi. Hal itu membuat Kaliana penasaran dan ingin kembali bergabung dengan teamnya.


^^^Kehadiran Marons yang menemaninya, membuat dia tidak berlarut-larut dalam kesedihan ketika mengingat orang tuanya. Jika di Jawa Timur, dia seharian di tepi pantai, bahkan tidur dalam mobil sepanjang siang sampai malam.^^^


"Baik... Kalau begitu, kita kembali ke dermaga sebelum sore dan jalanan ngga terlalu padat. Agar kita bisa lekas tiba di rumah. Aku juga penasaran dengan orang yang sedang kalian selidiki." Marons berkata lega, melihat Kaliana sudah mulai memikirkan team dan penyelidikan mereka. Pertanda dia sudah kembali ke dunia yang selalu membuatnya ceria dan bergaira.


Setelah berbicara dengan kapten kapal, mereka segera kembali ke dermaga dan menuju tempat parkir mobil. "Niii... Tiba di rumah, langsung masuk kamar dan mandi. Jangan naik ke tuang kerja untuk menunjukan wajahmu. Bisa-bisa kau tidak bisa mandi." Marons mengingatkan sebelum mereka tiba di rumah, mengingat Kqliana sudah keluar dari pagi dan team tidak bisa menghubunginya dan juga tidak menghubungi Marons.


Kaliana mengangguk, mengerti, lalu lakukan yang dikatakan Marons dengan cepat tanpa suara, saat tiba di rumah. Keadaan tumah sangat sepi, membuat Kaliana segera mandi untuk melihat keadaan teamnya.


"Mba' Annaaaaa... Alhamdulillah... Sudah pulang." Teriak Putra sambil memegang dadanya. Dia sangat lega saat melihat Kaliana masuk ke ruang kerja. Kaliana jadi tersenyum melihat Putra yang berkata sambil mengelus dadanya.


"Mba'... Lain kali ngga boleh begitu lagi. Aku seperti anak ayam yang dipatah sayapnya." Putra berkata sambil tersenyum senang dan kembali ceria.


...~°°°~...

__ADS_1


...~●○¤○●...


__ADS_2