ROMANTIKA HIDUP

ROMANTIKA HIDUP
139. Bertaktik 21.


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Begitupun dengan Marons dan Putra yang mendengar apa yang dikatakan Putra, jadi saling menatap dan berpikir. Apa yang akan ditanyakan Bram, sehingga membuatnya sangat berhati-hati.


📱"Iyaa, Dan... Ngga pa-pa. Silahkan tanya saja. Mungkin aku bisa menjawab, atau punya jawaban untuk pertanyaanmu. Kau mau tanya apa...?" Kaliana jadi berkata pelan menanggapi Bram, sambil berpikir tentang semua kemungkinan yang sedang mengganggu Bram.


^^^ Jika Bram bersikap demikian, dia sedang dapat informasi dan hanya mau konfirmasi, tentang apa yang didengarnya atau yang diketahuinya tentang Kaliana. Itu biasa yang dilakukan Bram terhadapnya, selama mereka masih aktif bertugas dan menangani kasus tertentu. Itu yang ada dalam pikiran Kaliana.^^^


📱"Baik... Apa akun anonim yang memposting foto-foto flexing orang tua Jaret itu dari kalian atau kalian bisa tau siapa orangnya?" Bram bertanya pelan, tapi sangat seriu. Dia berharap tidak menyinggung Kaliana atau anggota teamnya.


^^^Ketika melihat postingan foto-foto flexing orang tua Jaret viral dan membuat nama Papa Jaret tranding, Bram curiga Kaliana terlibat dalam hal itu. Tetapi dia tidak mau menanyakan itu kepada Kaliana, sebab hal itu tidak masalah baginya. Jika itu dilakukan oleh Kaliana atau anggota teamnya, dia ikut senang.^^^


^^^Bram tahu, Kaliana dan anggota teamnya pernah menolongnya untuk cari barang bukti di tempatnya yang baru dengan memposting berbagai wawancara Danny dan Bryan untuk memancing media membicarakan kekayaan Jaret. Sehingga dia bisa bebas menyelidiki, karena semua orang di kantor sibuk memperhatikan dan membicarakan kasus perceraian serta pembagian harta gono-gini Jaret. ^^^


^^^Tetapi sekarang berbeda, pemberitaan lebih fokus pada orang tua Jaret dan mulai bermasalah, karena Papa Jaret adalah seorang pejabat pemerintah. Bram jadi ingin tahu dan mau menanyakan itu, karena sudah mulai bermasalah dengan hukum.^^^


📱"Ada apa? Dan mengapa kau tanyakan itu?" Kaliana tidak menjawab, tapi malah balik bertanya. Pertanyaan Bram di luar dari apa yang sedang meraka bahas dan bicarakan, membuat Kaliana berpikir dan hati-hati dalam menjawab pertanyaan Bram.


^^^Biar bagaimana pun dia harus menjaga identitas Putra, sebelum mengetahui maksud Bram bertanya tentang foto flexing yang diposting oleh Putra. Dia juga ingin tahu, mengapa Bram tiba-tiba bertanya tentang itu. Mungkin sedang terjadi sesuatu yang berkaitan dengan itu.^^^

__ADS_1


📱"Begini... Ada info yang aku dengar dari dalam kelambu, Papa Jaret sedang dibidik dari beberapa pihak, setelah semua foto flexingnya viral dan namanya jadi tranding beberapa kali." Bram mulai menjelaskan, karena dia mengenal Kaliana dengan baik. Dia tidak akan membocorkan rahasia yang dia ketahui, jika belum memiliki keyakinan dan alasan yang kuat saat orang mencari informasi darinya.


📱"Salah satunya, dari pihak kepolisian yang mau menyelidiki beliau. Tetapi sepertinya penggantiku di bagian penyelidikan bergerak seperti siput. Banyak kemungkinan yang terjadi. Mungkin dia tidak mau berurusan dengan pihak pemerintah, atau dia berpikir itu hanya kasus flexing biasa dan kerjaan orang iseng yang iri, apalagi itu dari akun anonim." Bram terus berbicara, sedangkan Kaliana hanya diam mendengar dengan serius. Begitu juga dengan Putra dan Marons.


📱"Pokoknya, apa pun kemungkinan dan pertimbangan mereka, sekarang Papa Jaret sudah dibidik dan akan ditangani oleh pihak Kejaksaan." Bram menjelaskan maksud dia bertanya tentang akun anonim yang memposting foto flexing orang tua Jaret.


^^^Kaliana bersyukur dalam diam, sambil mengelus dadanya. Begitu juga dengan Putra yang sedang menyimak langsung mengangkat tangannya dan berkata 'Alhamdulillah' tanpa suara. Akhirnya mereka mendengar perkembangan baru yang sangat dinantikan oleh Kaliana dan anggota team sopape.^^^


📱"KPK tidak berminat?" Kaliana bertanya serius, karna informasi yang disampaikan Bram adalah kelanjutan dan dampak dari apa yang mereka lakukan.


^^^Kaliana bersama anggota team sopape sangat menantikan kelanjutan dari rencana mereka tentang orang tua Jaret. Mereka berharap pihak KPK bisa mengerti arti postingan mereka dan bergerak cepat menyelidiki Papa Jaret. Tetapi justru akan diselidiki oleh pihak Kejaksaan. ^^^


^^^'Pihak mana pun yang tangani, ngga usah dipermasalahkan. Yang penting judulnya, Papa Jaret sudah diselidiki.' Marons menulis di laptop Putra, agar bisa dibaca Kaliana di monitor. Marons mengerti maksud pertanyaan Kaliana tentang KPK. Mungkin Kaliana berharap atau berpikir, pihak KPK yang akan mengambil tindakan dalam kasus orang tua Jaret.^^^


^^^Kaliana mengangguk dan mengangkat jempolnya ke arah Marons, tanda setuju dengan apa yang ditulis Marons.^^^


📱"Kau ada kenal baik, penyidik Kejaksaan?" Tanya Kaliana serius, setelah memikirkan dampak dari apa yang diposting Putra, dan Kaliana hendak melanjutkan rencananya.


📱"Iyaa... Ada penyidik di Kejaksaan yang aku kenal baik dan juga berteman baik. Ada apa? Kau terus bertanya, tanpa menjawab pertanyaanku." Bram mulai curiga dengan Kaliana, karena banyak bertanya seputar apa yang dia tanyakan yaitu siapa yang memposting foto flexing orang tua Jaret.

__ADS_1


📱"Penyidiknya bersih?" Tanya Kaliana lagi, tanpa mempedulikan Bram yang sedang protes.


📱"Bersih, seperti kita." Jawab Bram tegas. Dia jadi penasaran dengan sikap Kaliana dan rasa ingin tahunya makin menggodanya. Jadi dia kembali menjawab, tanpa berusaha untuk bertanya lagi kepada Kaliana.


📱"Kalau begitu, aku pegang dan percaya ucapanmu. Mari kita kerja sama untuk menyelesaikan ini juga." Kaliana berkata cepat dan serius setelah mendengar dan yakin dengan ucapan Bram. Dia akan melibatkan Bram sebagai pendukung postingan Putra.


📱"Deal...!" Bram berkata singkat dan serius. Dia tahu apa arti ucapan Kaliana, mengajaknya kerja sama dalam hal ini.


📱"Begini, ada beberapa informasi yang kami miliki dari hasil penyelidikan. Tapi kami hanya bisa bantu penyidik Kejaksaan menemukan dan membuktikan bahwa informasi yang kami sampaikan ini, valid. Sehingga jika ditemukan, akan jadi bukti real yang bisa menyeret orang tua Jaret." Kaliana menceritakan rencananya untuk membuktikan orang tua Jaret adalah pejabat korup dan menimbun banyak harta yang tidak halal.


📱"Waaah... Kau akan membuat penyidik Kejaksaan sangat girang. Mereka seperti mendapat durian runtuh, karena kalian sudah lakukan banyak hal untuk membantu mereka, tanpa digaji. Sepertinya, mereka tinggal eksekusi atau membuka ke berbagai jalur." Bram sangat senang mendengar yang dikatakan Kaliana. Itu sangat bermanfaat dalam tindakan penegakan hukum dan pemberantasan pejabat korup.


📱"Anna... Apa Papanya Jaret lakukan money laundry juga?" Bram makin penasaran dengan informasi Kaliana. Jiwa penyidiknya sangat terganggu dan mulai berpikir ke berbagai arah, sebagaimana seorang penyidik.


^^^Jika dia masih bertugas sebagai penyidik di bagian sebelumnya, dia akan sambut informasi yang diperoleh Kaliana dan anggota teamnya dengan bersuka ria. Sebab apa yang disampaikan Kaliana akan melengkapi penyelidikannya.^^^


📱"Kalau itu, biar pihak Kejaksaan yang buktikan saat menemukan barang buktinya. Kalau pendapat anggota teamku, bisa saja terjadi money laundry." Kaliana mengingat apa yang dikatakan Yicoe tentang apa yang dilakukan Papa Jaret bisa dikategorikan money laundry, saat Putra memperlihatkan kekayaan orang tua Jaret.


...~°°°~...

__ADS_1


...~●○¤○●~...


__ADS_2