ROMANTIKA HIDUP

ROMANTIKA HIDUP
143. Persiapan Team.


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Kaliana mendengar penjelasan Pak Yosa dengan serius sambil memikirkan cara latihan yang cocok bagi mereka. Dia lebih serius memikirkan cara melengkapi anggota teamnya dengan melatih pisik, karena akan berhadapan dengan Siska.


^^^Jika sebelumnya, mereka hanya berlatih untuk menjaga dan mengamankan diri saat lakukan penyelidikan atau mendapat serangan yang tidak terduga, tapi sekarang mereka sudah tahu lawan yang akan dihadapi dan juga kekuatannya. Sehingga mereka harus melatih pisik secara serius dan memperdalam ilmu bela diri mereka.^^^


Pak Yosa melihat Kaliana yang sedang serius berpikir. "Begitu juga dengan Novie. Semua gerakan yang digambarkan Putra sangat cocok untuknya. Dia tinggal mengatur kecepatan kaki, agar bisa selaras dengan gerakan tongkat di tangannya." Pak Yosa menjelaskan pengamatannya saat melihat Novie berlatih bersamanya dan juga Yicoe.


"Baik... Makasih, Pak Yosa. Kalau begitu, berikutnya, kalian tinggal tingkatkan dan mantapkan apa yang sudah dilatih tadi bersama Pak Yosa." Kaliana merasa lega mendengar laporan Pak Yosa tentang latihan Yicoe dan Novie.


"Begini, tongkat itu hanya untuk latihan kita secara pribadi. Tapi saat beradu dengan lawan, mungkin kita tidak akan menggunakan tongkat seperti yang kita pakai untuk latihan. Semuanya tergantung pada tempat dimana kita bertemu dengan mereka." Kaliana berkata serius, sambil berpikir tentang rencana selanjutnya untuk mempersiapkan anggota teamnya.


"Mungkin tongkat itu tidak dibawa kemana-mana, hanya disimpan di mobil. Tapi kalian bisa gunakan apa saja sebagai tongkat saat berada di lokasi yang tidak kita pikirkan. Kita bisa gunakan kaki kursi, kaki meja, atau apa pun yang bisa berfungsi sebagai tongkat. Kalian bisa gunakan kayu atau juga besi, sebagai senjata dalam keadaan darurat." Kaliana menjelaskan dan menggambarkan situasi dengan serius. Semua anggota team memperhatikan dengan serius, terutama Yicoe dan Novie. Mereka mengangguk, mengerti yang disampaikan Kaliana.


"Putra, bisa kau tambahkan variasi gerakan gabungan untuk kakak-kakakmu? Aku mau semua anggota team bisa kuasai gerakan dengan menggunakan tongkat pendek. Gerakan itu akan lebih banyak digunakan dan alat pendukungnya lebih muda ditemukan di tempat kejadian." Kaliana telah memikirkan penjelasan Pak Yosa tentang cara latihan Yicoe da Novie dengan cermat

__ADS_1


"Agar saat latihan bersama nanti, kami bisa gabungkan gerakan-gerakan variasi itu untuk melengkapi gerakan yang sudah kau buat sebelumnya. Semua itu kami tidak gunakan saat hadapi guguk liar saja, tapi juga buat yang lain. Kami bisa gunakan dalam keadaan tertentu untuk melumpuhkan lawan, tanpa harus membuat seseorang tewas." Itu yang selalu dipikirkan Kaliana, agar anggota team sopape tidak perlu berurusan dengan hukum.


^^^Mereka cukup melumpuhkan dan selanjutnya bisa hubungi pihak kamanan untuk mengambil tindakan selanjutnya. Apa lagi sekarang ada Bram dan Raka dari aparat Kepolisian bersama mereka. Putra dengan muda bisa hubungi Bram atau Raka untuk datang ke TKP.^^^


"Kita bisa gunakan itu juga untuk menjaga dan mengamankan anggota kita dalam keadaan terjepit dan tidak bersenjata." Kaliana berkata serius kepada Putra, karena mendengar Pak Yosa katakan gambar gerakan yang dibuat Putra cocok untuk Yicoe dan Novie. Sehingga Kaliana mau meningkatkan kemampuan anggota teamnya dengan gerakan variasi milik pribadi anggota team, hasil ciptaan Putra.


^^^Kaliana tahu, Putra memiliki daya imajinasi yang sangat luar biasa untuk menciptakan berbagai gerakan orang sedang berkelahi dalam bentuk karikatur. Kaliana pernah melihatnya lakukan itu, saat sedang menunggu informasi yang sedang dicarinya di komputer kantor. Sekarang dia lebih mudah wujudkan itu, dengan bantuan teknologi yang Kaliana sediakan untuknya.^^^


^^^Pertama kali, Kaliana sangat terpesona saat melihat dia membuat gambar karikatur Novie sedang menendang yang sangat keren. Gambar karikatur itu dimasukan ke ponselnya. Jadi kalau Novie yang menghubunginya akan muncul gambar karikatur itu, seakan Novie sedang menendangnya.^^^


^^^Kadang dia akan membuat teknik dasar bela diri dalam gerakan lambat, agar Putra bisa melihat gerakannya. Kemudian Putra akan kembangkan sesuai daya imajinasinya sebagai seorang lelaki yang menghadapi serangan itu, dan akan lakukan gerakan seperti apa untuk melawannya.^^^


Mendengar permintaan Kaliana, Putra mengangguk mengiyakan, karena mengerti yang dimaksudkan Kaliana. Dia sudah memikirkan itu, karena sedang merancang gerakan khusus buat Kaliana. Dia sudah melihat latihan Siska dan anggotanya dan sudah temukan titik lemahnya. Dia mau melengkapi anggota team sopape dengan gerakan yang tidak akan diduga oleh Siska.


^^^Bagi Putra, kecepatan gerakan kaki dan tangan anggota team sopape sudah luar biasa, termasuk Pak Yosa. Jika dilengkapi dengan sedikit gerakan memutar, akan sangat merepotkan Siska dan anggotanya. Atau siapa pun yang jadi lawan anggota team sopape, terutama Sopae Angel's (julukan yang diberikan Putra kepada Kaliana, Yicoe dan Novie). Putra selalu tulis di setiap hasil ciptaan gerakan barunya. *To: Sopae Angel's♡^^^

__ADS_1


^^^Bukan mau menyombongkan anggota team sopape dalam hal ini. Tapi bagi Putra, Siska dan anggotanya hanya menguasai gerakan dasar dan baku. Bukan seperti anggota team sopape. Gerakan mereka sangat bervariasi dan bisa berubah kapan saja, jika diinginkan. Kaliana sediri yang melatih cara merubah setiap gerakan yang diciptakan Putra.^^^


^^^Mungkin Siska dan anggotanya mahir dalam gerakan dasar, tapi mereka akan sangat kerepotan, jika diajak kaluar dari itu. Oleh sebab itu, Kaliana sudah pikirkan dan diskusikan dengan Putra untuk membuat gerakan variasi yang dicontohkan Kaliana dalam bentuk visual, agar anggota yang lain mudah pelajari dan kembangkan gerakan sesuai dengan kemampuan masing-masing.^^^


^^^Putra mengembangkan gerakan sesuai pengamatan pada kelemahan gerakan Siska dan anggotanya. Dia sudah mengukur kecepatan gerakan Siska dan anggotanya. Menurut Putra, masih kalah jauh dari kecepatan anggota team sopape. 'Apalagi dibandingkan dengan kecepatan Kaliana.' Putra berkata dalam hati. Tapi itu tidak dikatakan pada anggota team, agar mereka bisa latihan dengan serius.^^^


"Niii... ini telponnya. Aku tinggal dulu. Ada yang mau aku kerjakan. Kalau perlu sesuatu, aku ada di tuang kerja." Marons yang sudah kembali meletakan telpon satelit dan semua alat pendukungnya di atas meja kerja team sopape, lalu segera keluar meninggalkan ruangan setelah melihat Kaliana mengangguk, mengiyakan. Ada dokumen yang baru diemail oleh asistennya untuk dipelajari dan diperiksa, karena dia harus berangkat pagi-pagi.


"Putra, kau diskusikan itu dengan Pak Yosa, ya. Kami mau turun untuk siapin makan malam. Semua yang kalian temukan hari ini, akan kita bicarakan bersama Pak Marons. Agar tidak usah menjelaskan berulang-ulang." Kaliana berkata demikian, agar dia tidak perlu menjelaskan secara pribadi kapada Marons. Mengingat keterbatasan waktu dan banyak yang harus dikerjakan. Kemudian dia mengajak Yicoe dan Novie untuk mengikutinya turun ke ruang makan.


"Ooh, iya, Putra. Tolong kirim email untuk Pak Bram, ya. Bilang Pak Yosa sudah selesai latihan. Beliau bisa hubungi nomormu." Kaliana berkata cepat, agar Pak Yosa bisa bicara dengan Bram selama dia bersama Yicoe dan Novie bantu Bibi siapin makan malam.


...~°°°~...


...~●○¤○●~...

__ADS_1


__ADS_2