
...~•Happy Reading•~...
Kaliana, Yicoe dan Novie terkejut mendengar teriakan Putra. Yicoe segera berdiri meninggalkan monitor 'atta' untuk melihat apa yang ditunjukan oleh Putra di monitor 'sopa'. Mereka makin terkejut melihat apa yang ditunjukan Putra di layar monitor. Nomor Jamu.gD diaktifkan oleh Siska.
^^^Kaliana berpikir, Siska tidak mengaktifkan nomor Jamu.gD beberapa waktu belakangan ini, karena sudah tahu sedang diawasi. Dia pasti sudah tahu tentang penggeledahan ruang tahanan Jaret dan Bram yang membawa ponsel Jaret. Itu yang ada dalam pikiran Kaliana.^^^
"Aku kira, ponselnya atau simcardnya sudah dibuang ke laut, setelah ponsel Pak Jaret disita waktu itu oleh Pak Bram. Ternyata guguk liar sangat percaya diri dan terus menggunakannya." Putra berkata sambil terus melihat layar monitor.
"Aku juga berpikir begitu. Ternyata, ooh, ternyata, oo ooh..." Novie jadi heran dan juga takjub dengan apa yang dilakukan Siska.
"Aku juga berpikir, dia tidak akan menggunakannya lagi. Jika dia masih aktifkan nomor itu, kita harus bersiap-siap. Itu tanda untuk kita, akan segera bertemu dengannya." Kaliana ikut berdiri bersama Yicoe dan Novie, sambi memperhatikan layar 'monitor sopa'.
"Dia sudah tau, Pak Bram yang menyita ponsel Jaret, tapi sampai saat ini Bram tidak menghubungi nomor itu untuk mengecek siapa pemiliknya. Dia pasti sedang berpikir keras belakangan ini, mengapa Pak Bram belum juga menelpon ke nomor itu. Atau dia bertanya sendiri pada dirinya, apa Pak Bram sudah tau nomor itu miliknya." Kaliana mencoba berpikir dari pihak Siska, karena dia heran dengan tindakan Siska , mengingat cara kerja dan kebiasaannya selama dinas bersamanya.
"Berarti beberapa waktu ini, dia sedang menyelidiki Bram untuk memastikan keamanan posisinya. Dengan mengaktifkan lagi nomor Jamu.gD, dia mungkin sedang memancing Pak Bram, atau sudah waktunya diaktifkan." Kaliana berkata lagi sambil terus berpikir.
"Bisa juga dua-duanya, Mba' Anna. Guguk liar mungkin lihat Pak Bram tidak lakukan sesuatu atau menghubungi nomor itu. Mungkin sudah merasa aman, lalu aktifkan sesuai schedule." Putra berkata sambil terus memperhatikan layar monitor untuk mengetahui aktivitas nomor Jamu.gD yang sudah aktif.
"Putra, perlihatkan lokasi nomor Jamu.gD dan nomor guguk liar. Apa berada di lokasi yang sama, atau nomor itu dipakai oleh orang lain untuk memancing Pak Bram." Kaliana berkata serius, sambil perhatikan layar monitor. Dia berpikir cepat untuk semua kemungkinan yang bisa dilakukan Siska. Putra melakukan apa yang diminta Kaliana dengan cepat.
"Ooh o o... Dia berada di lokasi yang sama waktu itu. Nomor Jamu.gD masih dipegang orangnya." Putra berkata sambil menunjuk nomor guguk liar dan Jamu.gD berada di satu tempat, hotel bintang 5 di Pantai Marina.
"Mba' Anna... Jamu.gD hubungi nomor yang dikirim pesan waktu itu." Teriak Putra dengan hati senang, karena sudah lama menanti aktivitas nomor Jamu.gD.
__ADS_1
"Vie, ambil telpon satelit Pak Marons, lalu berikan buat Putra." Kaliana berkata cepat, lalu menyiapkan semua peralatan yang diperlukan. Novie segera melakukan yang diminta Kaliana lalu berikan kepada Putra yang terus mengawasi.
"Putra, aku ijinin, sadap... Perdengarkan pembicaraan mereka kepada kami. Coe, tinggalkan itu dulu. Mari konsen di sini, agar pembicaraan mereka tidak ada yang terlewatkan." Kaliana memanggil Yicoe yang sudah kembali menghadap layar 'monitor 'atta'.
Yicoe segera berdiri lalu duduk di samping Novie. Kaliana juga ikut duduk bersama Novie dan Yicoe, setelah mengunci pintu ruang kerja sambil meletakan pesan di depan pintu. 'Dilarang bersuara'.
^^^Kaliana meletakan itu, agar Pak Yosa atau Marons atau Bibi tidak mengetok pintu atau memanggil mereka. Sehingga suara mereka terdengar oleh Siska atau orang yang sedang dihubunginya.^^^
^^^Putra segera memakai headphone, diikuti juga oleh yang lain. Mereka semua mendengar tanpa bersuara. Kadang mereka harus menutup mulut dengan tangan, saat mendengar sesuatu yang membuat mereka terkejut atau ingin berkomentar, tapi harus menahan diri.^^^
Setelah Siska selesai berbicara, dan mengnonaktifkan kembali nomor Jamu.gD nya, anggota team sopape terdiam. Tidak ada seorangpun bersuara atau berkomentar. Kaliana berdiri, lalu berjalan ke pintu untuk membuka kunci, khawatir ada yang menunggu di luar.
"Apa terjadi sesuatu?" Tanya Pak Yosa yang sedang berdiri di depan pintu, tanpa berani membuka atau mengetuk pintu, saat melihat tulisan di depan pintu.
"Kami tadi sedang mendengar pembicaraan guguk liar dengan serigala buas." Kaliana berkata serius, lalu duduk kembali. Putra segera menamai nomor orang yang dihubungi Siska dengan julukan yang diberikan Kaliana, 'serigala buas'. Agar dia muda membedakan setiap orang yang sedang diawasi.
Pak Yosa jadi penasaran melihat suasana ruang kerja yang tenang, tanpa banyak candaan. Pak Yosa berjalan cepat lalu duduk di kursinya. Kemudian Kaliana menyampaikan semua yang dibicarakan 'guguk liar dan serigala buas' kepada Pak Yosa bergantian dengan Yicoe dan Novie. Pak Yosa mendengar penjelasan mereka dengan emosi yang berubah-rubah.
"Kalau bertemu dengannya, aku akan mematahkan tulang-tulangnya dan berikan kepada an*jing." Pak Yosa berkata dengan geram dan emosi yang sudah meningkat.
"Pak Yosa harus ngantri. Aku akan membuat dia merangkak sebelum digeladang oleh Bram." Kaliana meluapkan emosi yang sudah ditahan sejak tadi. Begitu juga dengan yang lain, menggelengkan kepala tanpa berkomentar. Mereka sangat terkejut dengan apa yang didengar mereka.
"Putra, perhatikan apa yang dia lakukan dan pindah ke mana saja. Coe juga, fokus dengan aktivitas orang tua Jaret dengan orang-orang yang konek dengan mereka, ya." Kaliana berkata setelah mengendalikan dirinya.
__ADS_1
"Ok, Mba'..." Putra dan Yicoe berkata bersamaan sambil mengangkat tangan dan membentuk jari sebagai tanda OK ke arah Kaliana.
"Pak Bram sudah email tempat dan waktu pertemuan. Gimana, Mba', mau jawab apa?" Putra berkata sambil menunjukan email Bram kepada Kaliana.
Sontak Kaliana melihat jam di ponselnya. "Baik... Makasih, Putra. Jawab saja, siiiaap..." Kaliana berkata cepat, agar Putra merespon email Bram.
"Waktu yang tepat, mau bertemu Pak Bram. Jadi bisa sekalian membahas guguk liar dengannya." Kaliana menarik nafas panjang untuk menenangkannya sambil melihat Pak Yosa yang sedang mengendalikan emosi dan berpikir.
"Pak Yosa, tolong bersiap-siap. Aku juga mau turun untuk bersiap-siap. Kita akan menemui Bram." Kaliana berkata cepat kepada Pak Yosa.
"Vie, semua yang mau dibawa sudah siap?" Tanya Kaliana mengingatkan tentang tujuan pertama menemui Bram.
"Sudah, Mba'..." Novie berkata lalu berdiri mengambil dokumen yang akan dibawa Kaliana dan Pak Yosa.
"Baik... Makasih, Vie... Coe, nanti tolong katakan kepada Pak Marons, kami sedang menemui Pak Bram dan penyidik dari Kejaksaan, ya." Kaliana berkata cepat, karena khawatir Marons pulang terlebih dulu darinya.
^^^Kaliana tidak mau hubungi Marons, agar tidak menganggunya atau harus menjelaskan panjang dan lebar tentang rencana pertemuannya dengan Bram. Itu akan membutuhkan waktu, sedangkan mereka sedang terburu-buru.^^^
"Putra, jangan katakan apa pun kepada Pak Marons tentang pembicaraan guguk liar dan serigala buas tadi. Nanti setelah kami kembali, baru akan membahasnya bersama-sama, setelah mendengar pendapat Pak Bram." Kaliana berkata sambil melihat Putra dengan serius.
...~°°°~...
...~●○¤○●~...
__ADS_1