ROMANTIKA HIDUP

ROMANTIKA HIDUP
169. Sari Kisah


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


...~°°Satu Bulan Kemudian°°~...


Di awal bulan Juli, di hari Minggu yang cerah, Team Sopape dan Marons sedang duduk menikmati minuman hangat di ruang makan sambil membahas apa yang sudah mereka kerjakan, setelah menjalani hari-hari yang padat dan sibuk sebulan terakhir.


Banyak hal yang sudah dilewati dengan baik dan mereka tetap bisa berkumpul bersama tanpa kekurangan atau kehilangan sesuatu. Oleh sebab itu, mereka duduk sejenak sebelum menghadapi hari yang padat lagi dan mempersiapkan persidangan akhir yang akan dijalani oleh Chasina.


"Kita bisa seperti sekarang, bisa duduk bersama menikmati ini, adalah kasih sayang Tuhan yang tidak terhingga untuk kita. Mengingat orang-orang yang kita tangani belakangan ini, sangat menakjubkan. Menguras energi dan emosi kita." Kaliana berkata sambil minum lemon tea dan cemilan yang disediakan Bibi.


"Aku berharap, dalam waktu dekat ini kita bisa bertemu lagi dengan Bram dan mendengar cerita, bagaimana ia melewati masa-masa sulitnya." Pak Yosa berkata pelan sambil menyeruput kopi instan yang dibuat Kaliana untuknya dan Marons.


Flash back.


^^^Penangkapan Siska, Jaret dan Parikus juga serigala buas dan teman-temannya membuat gempar di masyarakat dan media sosial sepanjang bulan yang lalu. Proses persidangan kasus mereka sangat menyita perhatian publik, apa lagi persidangan mereka disiarkan secara langsung oleh beberapa media.^^^


^^^Masyarakat dengan berbagai cara terus mendesak Jaksa penuntut agar menuntut mereka dengan hukuman yang maksimal. Masyarakat juga berharap Hakim akan menghukum mereka seberat-beratnya. Karena mereka berusaha menyeludupkan 250 kg sabu, 3000 butir pil eks*tasi dan 100 kg ga*nja siap pakai untuk diedarkan di Indonesia.^^^


^^^Publik sangat geram kepada pihak aparat kepolisian, karena mereka yakin telah jadi bekingan para penyeludup dan pengedar ini. Apa lagi dengan adanya oknum dari BNN, petugas polisi bagian narkotika terlibat dalam proses penye*ludupan tersebut. Ditambah lagi dengan Jaret yang bisa keluar masuk sel tahanan dengan bebas.^^^


^^^Sehingga pimpinan tertinggi kepolisian harus turun tangan untuk membersihkan para petugas yang terlibat dalam kasus tersebut. Banyak aparat yang terlibat dari berbagai bagian, membuat publik mulai curiga dan ragu akan kinerja kepelosian.^^^


^^^Siska, Parikus dan 5 anggota aktif yang terkait dan tertangkap tangan, menjalani sidang kode etik. Mereka dipecat dengan tidak hormat sebelum menjalani persidangan di pengadilan negeri.^^^


^^^Begitu juga dengan petugas di penjara yang meloloskan Jaret, dipecat dengan tidak hormat dan pimpinannya dipindahkan ke luar daerah. Banyak petugas yang juga diturunkan jabatannya, karena terkait dan bantu melancarkan apa yang dilakukan Siska, Jaret dan Parikus.^^^

__ADS_1


^^^Setelah Siska dan Jaret keluar dari rumah sakit, menjalani sidang kasus penyeludupan dan pengedaran narkoba beberapa kali. Mereka dituntut oleh Jaksa penuntut dengan hukuman seumur hidup. Sedangkan ke 5 anggota yang ikut membantu mereka, dituntut 15 - 20 tahun.^^^


^^^Sedangkan serigala buas dituntut dengan hukuman mati, karena sebagai pemasok dan pemilik barang haram tersebut. Tetapi masih terjadi perundingan, karena negara asalnya meminta dia dideportasi ke negaranya. Tetapi pemerintah tidak setuju dan tetap pada keputusan, dia akan jalani hukuman di Indonesia, karena ditangkap di peraian Indonesia.^^^


^^^Akibat penangkapan Bram dan tekanan publik yang sangat besar, pihak kepolisian melakukan perombakan dan mutasi besar-besaran di instasi kepolisian untuk menenangkan publik.^^^


^^^Yang masih sedikit melegakan masyarakat, polisi yang menangkap mereka adalah polisi narkotika juga. Jadi masyarakat masih memiliki harapan, ada banyak petugas baik dan berdedikasi di institusi kepolisian.^^^


^^^~°°°~ ~°°°~ ~°°°~^^^


^^^Begitu juga dengan orang tua Jaret yang sudah ditahan, terus diperpanjang masa tahananannya, karena ada banyak pihak yang terlibat dengan orang tua Jaret. Mereka juga diduga melakukan pencucian uang. Sehingga kejaksaan mulai memperluas penyelidikan terhadap orang tua Jaret dan orang-orang yang terlibat dengan mereka.^^^


^^^Semua harta milik mereka yang sudah diketahui keberadaannya disita oleh negara. Jadi bisa dikatakan mereka sudah dimiskinkan. Semua kekayaan orang tua Jaret yang disimpan atas nama Jaret juga disita oleh negara. Begitu juga dengan properti dan mobil mewah milik mereka.^^^


^^^Mengetahui apa yang sudah dilakukan oleh pihak Kejaksaan atas semua harta kekayaan mereka, Papa Jaret sering dilarikan ke rumah sakit dari tahanan bergantian dengan istrinya. Sehingga persidangan mereka sering tertunda oleh karena alasan kondisi kesehatan.^^^


"Mba' Anna, besok aku bisa ikut ke pengadilan negeri juga?" Tanya Putra yang ingin menghadiri persidangsn terakhir Chasina.


"Ikut, tapi tidak masuk ke ruang sidang. Tetap rekam persidangannya, karena itu kenang-kenangan kita." Kaliana ingin merekam kasus yang ditangani paling panjang dan menyangkut ke banyak arah dan berbagai orang.


^^^Kaliana ingin mereka menyimpan akhir dari pekerjaan yang mereka tangani. Baik hasilnya menyenangkan atau tidak, Kaliana berharap mereka dapat mempelajari semuanya untuk meningkatkan kinerja mereka ke depan.^^^


"Arroo, besok ikut hadiri persidangan juga?" Tanya Kaliana kepada Marons, karena besok adalah keputusan untuk kasus kematian Rallita.


"Aku usahakan. Besok ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Jika tidak bisa, aku akan datang jemput." Marons menjelaskan rencana kerjanya di esok hari.

__ADS_1


"Kalian bertiga mau ikut juga?" Tanya Marons, karena selama persidangan sebelumnya, mereka tidak mau ikut. Justru mereka membereskan kasus penipuan yang terhambat penyelesaiannya, karena menangani kasus Marons.


Sebelum Kaliana menjawab pertanyaan Marons, ponselnya bergetar. Ketika melihat nama di layar ponsel, Kaliana menunjukan layarnya ke arah Putra. Setelah melihat anggukan Putra, Kaliana meresponnya.


📱"Hallo, Mba' Anna. Maaf, mengganggu." Sapa Bryan, saat Kaliana merespon panggilannya.


📱"Hallo, Pak Bryan. Tidak mengganggu. Apa kabarnya, Pak." Tanya Kaliana, karena sudah lama tidak berkomunikasi.


📱"Kabar baik, Mba'. Ini mau sampaikan permintaan Daddy. Semoga besok Mba' Anna bisa hadir di persidangan Chasi. Permintaan chasi juga, karena di persidangan yang lalu dia mencari Mba' Anna. Dia ingin sekali bertemu." Bryan berkata dengan penuh harap, semoga Kaliana bisa hadir di persidangan adiknya.


^^^Dua kali persidangan sebelumnya untuk mendengarkan kesaksian saksi dan saksi ahli, Kaliana dan team sopape yang lain tidak hadir. Kaliana sibuk menyelesaikan kasus penipuan dan juga dia sengaja menghindar dari Chasina.^^^


^^^Kaliana tidak sampai hati melihat Chasina yang makin kurus. Sehingga dia menahan diri untuk tidak hadir, karena hatinya terharu dan sangat sedih melihat kondisi Chasina yang memprihatinkan.^^^


^^^Walaupun dia sudah bercerai dengan Jaret, tapi sepak terjang Jaret mempengaruhi hati dan pikirannya.^^^


^^^Apalagi saat persidangan kasus Jaret, terungkap hal yang lebih menggemparkan dunia maya dan real. Jaret dan Siska bukan saja pasangan penyeludup dan pengedar narkoba, tetapi juga sepasang sejoli, yang selama ini hidup bersama.^^^


^^^Mungkin saja ada penyesalan dalam diri Chasina. Dia tidak mengenali lelaki yang dinikahinya. Dia sudah berusaha menyelamatkan rumah tangganya dengan mengikuti Rallita, sehingga membuat dia harus mendekam di penjara. Tetapi suaminya ada punya sejoli yang disimpanan di tempat lain.^^^


^^^Akhirnya, team sopape tahu mengapa Jaret save nama Siska dengan Jamu.gD. Mereka saling gendong, ibarat tukang jamu gendong untuk berbagai hal.^^^


📱"Iyaa, Pak Bryan. Pak Danny sudah sampaikan permintaan Bu Chasi. Katakan pada Pak Adolfis, kami akan hadir. Titip salam hormat kami. Sampai ketemu besok di ruang sidang." Kaliana berkata dengan tenang dan serius. Kemudian mereka mengakhiri pembicaraan dengan hati lega.


"Semoga persidangan besok berjalan dengan baik." Kaliana berkata pelan sambil melihat anggota team sopape dan Marons yang mengaminkan harapannya.

__ADS_1


...~°°°~...


...~●○¤○●~...


__ADS_2