
...~•Happy Reading•~...
Di sisi yang lain ; Kaliana dan Putra sedang memperhatikan semua perbincangan yang terjadi di media sosial tentang foto flexing orang tua Jaret. Terutama respon publik dan reaksi netizen yang membuat foto tersebut menjadi viral dan nama Papa Jaret jadi tranding.
Mereka tidak menyangka, respon masyarakat begitu cepat dan penasaran dengan foto yang diupload oleh Putra. Banyak komentar yang meminta keterangan tambahan, mengapa foto-foto itu sudah tidak ada lagi di akun mereka dan apa penyebabnya.
"Putra, tolong lihat semua pejabat di departemen yang sama dengan Papa Jaret. Baik yang sama level atau di atasnya. Apakah ada yang memamerkan kehidupan hedon dan tidak sesuai dengan jabatan mereka?" Kaliana berkata pelan sambil melihat layar monitor dengan serius.
Putra melakukan permintaan Kaliana dengan cepat, karena mengerti maksud permintaannya. Semua pejabat yang bekerja di departemen yang sama dengan Papa Jaret terlihat di layar monitor. Putra memperlihatkan satu persatu kepada Kaliana yang sedang melihat dengan serius dan teliti.
"Ternyata banyak juga yang hidupnya sangat hedon dan tidak segan-segan diperlihatkan kepada publik, ya... Mereka tidak takut jika dengan flexing seperti itu, kekayaan mereka akan dikulik-kulik oleh netizen +62 yang aduhai?" Kaliana berkata cepat dan juga heran, setelah melihat semua postingan mereka hampir sama dengan postingan Papa dan Mama Jaret.
"Waaaah... Jika begini, kasus Pak Jaret akan menyeret banyak pejabat di departemen Papanya. Kalau di jaman sebelumnya, mereka bisa aman-aman saja karena tidak diketahui oleh masyarakat. Sekarang semua yang mereka lakukan dan tunjukan di medsos, akan dimakan dengan cepat oleh netizen, hanya dengan sedikit umpan." Kaliana berkata lagi sambil terus memperhatikan yang diperlihatkan Putra kepadanya.
__ADS_1
"Sekarang ini, mereka sudah tidak bisa berlaku seakan kehidupan mereka itu wajar-wajar saja. Sekarang publik sudah cerdas, jadi bisa menghitung penghasilan mereka dengan cepat. Jadi jika ada yang tidak sesuai, publik akan curiga dan mulai garuk yang tidak gatal." Kaliana terus berbicara di samping Putra. Sedangkan Putra terus membuka semua postingan cara hidup para pejabat di departemen Papa Jaret.
"Sebentar, Mba Anna. Ada yang mencoba kabur." Putra berkata tiba-tiba, saat melihat ada yang mencoba hapus postingan hedon di akun sosial media mereka. Putra segera mengamankan yang bisa diamankan. Kaliana mengerti tindakan Putra yang cepat dan tanggap.
"Pasti ada yang tersadar, kehidupan hedon mereka akan jadi sorotan publik dengan apa yang terjadi dengan Papa Pak Jaret. Atau mungkin orangnya ada kaitan dengan Papa Jaret." Kaliana berkata sambil melihat yang dikerjakan Putra. Ada beberapa pejabat yang mulai menghapus postingan flexing, tapi ada yang jadi perhatian Kaliana, karena respon untuk menghapus semua foto dan video flexing nya lebih cepat.
"Putra... Segera cari keluarga dari pejabat yang bernama Nicolaus. Kita amankan semua yang diflexing untuk berjaga-jaga saja. Mungkin akan diperlukan oleh pihak terkait di kemudian hari." Kaliana berkata cepat sebelum semua postingan menghilang. Putra bekerja cepat untuk merespon permintaan Kaliana. Melihat reaksi rekan pejabat Papa Jaret yang bernama Nicolaus, membuat Kaliana jadi curiga. Dia berpikir, mungkin ada kaitan dengan Papa Jaret dan mulai takut.
"Sepertinya mulai ada yang kepanasan dengan pancingan kita, Mba'. Ternyata netizen +62 yang budiman bisa membuat orang-orang yang selama ini aman-aman saja dengan kehidupan hedon, mulai terusik." Putra berkata sambil bekerja cepat, karena ada banyak akun pejabat mulai menghilang. Ada juga mulai menghapus foto dan video yang dipamerkan di akun sosial media tentang kehidupan hedon mereka.
^^^~°°Sebelumnya, Kaliana tidak pikirkan ke arah itu. Tetapi melihat reaksi mereka yang tiba-tiba panik dengan foto viral orang tua Jaret, Kaliana jadi berpikir ke arah kehidupan hedon dan hidup foya-foya para pejabat. Jika tidak bermasalah, mereka tidak perlu menghapus apa yang mereka perlihatkan di sosial media. Itu yang ada dalam pikiran Kaliana.°°~^^^
"Mbak Anna... Ada banyak pengusaha juga yang flexing kehidupan hedon mereka. Tapi mengapa netizen sangat mengusik kehidupan hedon para pejabat pemerintah?" Putra bertanya sambil terus melihat layar monitor dan mengamankan 'barang bukti' yang disebut Kaliana. Dia sedikit heran akan reaksi publik terhadap kehidupan dan cara hidup para pejabat pemerintah.
__ADS_1
"Para pengusaha dan keluarganya, memang kehidupan sehari-hari mereka seperti itu. Tidak bisa kita bilang mereka sedang flexing. Contohnya Pak Adolfis dan keluarganya, tidak bisa kita katakan mereka flexing jika naik mobil mewah. Atau traveling ke berbagai negara, atau perlihatkan sedang naik jet pribadi, atau sedang adakan acara ulang tahun di mansion mereka yang besar dan mewah." Kaliana menjawab sambil berpikir maksud pertanyaan Putra, agar tidak salah menjawab.
"Semua yang diperlihatkan itu terlihat wajar oleh masyarakat, karena itu hasil dari kerja keras dalam mengembangkan bisnis mereka. Jadi kalau mereka mau hidup seperti apa, publik tidak terlalu hiraukan. Itu hasil keringat mereka sendiri, jadi pantas mereka menikmati hasil keringat mereka." Kaliana mencoba menjelaskan dari sudut pandangnya tentang cara hidup berbagai kalangan yang sering diamatinya.
^^^~°°Dia bisa melihat cara hidup Marons dan keluarganya. Marons bisa ganti mobil dengan cepat, karena dia mampu dan semua dari hasil kerja kerasnya. Orang lain masih tidur nyenyak dan nyaman, mereka sudah bangun dan mulai bertarung di jalanan yang padat. Mereka harus memikirkan berbagai cara dan berinovasi, agar perusahan mereka tetap bertahan dalam berbagai situasi dan kondisi.°°~^^^
^^^Semua yang mereka lakukan bukan hanya untuk hidup mereka sendiri, tetapi juga untuk hidup banyak karyawan yang bekerja di perusahaan mereka. Jadi mereka tidak pikirkan diri sendiri, tapi juga penghidupan banyak orang yang menjadi tanggung jawab mereka. Itu adalah pemikiran Kaliana.°°~^^^
"Kekayaan mereka tidak didapatkan dari hasil korupsi, tapi dari hasil kerja keras mereka. Tetapi pejabat pemerintah, mereka digaji dan hidup dari pajak yang kita bayarkan. Jadi publik suka kepo dan bertanya-tanya, kalau kehidupan mereka tidak sesuai dengan gaji yang diterima." Kaliana menjelaskan lagi untuk menjawab rasa ingin tahu Putra akan reaksi netizen terhadap kehidupan orang tua Jaret.
"Putra... Karena tadi aku bilang kepo, kalau kau sudah selesaikan itu, mari kita kepo kehidupan orang tua Jaret." Kaliana mendapat ide untuk melengkapi pengetahuan mereka tentang kehidupan orang tua Jaret. Mungkin akan diperlukan untuk membantu Danny yang sedang menangani kasus Chasina.
"Kepo gimana maksudnya, Mba' Anna?" Putra berbalik ke arah Kaliana dan bertanya dengan cepat, karena belum mengerti maksud Kaliana. Dia berpikir, sekarang pun mereka sedang kepo dengan kehidupan orang tua Jaret. 'Bukankah mengulik-ngulik semua postingan orang tua Jaret, adalah bagian dari kepo?' Putra bertanya dalam hati sambil melihat Kaliana dengan alis bertaut.
__ADS_1
...~°°°~...
...~●○¤○●~...