
...~•Happy Reading•~...
Kaliana hanya bisa menggelengkan kepalanya, lalu berjalan cepat masuk ke kamar sambil berharap, Yicoe sudah selesai Sholat dan kembali tidur. Dia tidak lakukan hal yang sama dengan Putra, keluar kamar untuk cari minuman. Sehingga pagi hari bisa rame dengan ledekan anggota team kepadanya.
Ketika melihat Yicoe sudah tidur lagi, Kaliana bernafas lega lalu segera naik dan tidur di sampingnya. Walaupun hatinya sedang membuncah karena mengetahui Marons telah kembali, Kaliana bersyukur untuk perlindungan Tuhan lalu memejamkan mata dan tidur.
Beberapa waktu kemudian, Kaliana terjaga karena bunyi air di kamar mandi. Yicoe dan Novie telah bangun dan mandi. Mereka keluar kamar meninggalkan Kaliana yang sedang loading, karena akan bantu Bibi membuatkan sarapan untuk mereka semua. Kaliana segera bangun dan berkemas-kemas. Kemudian mandi, dan keluar untuk melihat yang lain, terutama Marons.
Ketika melihat Marons sudah tidak tidur di sofa lagi, Kaliana segera ke ruang makan, untuk mencarinya tetapi Marons tidak terlihat. Hanya anggota team sopape dan Danny sedang ngobrol, serius sambil minum. Kaliana tidak menanyakan keberadaan Marons, tetapi duduk untuk minum bersama anggota dan Danny.
Mereka belum dipersilahkan sarapan, membuat Pak Yosa dan Novie bertanya-tanya dalam hati sambil melihat Kaliana. Mereka belum ketahui Marons sudah pulang dari Korea. Tanpa berkata, Kaliana mengambil minuman untuknya lalu duduk di samping Yicoe dan minum. Kaliana berpikir akan meminta Putra untuk memanggil Marons. (Karena Kaliana sudah melihat Danny di meja makan, jadi dia berpikir, Marons telah ke kamarnya untuk mandi).
Ketika Kaliana hendak meminta Putra untuk memanggil Marons, tiba-tibal Marons masuk ke ruang makan dengan pakaian santai, tapi sudah mandi. Itu terlihat dari rambutnya yang sudah basah. "Selamat pagi semua." Sapa Marons sambil tersenyum, melihat wajah Novie dan Pak Yosa yang terkejut melihatnya lalu membalas sapaan Marons. Sedangkan Yicoe dan Putra mesem-mesem, sambil saling melirik dengan wajah lucu.
Hal itu membuat Kaliana curiga, lalu mendelik ke arah Putra yang duduk di depannya. Kemudian menyenggol Yicoe dan memberikan isyarat untuk berhenti melakukan mimik seperti itu. Tetapi terlambat, Novie telah melihat Putra dan memberikan isyarat kepadanya untuk mengatakan kepadanya dengan kode tangannya, lalu mengancam dengan kepalan tangannya.
Marons berjalan melewati Putra, lalu memijit pundaknya. Dia mengerti arti tatapan Kaliana ke arah Putra. Kemudian dia duduk di kursi bagian kepala meja, karena Danny telah duduk bersama Pak Yosa dan Putra.
__ADS_1
Kaliana mengabaikan kasak kusuk dan saling senggol dari Novie dan Yicoe, karena tidak mau ada keributan saat sarapan. Dia sedang bersiap-siap untuk berangkat bersama Danny dan Pak Yosa. Marons juga curiga dengan sikap Putra, Novie dan Yicoe, tapi melihat keseriusan Kaliana yang tidak menanggapi, dia konsentrasi untuk sarapan, sambil tersenyum dalam hati. 'Pasti mereka melihat mereka tadi malam.' Marons berkata dalam hati.
Tanpa diketahui Kaliana dan Marons, Yicoe juga melihat adengan mesra mereka. Tetapi Yicoe berbeda dengan Putra. Yicoe tidak meneruskan langkahnya ke dapur untuk mengambil minuman. Dia langsung berbalik masuk kamar, saat melihat Kaliana dan Marons ada di ruang keluarga. Sedangkan Putra saat keluar kamar dan melihat itu, meneruskan langkanya ke dapur untuk mengambil minuman. Sehingga berpas-pasan dengan Kaliana saat keluar dari ruang keluarga.
Novie jadi penasaran dengan apa yang terjadi dengan Putra dan Yicoe. Dia ingin mengambil ponsel untuk melihat sosial media Putra. Pasti ada postingan karikatur kisah asyik yang terjadi. Tetapi karena akan sarapan, Novie menahan diri untuk tidak melakukannya.
~°°°~ ~°°°~ ~°°°~
Setelah sarapan, mereka semua tidak berdiri dari meja makan. Kaliana, Yicoe dan Novie membereskan meja makan, lalu duduk kembali bersama yang lain. Kaliana dan Danny menjelaskan kepada Marons, bahwa mereka akan ke pangadilan negeri dan apa tujuan Kaliana ikut dengan Danny dan Pak Yosa.
"Baik... Kalau begitu, kalian bertiga pergi ke pengadilan, aku di rumah dengan yang lain. Hari ini aku tidak ke kantor, karena masih pening. Aku mau istirahat sebentar." Ucap Marons, karena Danny membangunkan dia untuk pindah tidur di kamar. Hal itu membuat Marons tidak bisa tidur lagi, hingga peningnya tidak hilang.
Kaliana mengangguk lalu berbicara dengan Putra untuk pindah ke kamar atas. Dia juga mengatakan bahwa, Putra sudah bisa pindah bekerja di ruang kerja yang baru. Semua yang diperlukan untuk bekerja sudah dikirim dan ditata oleh Yicoe dan Novie. Mereka dibantu oleh pekerja yang mengirim, jadi tidak membutuhkan waktu lama untuk merapikan ruang kerja dan kamar tidur Putra dan Pak Yosa.
Tidak lupa juga, Kaliana ke dapur untuk berbicara dengan Bibi, agar merapikan kamar yang akan ditempati Marons dan Danny. Supaya Marons bisa istirahat. Kaliana memikirkan banyak hal, sebelum meninggalkan rumah. Tanpa disadari Kaliana, apa yang dilakukannya sudah seperti nyonya rumah yang akan meninggalkan rumah.
"Putra... Tolong gabung nomor ponsel Pak Danny dengan team, agar kalian bisa pantau kami bertiga dari sini." Ucap Kaliana kepada Putra, karena dia ingin semua percakapan Danny nanti direkam oleh Putra. Mendengar itu, Putra segera berdiri dan masuk ke kamar untuk mengambil perlengkapannya. Kemudian dia mendekati Danny untuk melakukan apa yang diminta oleh Kaliana.
__ADS_1
Setelah melihat semuanya telah siap, Kaliana mendekati Marons untuk berbicara. "Arro, tolong doakan kami, ya... Setelah kami berangkat, segera istirahat. Agar nanti setelah kami tiba di sana, mungkin bisa pantau pembicaraan kami." Ucap Kaliana serius dan berharap Marons bisa istirahat, saat mereka masih dalam perjalanan ke kantor pengadilan, lalu bantu Putra, Yicoe dan Novie saat mereka bekerja.
"Jika ada yang harus dilakukan atau dibicarakan kepada Pak Danny, Arro tolong katakan padanya, ya... Kami sedang bersamanya, jadi tidak bisa katakan apa yang harus dilakukan Pak Danny, jika sudah kumpul bersama pihak lawan dan hakim. Tetapi Pak Danny bisa mendengar pelangimu." Kaliana berkata pelan dengan serius. Dia tahu, Marons mengerti yang dimaksudkannya.
Marons memgangguk mengerti yang dikatakan Kaliana. "Tenanglah... Fokus saja dengan kondisi di sana. Seandainya, ada yang ingin kau katakan kepada Danny, kirim pesan saja. Nanti aku yang katakan pada Danny." Marons berkata pelan, setelah berpikir cepat dengan maksud Kaliana.
Danny mungkin tidak bisa melihat ponselnya dalam kondisi tertentu, tapi bisa mendengar apa yang dikatakan padanya. Marons sudah pernah menyamar bersama team sopape, jadi bisa mengerti dengan cepat cara memberikan kode yang dilakukan team. Kaliana meminta demikian, karena dia tahu Yicoe dan Novie sungkan mengatakan sesuatu kepada Danny, seakan mendikte apa yang harus dilakukan.
Marons mengelus pelan lengan Kaliana, saat hendak berangkat bersama Danny dan Pak Yosa. "Tenang dan fokus...!" Marons berkata pelan di samping Kaliana. Mendengar apa yang dikatakan Kaliana, dia lebih bermanfaat ada di rumah bersama Yicoe, Novie dan Putra. Jadi apa yang akan dilakukan Danny, Yicoe dan Novie bisa katakan padanya untuk sampaikan kepada Danny.
"Aku jadi ingin memelukmu..." Kaliana berkata pelan dengan wajah memerah.
"Lakukan saja..." Marons membalas sambil tersenyum. Kaliana langsung memukul lengan Marons, lalu berjalan cepat meninggalkan Marons yang sedang tertawa.
...~°°°~...
...~●○¤○●~...
__ADS_1