Suling Maut

Suling Maut
Isu di Dunia Persilatan


__ADS_3

Kabar mengenai tragedi yang terjadi di Wisma Bambu terdengar pula oleh seluruh Dunia Persilatan. Entah berawal dari mana kabar itu dihembuskan karena orang Wisma Bambu sendiri tidak menyebarkan kabar ini ke mana-mana.


Peristiwa ini mengejutkan dan membangkitkan kemarahan segenap masyarakat Dunia Persilatan. Tak ayal lagi, kemarahan mereka tentu saja ditujukan kepada Chien Wan.


“Tak disangka Suling Maut tega melakukan perbuatan sekeji itu!”


“Kusangka Suling Maut adalah pendekar sejati. Ternyata hanya seorang pembunuh!”


“Aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri bila aku melihatnya!”


“Apakah benar dia yang melakukannya? Rasanya aku tak percaya!”


“Itu memang betul! Kabar ini kudapat dari sumber terpercaya!”


Demikianlah yang terjadi di Dunia Persilatan. Pergunjingan-pergunjingan terus berlanjut. Kemarahan mereka memuncak hingga akhirnya mereka memutuskan untuk mencari Suling Maut dan menghukumnya. Maka dimulailah perburuan terhadap Suling Maut. Mereka lebih berhasrat mencari dan menghabisi Suling Maut dan melupakan peristiwa semula di mana mereka berbondong-bondong mencari Cheng Sam.


Ketua Persilatan yang sangat terpukul tak berdaya menyaksikan semua ini.


Chang Fei Yu merupakan orang yang paling shock mendengar berita ini.


“Ini tak bisa dipercaya!” serunya dengan wajah pucat kala mendengar berita itu. Ia mengenal dengan baik keluarga Luo. Ia menghormati Tuan dan Nyonya Luo. Berita kematian mereka diterimanya dengan sangat terpukul.


Namun yang paling membuatnya terpukul adalah berita tentang tercemarnya diri Ting Ting yang entah bagaimana juga tersebar ke seluruh penjuru Dunia Persilatan.


“Ini tidak mungkin! Tidak mungkin Kakak Ouwyang melakukan perbuatan itu!” seru Siu Hung marah.


“Menurut kabar, Saudara Luo dan Nona Ouwyang sendiri melihat Chien Wan sedang membunuh Tuan dan Nyonya Luo.” Pendekar Sung tampak terpukul. “Dan... Kakak Cen juga tewas.”


“Bagaimana dengan A Ming?” sela Tuan Chang cemas.


“Tidak ada berita mengenai A Ming.”


Fei Yu berjalan mondar-mandir. “Chien Wan pergi ke Wisma Bambu untuk memperingatkan mereka mengenai Cheng Sam. Mengapa semuanya jadi begini? Mungkinkah Chien Wan berubah jahat dalam sekejap?”


“Kita tidak tahu pasti kejadian yang sesungguhnya.” Pendekar Sung menggeleng. “Aku tidak berdaya mengendalikan kemarahan para pendekar. Sekarang mereka beramai-ramai memburu Chien Wan dan hendak membunuhnya.”


“Apa yang sebenarnya terjadi?” rutuk Fei Yu geram.


Siu Hung melompat berdiri. “Sedikit pun aku tidak percaya! Kakak Ouwyang sangat baik! Dia tak pernah membunuh orang!”


Fei Yu mengangguk. “Aku juga berpikiran seperti itu.”


“Dunia Persilatan tidak mengenal Chien Wan sebaik kita,” peringat Tuan Chang.


Fei Yu dan Siu Hung berpandangan.

__ADS_1


“Bagaimana pun kita harus tahu yang sebenarnya. Kita harus mencaritahu di mana Chien Wan berada!” kata Pendekar Sung.


“Mengapa, Ayah?” tanya Siu Hung heran melihat kecemasan ayahnya.


“Seluruh Dunia Persilatan saat ini sedang mencari Chien Wan. Mereka hendak meminta pertanggungjawaban darinya. Bukan tidak mungkin kini nyawa Chien Wan dalam bahaya. Kita harus lebih dahulu menemukan Chien Wan sebelum para pendekar yang murka itu!”


***


Partai Kupu-Kupu juga mendengar tragedi itu. Mereka merasa sangat geram dan marah. Ketua Wu mencemaskan putrinya. Bukankah sekarang ini putrinya pergi karena ingin menyusul Chien Wan? Bagaimana kalau berita itu benar, bahwa Chien Wan sebenarnya adalah orang yang sangat keji. Bukankah mudah baginya untuk melakukan kejahatan terhadap Kui Fang yang masih polos?


“Saya akan menyusul Nona, Ketua.” Wie Yun Cun berdiri. “Saya punya dugaan kuat bahwa sekarang ini Nona ada bersama Suling Maut.”


Perkataan Wie Yun Cun menambah kecemasan Ketua Wu.


“Tetapi menurut saya Chien Wan bukan orang seperti itu,” gumam Sam Hui. “Dia pernah ke sini beberapa bulan lalu. Ketua sendiri sangat mengaguminya, bukan?”


“Benar, tapi....”


“Mungkin saja waktu bisa mengubah orang,” sela Wie Yun Cun kalem. “Orang yang tadinya baik bisa berubah menjadi jahat.”


Sam Hui mengerutkan kening.


“Sebaiknya kalian mengerahkan orang untuk mencari putriku. Bila dia bersama Suling Maut, lekas selamatkan dia. Bila Suling Maut berbuat macam-macam, bunuh saja dia!” perintah Ketua Wu.


“Siap!”


***


Lembah Nada mendengar peristiwa ini. Dimulai dari Empat Tambur Perak. Mereka sangat terkejut dan tidak percaya. Bagaimana mungkin Chien Wan melakukan kekejian seperti itu? Mereka sangat mengenal Chien Wan. Rasanya mustahil Chien Wan bisa begitu kejam dan tega membunuh paman dan bibinya serta menodai Ting Ting! Namun menurut kabar, kejadian itu disaksikan langsung oleh Sen Khang dan Ouwyang Ping sehingga kebenarannya tidak bisa diragukan lagi.


Mereka tak sampai hati melaporkannya pada keluarga Ouwyang. Namun, bagaimana pun mereka harus melakukannya.


“Apa?” seru Ouwyang Kuan, sementara Sui She langsung meratap pedih dan bergayut pada suaminya. Mereka sangat sedih dan terpukul mendengar berita itu. Mana mungkin?


Empat Tambur Perak menceritakan semua yang mereka dengar. Mereka tidak berani menatap suami-istri itu. Mereka semakin bertambah merasa bersalah mendengar ratapan dan isak tangis Sui She.


“Aku ingin melihat kakakku!” isak Sui She pilu.


“Istriku, mereka sedang marah pada kita.”


“Kita tidak melakukan apa-apa!”


“Chien Wanlah yang dituduh melakukannya. Putra kitalah yang katanya melakukan pembantaian itu, Sui She!”


Tangis Sui She bertambah keras.

__ADS_1


“Ini tidak mungkin!” teriaknya tanpa sanggup mengendalikan diri. “Putra kita bukan orang seperti itu! Apa alasannya melakukan semua itu?”


“Tidak ada seorang pun yang akan percaya!” sambar Kam Sien tak tahan lagi.


Ouwyang Kuan tercenung. “Tetapi....”


“Apa?” Sui She meradang melihat suaminya tampak ragu. “Kau mau bilang bahwa kau sendiri pun percaya Chien Wan bersalah?”


Ouwyang Kuan menghela napas. “Bukankah Sen Khang dan Ping-er melihat sendiri kejadiannya?” tanyanya lirih.


Sui She terpana. Tangisnya kembali meledak.


Empat Tambur Perak berpandangan gelisah. Mereka tidak bermaksud menimbulkan kekacauan dengan laporan itu. Mereka sendiri tidak mau mempercayai berita itu. Namun bila ada saksi yang melihat sendiri kejadian itu, dengan berat hati mereka harus mempercayainya!


Brak! Pintu ruangan terbuka dan masuklah Tuan Ouwyang Cu dengan menggendong A Lee.


“Ayah!” seru Ouwyang Kuan dan Sui She bersamaan.


Tuan Ouwyang Cu telah mendengar sendiri berita itu dari mulut orang kepercayaannya yang ditugasi mencaritahu berita terkini Dunia Persilatan. Apa yang didengarnya sungguh mengejutkan dan tak bisa dipercaya. Sekarang ini cucunya dalam bahaya. Hampir semua orang di Dunia Persilatan sedang mengejar dan memburunya untuk dimintai pertanggungjawaban.


“Empat Tambur Perak!” perintahnya garang.


“Siap!”


“Berpencar dan carilah cucuku sampai ketemu! Dan hadapi siapa saja yang berniat membunuhnya. Kalau pun Chien Wan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, ia harus melakukannya di Lembah Nada!”


“Siap!”


Empat Tambur Perak memberi hormat dan langsung pergi untuk melaksanakan perintah.


“Membunuh Chien Wan? Siapa yang hendak membunuh Chien Wan?” bisik Sui She kaget.


“Anakmu itu sekarang sedang dikepung oleh semua pendekar di Dunia Persilatan. Mereka mengutuknya atas perbuatan yang dilakukannya terhadap 23 orang yang tewas di Wisma Bambu!”


“Tidak!” jerit Sui She.


“Ayah....” Ouwyang Kuan tampak putus asa.


“Aku ingin Chien Wan dibawa ke sini! Aku sendiri yang akan menanyainya. Bila ternyata betul dia bersalah, aku sendiri yang akan membunuhnya!”


“Ooohh!!” Sui She terkulai pingsan.


A Lee menangis melihat ibunya terjatuh.


Ouwyang Kuan segera menghela istrinya dan membawanya ke kamar mereka.

__ADS_1


Tuan Ouwyang Cu menggeram.


***


__ADS_2