
Satu bulan telah berlalu dari hari kepergiannya Andin untuk selamanya. Yuni menunda pernikahan yang seharusnya di minggu kemarin. Dia menunggu hingga empat puluh hari meninggalnya Andin.
Hari ini, semua sahabat dan keluarga terdekat berkumpul. Di hari pertunangannya. Termasuk Dodi. Mereka telah berdamai dengan keadaan. Walau di hati Dodi masih terus terbesit penyesalan. Namun, dia ikut bahagia karena yakin Reno adalah pria yang tepat untuk wanita itu.
Reno dan keluarga telah datang dan duduk menanti kehadirannya Yuni. Dia keluar kamar didampingi Rachel dan Mia. Yuni tampak sangat anggun dengan balutan kebaya.
Acara di mulai kata sambutan dan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Rachel. Semua tertegun mendengar suaranya yang merdu dan bacaan yang sudah sangat bagus bagi mualaf yang baru dua tahun memeluk islam.
Bagi orang yang tidak mengenal Rachel, pasti tidak akan menyangka jika dia pernah menjadi kupu-kupu malam dan hanyalah seorang mualaf.
Mungkin kita pernah mendengar kisah seorang pel*cur yang menolong anjing kehausan dan akhirnya diberi ganjaran surga sama Allah. Apa lagi seorang Rachel yang benar-benar menyesali perbuatannya dahulu dan bertaubat.
Setelah Rachel membaca ayat suci Al-Qur'an, acara inti segera di mulai. Reno berdiri, menghadap kedua orang tua Yuni untuk melamar wanita itu.
__ADS_1
"Assalamualaikum, selamat malam, Ayah dan Ibu. Ayah, jika ayah sudah menjaga putri ayah selama 26 tahun, sekarang bolehkah saya menggantikan posisi ayah dengan menjaga dan membahagiakannya layaknya perhiasan dunia yang paling berharga."
Reno berucap dengan lancar dan penuh wibawa, sehingga semua tamu terkesima. Termasuk Rachel. Farhan yang melihat istrinya takjub lalu berbisik, "Aku memang tidak melamar kamu seperti Reno, tapi yakinlah, cintaku tidak kalah besarnya padamu."
Bisikan Farhan membuat wajah Rachel memerah karena dia ketahuan mengagumi pria lain. Wanita itu lalu meminta maaf. Terdengar Reno kembali bersuara.
"Jika Allah mengizinkan, saya ingin menjadikan putri Ayah sebagai istri saya, menemani setiap langkah perjuangan saya, menjadi penyejuk hati saya dikala gundah dan menjadi penasihat saat saya melakukan kesalahan." Reno kembali menjeda ucapannya. Tersenyum pada calon istrinya Yuni.
Reno tampak menarik napas lega setelah mengucapkan itu semua. Dia mencoba tersenyum pada semua tamu undangan yang hanya terdiri dari para sahabat dan keluarga terdekat saja.
"Reno, kami mengizinkan kami orang tua dari Yuni menerima lamaran kamu untuk putri tercinta kami Yuni." Hanya itu ucapan yang keluar dari mulut ayah.
"Buat Yuni, dengarkan ucapanku ini. Jika dulu cinta pertamamu menorehkan luka, maka izinkan aku sebagai cinta terakhirmu untuk bisa menghadirkan surga. Dan di akhir kata, bersedia kah kamu untuk menjadi istri aku?" pintanya dengan penuh harap.
__ADS_1
Wajah Yuni tampak memerah karena malu. Dia tidak terbiasa di lihat orang ramai. Sebenarnya dari awal dia menolak mengadakan acara pertunangan dan langsung menikah saja, tapi Reno ingin ada kenangan dan membujuknya.
"Reno, dengan izin Allah dan orang tuaku, aku menerima lamaranmu dan bersedia menjadi iatrimu." Yuni berucap sambil menundukkan kepala karena malu.
Semua keluarga dan tamu bertepuk tangan untuk mengusir ketegangan yang terjadi. Yuni dan Reno akhirnya memasangkan cincin. Rencana pernikahan seminggu lagi.
Rachel dan Farhan saling menggenggam tangan, ikut bahagia dengan pernikahan Reno dan Yuni. Tinggal Mia yang belum ada pasangan. Dodi yang melihat kebahagiaan mantan tunangannya hanya bisa menarik napas dan berdoa untuk kebahagiaan Yuni.
...----------------...
Sambil menunggu novel ini update, bisa mampir ke novel teman mama di bawah ini. Terima kasih.
__ADS_1