TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 42 S2. Di Perjalanan


__ADS_3

Jam tujuh pagi, Gafi telah sampai di depan kamar kos Dita. Dia ingin segera berangkat agar bisa sampai sebelum malam. Perjalanan yang akan di tempuh sekitar sembilan hingga sepuluh jam, belum di tambah waktu istirahat.


Gafi mengetuk pintu kamar kos kekasihnya itu. Setelah beberapa kali diketuk, terdengar suara langkah kaki. Dita membuka pintu dan tersenyum ketika melihat siapa yang datang.


"Baru selesai mandi?" tanya Gafi, melihat rambut gadisnya masih basah, dan dia belum berdandan.


"Iya, aku ketiduran, Kak," jawab Dita.


"Kamu begadang?" tanya Gafi lagi. Dia masuk dan duduk di dekat pintu agar tidak terjadi fitnah. Dita hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.


"Sudah aku katakan langsung istirahat, malah begadang!" omel Gafi.


"Aku menelepon mama hingga jam dua dini hari," jawab Dita.


Gafi lalu bertanya apa saja yang Dita bicarakan dengan ibunya hingga selarut itu. Gadis itu mengatakan semua yang dia bicarakan dengan Yuni, ibunya. Dita memang selalu jujur dan berterus terang pada pria itu. Begitu juga dengan Gafi. Tidak ada yang dia sembunyikan dari gadis itu.


"Jadi ibu kamu setuju jika kita akan menikah?" tanya Gafi dengan suara bahagia.


Kembali Dita menjawab dengan anggukan kepala. Gafi yang gemas melihat gadis itu mencubit hidungnya. Dia memang paling suka melakukan itu pada kekasihnya. Hidung Dita yang kecil dan mancung membuat dia selalu ingin mencubitnya.


Setelah selesai berdandan, Dita mengambil kopernya. Gafi yang mendorong hingga ke mobil.

__ADS_1


"Kita sarapan dulu di kantin, setelah itu baru berangkat," ucap Gafi.


Gafi menyetir mobil menuju kantin tempat biasa mereka sarapan, setelah selesai mereka lalu melanjutkan perjalanan. Selama perjalanan Gafi banyak bertanya tentang konsep pernikahan mereka. Dita hanya ingin pernikahan secara sederhana yang hanya dihadiri keluarga dan teman terdekat.


"Kamu yakin hanya ingin pesta pernikahan secara sederhana? Ini sekali seumur hidup, Dita?" tanya Gafi.


"Bukankah pernikahan itu yang terpentingnya ijab dan kabulnya, pesta hanya sebagai pelengkap. Yang terpenting ada orang lain sebagai saksi jika kita telah menikah," jawab Dita.


"Baiklah, jika itu maunya sayangku," ucap Gafi, dia sengaja menggoda sang kekasih. Dita selalu saja masih malu jika Gafi memanggilnya sayang.


Dua jam perjalanan, Dita tertidur dengan kepala yang bersandar di bahu Gafi. Pria itu menjalankan mobil dengan sangat berhati-hati agar tidak mengganggu tidur sang kekasih.


"Dita, bangun Sayang!" ucap Gafi dengan sangat lembut. Beberapa kali dibangunkan barulah Dita membuka matanya.


Dita mengucek matanya. Bangun dari rebahannya. Dia melihat ke sekeliling. Lalu memandangi Gafi.


"Kita sudah berada di mana, Kak?" tanya Dita.


"Kamu berada di hati ini dan telah aku kunci. Kuncinya lalu aku buang, agar kamu tidak bisa keluar lagi dari hatiku," jawab Gafi.


"Kak, aku serius!" jawab Dita dengan cemberut.

__ADS_1


"Aku bahkan duarius," ucap Gafi.


Mendengar jawaban dari Gafi, gadis itu lalu mencubit lengannya. Gafi turun dan membukakan pintu untuk Dita. Dia menggandeng gadis itu memasuki restoran.


Satu jam beristirahat, mereka kembali melanjutkan perjalanan. Gafi sudah tidak sabar sampai di rumah orang tuanya. Dia juga ingin memberikan kabar bahagia ini pada keluarga lainnya.


Gafi telah mengatakan pada kedua orang tuanya. Alya juga telah meminta seluruh keluarga berkumpul besok malam, sebelum mereka pergi melamar Dita secara resmi.


**


Farhan yang baru pulang dari luar kota, sedang berkumpul dengan anak dan istrinya. Mereka menyantap kue yang dibuatkan Rachel sambil menonton televisi.


"Besok malam Kak Alya meminta kita berkumpul di rumahnya," ucap Rachel membuka pembicaraan.


"Ada apa tiba-tiba Kak Alya meminta kita berkumpul?" tanya Farhan heran.


"Saat aku tanyakan, Kak Alya hanya mengatakan jika dia ingin bicarakan mengenai acara untuk Gafi," jawab Rachel.


Axel hanya diam mendengarkan obrolan kedua orang tuanya. Walau sebenarnya dia juga ingin tahu kenapa mereka di minta berkumpul.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2