
Setelah solat subuh, Rachel memilih untuk duduk di halaman rumah. Teringat saat dia dan ibu berbincang di bawah pohon.
Rachel membawa segelas teh hangat dan meneguknya perlahan untuk menghangatkan perutnya.
Farhan yang telah selesai mandi tidak melihat istrinya ada dikamar, lalu keluar mencari. Dari jendela dia melihat Rachel yang duduk termenung di bawah pohon rindang itu.
Berjalan ke dapur, Farhan meminta tolong buatkan kopi dan bawa makanan ke bawah pohon. Lalu pria itu berjalan mendekati istrinya. Farhan mengambil jaket terlebih dahulu.
Dari belakang Farhan memakaikan jaket ke tubuh Rachel, membuat wanita itu kaget. Menoleh dan memandangi wajah suaminya dengan tersenyum.
"Dingin pagi-pagi duduk di sini. Aku pasangkan jaket ini, ya?" ucap Farhan. Dengan telaten memakaikan ke tubuh Rachel. Setelah itu barulah dia duduk di samping istrinya itu.
Farhan melihat ada genangan air di mata Rachel. Dengan lembut pria itu menghapusnya.
"Jangan terlalu larut dalam kesedihan. Semua telah menjadi takdir Allah. Di sini aku yang merasa paling kehilangan dan paling merasa bersalah, karena hingga akhir pertemuanku dengan ayah dan ibu masih saja berdebat. Jika aku tahu mereka akan meninggalkan aku selamanya, aku pasti akan mengikuti semua mau mereka. Apa pun yang akan membuat bahagia, akan aku lakukan. Dua tahun belakangan ini hubunganku dengan ayah dan ibu kurang baik. Aku menyesal," ucap Farhan dengan suara pelan.
__ADS_1
Farhan membawa kepala Rachel untuk bersandar di bahunya, dan memeluk pinggang wanita itu. Sejak membaca diari ibunya, Farhan mulai sadar, jika pernikahan bukanlah mainan. Dia telah berjanji dihadapan Allah dan harus bertanggung jawab.
Farhan juga mulai menyadari arti Rachel sejak wanita itu menghilang. Belum satu minggu Rachel pergi, dirinya telah merasa sangat kehilangan. Pria itu mulai memyadari jika kehadiran istrinya itu sangat berarti.
Rachel mengangkat wajahnya yang berada di bahu pria itu sehingga beradu dengan pipi suaminya. Farhan lalu mengecup bibir istrinya sekilas.
"Maafkan aku. Aku manusia yang punya ribuan kesalahan. Kesalahanku padamu dan pada diriku sendiri. Penyesalan memang tidak ada gunanya. Tapi hanya itu yang bisa aku lakukan sekarang ini.Tak sadar mulut ini telah berucap bak pisau yang menyayat hatimu, Tak sadar raga ini telah lukai ragamu, Tersadar diri tuk selalu meminta maaf padamu, dengan tulus cinta dan kelemahan hati ini, juga janji untuk mencoba lebih baik dari sebelumnya dan menjaga ucapan dan raga ini untuk tak menyakitimu lagi," ucap Farhan dengan pelan, tapi masih dapat di dengar oleh telinga Rachel.
Rachel menegakan kepalanya, tidak lagi bersandar di bahu pria itu. Memandangi wajah suaminya itu dengan intens. Mencari kebenaran atas ucapan pria itu.
Rachel masih terus menatap wajah suaminya. Terutama mata pria itu, mencari kejujuran di sana. Memang semua terlihat ikhlas dan jujur. Namun, hatinya sulit untuk memaafkan begitu saja. Pria itu sudah terlalu sering mengumbar kata maaf sehingga sulit dipercaya.
"Mas, aku bukannya dendam atas semua sikapmu. Aku telah memaafkan kesalahan yang pernah kamu lakukan, namun aku masih ingin kamu memberikan aku waktu untuk dapat percaya padamu lagi. Terlalu sering kata maaf yang kamu ucapkan, membuat diri ini sedikit ragu," ucap Rachel.
Farhan menarik napas dalam mendengar ucapan istrinya itu. Terlalu sakit dan pedih luka yang dia torehkan di hati Rachel, sehingga dia begitu sulit mempercayai dirinya lagi.
__ADS_1
"Salahku padamu memang terlalu besar untuk dimaafkan," ucap Farhan lirih.
"Semua bukan salahmu, Mas. Aku juga bersalah. Aku terlalu tinggi menempatkan hati ini. Aku yang terlalu tinggi berharap padamu. Aku yang terlalu menyayangi kamu, aku juga yang terlalu percaya diri dicintai pria seperti kamu. Sehingga mendapatkan kenyataan tidak seperti yang aku bayangkan, hati ini sangat terluka. Sekali lagi beri aku waktu untuk dapat kembali menempati semua sesuai porsinya. Sesuatu yang berlebihan memang tidak baik. Aku ingin belajar menjadi wanita sewajarnya saja," ucap Rachel dengan senyuman.
"Aku baru sadar jika yang dikatakan Imam Syafi'I itu sangat benar, yaitu ketika kamu berlebihan berharap kepada seseorang, maka Allah akan timpakan padamu pedihnya harapan-harapan kosong. Allah tak suka bila ada yang berharap pada selain Dzat-Nya, Allah menghalangi cita-citanya supaya ia kembali berharap hanya kepada Allah SWT," ucap Rachel lagi.
Farhan tidak dapat berkata apa-apa lagi. Mungkin memang sikap yang tepat adalah memberi waktu bagi Rachel untuk mengobati luka hatinya.
Mungkin, maaf dari istrimu tak akan pernah menghapus kesalahan yang telah kamu perbuat. Tapi, paling tidak maaf darinya bisa memperbaiki hubungan kalian. Karena itu, berjuanglah untuk mendapatkan maaf darinya.
Buktikan bahwa kamu tak akan mengulang kesalahan.Percayalah, seorang wanita akan mudah memaafkan bila kamu dengan tulus meminta maaf. Tapi, jangan cuma maaf aja, perbaikilah juga sikapmu dan jangan sampai mengulang kesalahan yang sama.
Dengan begitu, istrimu akan memberi kesempatan lagi dan hubungan kalian semakin membaik.Itu yang ada dalam pikiran Farhan saat ini.
...----------------...
__ADS_1