TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 80 S2. Jalan-Jalan


__ADS_3

Pagi ini setelah sarapan Dita membawa Gafi ke taman, menikmati udara segar di pagi yang cerah. Mereka berjalan pelan, saling berpegangan tangan. Gafi masih merasakan sedikit perih setelah operasi matanya kemarin, namun ia senang bisa melihat lagi.


"Terimakasih, Sayang," kata Gafi dengan suara pelan.


"Tidak perlu berterima kasih, Kak. Ini adalah kewajibanku sebagai seorang istri untuk membantumu," jawab Dita sambil tersenyum.


Gafi merasakan bahagia yang tak terhingga karena bisa melihat kembali. Ia menatap langit dengan mata terbuka lebar.


"Bagaimana perasaanmu sekarang, Kak? Sudah bisa melihat kembali?" tanya Dita dengan suara lembut.


"Tentu saja aku sangat bahagia, aku bisa melihat hamparan langit yang biru ini, melihat bunga-bunga di taman ini. Rasanya sangat luar biasa. Terimakasih banyak, Sayang."


Dita tersenyum senang. Dia merasa bahagia bisa membantu Gafi. Sebagai seorang istri dia ikut merasakan kesedihan suaminya saat tidak dapat melihat.


"Yang membuat aku semakin bahagia, karena di sini, ada benih cintaku. Aku bisa melihat wajahnya. Kemarin aku sedih, takut tidak dapat melihat selamanya. Tidak bisa melihat malaikat kecil yang akan hadir di keluarga kecil kita," ucap Gafi dengan suara riang.


"Aku yang paling bahagia, Kak. Aku bisa bermanja lagi dengan Kakak," jawab Dita. Dia lalu menggenggam tangan sang suami. Seolah takut kehilangan.

__ADS_1


Mereka berjalan-jalan di taman, menikmati pemandangan. Taman dipenuhi dengan berbagai macam bunga-bunga yang berwarna-warni. Gafi merasakan aroma yang begitu segar dari bunga-bunga itu.


"Kelihatannya cukup besar, ya semua bunga di taman ini," kata Gafi sambil terus menatap bunga.


"Ya, ini kota taman. Warga setempat dengan sukarela merawat taman ini, Kak" jawab Dita sambil menunjuk ke arah sekumpulan warga yang sedang membersihkan taman.


Gafi merasa terharu melihat usaha warga setempat untuk menjaga keindahan taman. Ia terhenyak saat melihat seorang ibu dan anak kecil sedang menanam bunga di sebelahnya.


"Bagaimana kalian berdua bisa merawat taman ini, Bu?" tanyanya pada ibu itu.


"Kami merasa perlu menjaga keindahan taman ini, agar warga lain juga bisa menikmati," jawab sang ibu dengan ramah.


"Kita harus belajar dari mereka, Kak. Betapa pentingnya menjaga alam dan terus merawat lingkungan kita," ucap Dita penuh semangat.


Gafi merasa sangat setuju dengan pendapat sang istri. Ia merasa tergerak untuk melakukan hal yang sama.


"Ya, kamu benar. Kita harus bertanggung jawab terhadap lingkungan kita," ucap Gafi seraya mengalihkan pandangannya pada sekeliling taman.

__ADS_1


Mereka melanjutkan jalannya, menikmati keindahan alam yang dihadirkan taman itu. Mereka terus berbicara tentang bagaimana mereka ingin menjaga lingkungan, memberi kontribusi positif bagi masyarakat.


"Tidak hanya menjaga taman, kita juga harus menciptakan kebersihan di lingkungan sekitar kita," kata Dita dengan semangat.


"Iya, dan juga memisahkan sampah organik dan non-organik. Itu salah satu hal kecil yang bisa kita lakukan untuk menjaga lingkungan," tambah Gafi.


Mereka terus berbicara tentang berbagai hal yang bisa mereka lakukan untuk lingkungan mereka, hingga akhirnya menyadari bahwa waktu telah berlalu. Mereka kembali ke rumah, merasa bahagia dan terinspirasi untuk melakukan hal yang baik bagi lingkungan mereka.


"Terimakasih sudah membawa aku ke sini, Sayang. Kali ini aku merasa tak hanya bisa melihat lagi, tapi juga belajar banyak hal tentang kepedulian terhadap lingkungan," kata Gafi sambil tersenyum.


"Sama-sama. Kita bisa melakukannya bersama-sama, Kak" jawab Dita sambil menepuk tangan Gafi dengan penuh semangat.


Mereka berdua tersenyum, merasa bahagia. Mereka merasa memiliki kewajiban untuk menjaga dan merawat keindahan lingkungan mereka. Semangat yang mereka tunjukkan pada taman itu seakan menjadi semangat yang membakar untuk melakukan hal yang sama pada lingkungan sekitar mereka.


**


Sementara di kediaman Axel, tampak kesibukan. Seminggu lagi pesta pernikahan Axel akan dilaksanakan di rumah kediaman orang tuanya.

__ADS_1


Rachel yang meminta pesta diadakan di rumah mereka saja. Biar lebih terasa kekeluargaannya.


...----------------...


__ADS_2