
Farhan memeluk Rachel yang tertidur. Sepanjang perjalanan istrinya itu dibuat mabuk berat. Sudah beberapa kali Rachel memuntahkan isi perutnya.
Dengan penuh kelembutan Farhan memijat kepala Istrinya. Barulah Rachel tertidur. Sampai di apartemen Farhan menggendong tubuh wanita itu. Tidak ingin mengganggu tidurnya.
Tubuh Rachel dibaringkan di tempat tidur dengan lembut. Pria itu mengecup dahi istrinya sebelum keluar dari kamar.
Farhan masuk ke ruang kerjanya. Membuang semua foto dia dan Andin ke tong sampah.
"Aku tidak dapat memulai bab berikutnya dalam hidupku jika terus saja membaca ulang yang tersisa. Makin lama aku hidup di masa lalu, makin sedikit masa depan yang harus aku nikmati. Cara terbaik untuk melupakan masa lalu adalah dengan membangun kenangan baru. Aku tidak dapat menguasai masa depanku jika aku adalah budak dari masa laluku. Masa lalu itu hanya untuk dikenang bukan di ulang. Lebih baik memulai dari awal dengan yang baru dari pada mengulangi seribu kesalahan yang ada di masa lalu," gumam Farhan dalam hatinya.
Farhan mencari semua foto dirinya dan Andin, lalu membuangnya. Saat sedang asyik membersihkan ruangan, Farhan melihat Rachel yang mengintip di balik pintu.
Dari pintu yang terbuka separuh, dia tahu itu istrinya. Farhan lalu berjalan mendekati Rachel.
"Kamu mau Masuk, Chel?" tanya Farhan.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Farhan, Rachel jadi ketakutan. Dia lalu berjongkok dengan menutup kedua telinganya.
"Maaf, aku tidak akan masuk. Jangan marah. Maafkan aku," teriak Rachel ketakutan sambil menangis.
Melihat itu, Farhan langsung teringat saat dia membentak istrinya itu hingga berakhir bunuh diri. Dia tidak ingin itu terulang kembali.
Farhan ikutan berjongkok, dan memeluk tubuh Rachel dengan kuatnya. Dia bisa merasakan ketakutan istrinya itu. Tubuh wanita itu jadi bergetar.
"Maafkan aku, Chel. Aku janji tidak akan berkata kasar lagi. Jangan menangis. Aku merasa sangat bersalah melihat kamu seperti ini," ucap Farhan. Air matanya juga tumpah.
"Maafin aku yang sering kali salah dalam berucap, mengeluarkan kata-kata yang membuatmu sakit hati. Itu semua memang salahku. Sekali lagi maafin aku, ya.Tanpamu, aku merasa kesepian, jangan sembunyikan kebencianmu, Chel. Ceritakan semua yang kamu rasakan. Aku akan berusaha untuk mengubah perilakuku," ucap Farhan.
Rachel mengangkat wajahnya. Menatap suaminya dengan intens.
"Jangan pernah bentak aku lagi, Mas. Aku takut," ucap Rachel sambil menangis terisak.
__ADS_1
"Tidak, Chel. Aku nggak akan lakukan itu. Kamu lihat ini, aku sudah buang semuanya. Aku ingin kita memulainya lagi tanpa bayang masa laluku," ucap Farhan.
"Kamu janji, Mas!"
"Aku janji, Chel. Jika aku melanggarnya, kamu bisa pergi dariku tanpa aku cegah lagi."
Rachel membenamkan kepalanya di dada bidang suaminya itu. Dia ingin memberikan satu kesempatan lagi bagi suaminya. Jika kita bisa memperbaiki hubungan, kenapa harus mengakhirinya.
Farhan mengajak Rachel berdiri. Berjalan menuju ruang keluarga. Pria itu lalu pesan makanan. Nanti akan meminta tolong pengantar makanan itu sekalian membuang semua foto dirinya dan Andin.
Sambil menunggu pesanan makanan datang, Farhan meminta istrinya untuk berbaring, meletakan kepala Rachel di pahanya. Dengan penuh kelembutan dia mengusap punggung istrinya agar tertidur kembali. Besok pagi, dia akan memaksa Rachel untuk periksa kesehatan. Dia takut istrinya ada mengidap satu penyakit. Wajah Rachel yang pucat, sering muntah dan tidak ada selera makan membuat Farhan cukup kuatir.
"Bagaimana aku mengucapkan kata-kata, 'Maafkan aku' ketika aku tahu bahwa kata-kata itu tidak cukup? Dan bagaimana aku bisa memintamu untuk memaafkanku ketika aku tahu aku tidak bisa memaafkan diri sendiri? Permintaan maaf memang tidak ada artinya, dibandingkan dengan apa yang telah aku lakukan, tapi tetap saja, aku tahu bahwa kamu memiliki hati yang pemaaf, pengertian dan kamu tidak akan membiarkan kebencian menghancurkan cinta kita. Aku bersyukur memiliki kamu," gumam Farhan dalam hati.
...****************...
__ADS_1