TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 74. Kesempatan Kedua


__ADS_3

Farhan tampak diam tertunduk setelah semuanya pergi. Rasanya tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Andin yang dia kenal ternyata tak lebih baik dari Rachel.


Kak Nazwa dan Kak Alya juga tampak sedikit syok mendengar kenyataan itu. Dia tidak percaya jika Andin seperti itu.


"Sekarang kamu bisa lihat sendiri, kenapa ayah dan ibu tidak merestui hubunganmu dulu. Sebagai orang tua pasti ayah dan ibu telah memiliki firasat jelek mengenai Andin. Beruntung kamu tidak jadi menikahi Andin yang ternyata tubuhnya telah dicicipi dan dimiliki banyak pria," ucap Alya.


Mendengar ucapan Kak Alya, Rachel jadi tersedak. Farhan lalu mengambilkan air minum untuk istrinya itu.


Kedua suami Kakaknya Farhan itu masuk dengan anaknya. Setengah jam berbincang, semuanya pamit ke hotel tempat mereka menginap. Tinggallah Rachel dan Farhan.


Farhan langsung memeluk istrinya dan air mata tampak membasahi pipinya. Pria itu masih terus memeluk Rachel.


"Maafkan aku, Chel. Selama pernikahan kita aku selalu menyakitkan hatimu. Katakan saja Chel, apa yang paling kamu benci dari sikapku, biar bisa aku merubahnya," ucap Farhan.

__ADS_1


"Mas, aku suka dengan semua sikapmu. Kamu begitu lembut dan memanjakan aku. Cuma satu yang tidak aku suka darimu, Mas," ucap Rachel.


"Katakan aja, Chel. Biar aku bisa mengubahnya," ucap Farhan.


Rachel menarik napas, dan memandangi wajah suaminya itu. Ada keraguan dicarinya untuk berterus terang. Namun, jika dia tidak berani mengatakannya, Farhan tidak akan mengubah sifatnya itu.


"Aku nggak suka kamu bandingkan dengan wanita manapun, Mas. Jika memang dia wanita yang terbaik menurut kamu, kenapa dulu memilihku? Aku harap kamu jangan pernah lagi membandingkan aku, karena aku sadar memang tidak ada yang dapat dibanggakan dariku. Setiap pribadi itu berbeda, dan memiliki cerita masing-masing, aku dengan kelebihanku dan dia dengan kelebihannya sendiri. Hidup itu sebuah perjalanan bukan perbandingan maka jangan bandingkan prosesnya dengan proses diriku. Karena walaupun kita berdiri di muka bumi yang sama, tapi memiliki takdir masing-masing," ucap Rachel.


Farhan langsung teringat saat dia marah dengan Rachel, hanya karena sebuah bingkai foto yang pecah. Beruntung saat Rachel bunuh diri itu, nyawanya masih tertolong.


Mata Rachel berkaca-kaca, baru pertama kali suaminya meyatakan cinta. Mungkin tidak ada salahnya kita memberi kesempatan kedua untuk seseorang.


"Dalam hidup, jika kamu mampu belajar untuk lebih menerima daripada terlalu berharap, kamu akan memiliki lebih sedikit kekecewaan. Jangan pernah takut untuk memulai kembali karena itu artinya kamu mendapatkan kesempatan kedua untuk membuat sesuatu yang lebih baik. Kesempatan kedua ialah kata maaf, baik untuk diri kita ataupun untuk orang lain agar kita bisa sama-sama kembali ke tempat segalanya bermula," gumam Rachel pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Ketika rasa cintamu pergi dari seseorang, tentu ada banyak alasan di baliknya. Entah karena perbedaan atau jalan yang berbeda antara kamu dan dia. Namun di balik perpisahan itu bukan berarti menjadi akhir dari segalanya. Masih ada kesempatan kedua yang akan mengetuk hati seseorang. Hal ini bisa menjadi salah satu bukti dari keseriusan hati.


Terkadang memaafkan dan memberikan kesempatan kedua pada seseorang bukanlah karena kita bodoh. Namun, harus diingat, jika kita telah diberi kesempatan kedua, jangan pernah mengulang kesalahan sama. Hanya orang bodoh yang jatuh kedua kali di tempat yang sama.


Sementara itu, Alex membawa Andin ke salah satu kafe terdekat dari rumah sakit. Grecia telah tertidur. Saat ini berada dipangkuan Alex.


"Apa yang ingin kamu katakan, katakan segera! Aku tidak punya waktu banyak," ucap Andin. Tampaknya dia masih kesal karena Alex telah membuka kedoknya di depan Farhan dan keluarganya.


"Aku ingin kamu jauhi Farhan dan jangan pernah ganggu Rachel. Kamu akan berhadapan denganku jika menyakiti wanita itu!" ucap Alex.


"Sebenarnya ada hubungan apa antara kamu dan Rachel. Dia bukan adik angkatmu 'kan? Dia pernah menjadi pemuas ranjangmu?" tanya Andin dengan senyuman smirk-nya.


Alex bukannya menjawab pertanyaan Andin, dia bahkan menatap wajah wanita itu dengan intens.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2