
Langit tampak mendung seakan tahu kesedihan yang Yuni, dan Mia rasakan karena kehilangan sahabat mereka. Yuni memegang lengan Mia membantu teman wanitanya itu berjalan lebih ke depan untuk menyaksikan pemakaman Andin.
Tadi jenazah Andin di semayamkan di rumah Alex. Dari sana jenazah Andin dimandikan dan dikafani.
Di antara para pelayat tampak Farhan dan Rachel. Wanita itu menangis dalam pelukan suaminya. Baru saja mereka akan bertemu, dia telah mendapat kabar jika Andin telah tiada.
Andin meminta bertemu dengan Rachel sore ini, tapi siapa yang menyangka jika jenazah Andin yang hanya bisa wanita itu temui. Dia merasa sedih karena belum bisa bicara dari hati.
Namun, dia dan Andin sempat saling memaafkan. Dalam chat terakhir Andin sempat meminta maaf pada Rachel dan wanita itu juga meminta maaf dan telah memaafkan Andin.
Grecia yang ada dalam gendongan Alex tampak menangis. Entah dia mengerti atau tidak jika saat ini ibunya sedang dimakamkan dan tidak mungkin bisa kembali lagi. Dia terus menangis.
Rachel yang kasihan lalu mendekati Alex dan meminta izin menggendong Grecia. Di tangan Rachel gadis cilik itu langsung diam dan memeluk leher wanita itu, lalu tertidur di bahunya.
__ADS_1
Petugas pemakaman mulai menurunkan tanah ke liang lahat. Mia dan Yuni tak bisa menahan tangisnya. Reno yang berdiri di belakang calon istrinya itu, memeluk Yuni dari belakang.
Tidak ada seorangpun yang ingin kehilangan orang terdekatnya. Sebagian besar dari kita tidak akan siap untuk menghadapi peristiwa tersebut, meski kita juga tahu bahwa kematian tidak akan bisa dicegah.
"Temanku, kepulanganmu kepada Sang Pencipta sungguh terasa begitu cepat. Kebersamaan yang telah dilalui bersama, kini yang tinggal hanyalah kenangan. Semoga segala amal ibadahmu diterima oleh-Nya. Aamin. Air mataku menetes di hari kepergianmu. Sungguh aku sangat kehilanganmu, terima kasih sudah mau menjadi sahabat terbaikku. Selamat jalan sahabat, semoga amal baikmu menjadi penerang di alam kuburmu." Yuni berdoa dalam hatinya.
"Kehilangan seorang sahabat sepertimu adalah sesuatu yang tidak akan pernah bisa dipulihkan. Kau selalu menjadi bagian penting dalam hidupku. Sekarang dirimu pergi. Aku akan selalu berdoa untukmu, sahabat. Tidak ada perpisahan di antara kita. Di mana pun kamu berada, kamu akan selalu ada di hatiku, Sahabatku. Perpisahan mungkin terasa seperti selamanya, tapi itu bukanlah akhir. Terutama sebagai kenangan dalam hatiku." Mia berucap dalam hatinya.
Saat tanah telah menutupi liang lahat, tubuh Yuni terasa lemah. Dia merasa ikut terkubur bersama sahabatnya. Akhirnya dia luluh ke tanah. Reno berlutut dan membawa Yuni ke dalam pelukan dadanya.
"Maafkan aku Andin. Seharusnya hari itu aku tidak meninggalkan kamu. Seharusnya aku memelukmu. Ini bukan salahmu. Aku saja yang jahat, tidak bisa menerima masa lalu kamu dan Dodi, padahal saat itu aku bukan siapa-siapa dengannya. Aku hanya teman. Maafkan, aku bukan teman yang baik," ucap Yuni dengan lirih.
"Semua bukan salahmu. Bukankah kamu bukan membenci perbuatan Andin, tapi ketidak jujurannya. Jangan menyalahkan dirimu. Ini sudah takdir," bisik Reno.
__ADS_1
Di sudut lain tampak Dodi berdiri menyaksikan pemakaman Andin. Dia juga merasa sangat menyesal karenanya ketiga sahabat itu sempat salah paham dan berpisah.
Setelah pemakaman, Farhan dan Rachel, juga Yuni, Mia dan Reno kembali dulu ke rumah duka, rumahnya Alex. Grecia masih dalam gendongan Rachel. Gadis kecil itu tampak nyaman dalam gendongan wanita itu. Bayi Rachel dia titipkan dengan bibi di rumah.
Setelah mengantar Grecia pulang dan menidurkan ke kasur, barulah dia pamit pada Alex.
"Maaf Bang, aku harus pulang. Jika abang perlu bantuan saat menjaga Grecia, hubungi saja aku," ucap Rachel.
Alex menganggukan kepalanya. Dia tersenyum menanggapi ucapan wanita yang telah dianggapnya adik.
Semua sahabat Andin, pamit pulang sama Alex. Mia di bawa ke rumahnya Yuni. Dia akan tetap menginap hingga pernikahan Yuni dan Reno minggu depan.
...----------------...
__ADS_1