TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 46. Akhirnya Pergi


__ADS_3

Pagi harinya seperti biasa, Rachel menyiapkan sarapan untuk suaminya Farhan. Tanpa ada rasa curiga, pria itu makan dengan lahapnya. Setelah sarapan pria itu pamit ke tempat kerja.


"Hati-hati, Mas. Jangan telat makan. Jaga kesehatan," ucap Rachel saat melepaskan Farhan.


"Kamu juga jangan lupa makan," ujar Farhan dengan mengacak rambut istrinya itu.


Farhan mengecup dahi istrinya sebelum pergi. Rachel menyalami dan mencium tangan pria itu. Dia melepaskan kepergian Farhan hingga hilang dari pandangan matanya.


Setelah itu Rachel masuk kembali ke rumah. Mencuci piring bekas sarapan mereka. Lalu masuk ke kamar. Wanita itu menyusun baju seperlunya masuk ke koper.


Rachel meletakan surat yang dia tulis kemarin di atas nakas samping tempat tidur. Lalu Rachel membuka cincin pernikahannya dan menaruh di atas kertas yang berisi isi hatinya itu.


Dengan langkah pelan, Rachel menyeret koper berisi pakaian itu menuju ke luar apartemen. Setelah di kunci wanita itu langsung menuju lift.


Rachel mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Nando jika dia telah berada di parkiran. Wanita itu mengatakan jika Reno jangan masuk ke apartemen, takut terlihat di CCTV. Dia minta menunggu di seberang jalan saja yang sedikit jauh dari apartemen dan dari jangkauan kamera CCTV.

__ADS_1


Rachel menyeberangi jalan dengan koper yang terus dia seret. Reno yang melihat dari dalam mobil, rasanya ingin menolong. Namun, Reno tidak ingin mengambil risiko dengan keluar dari mobil.


Mobil yang dia gunakan juga yang tidak biasa dia pakai agar Farhan atau orang yang lain tidak dapat mengenalinya. Rachel tersenyum saat sudah makin dekat. Dia membuka pintu dibelakang supir.


"Maaf Kak. Harus menunggu lama," ucap Rachel setelah duduk di jok belakang.


"Nggak apa, Chel," ujar Reno.


Reno langsung melajukan mobilnya sebelum ada yang melihat dan mengenali mereka. Keduanya hanya diam, tidak tahu harus bicara apa. Rachel menarik napas dalam berulang kali dan akhirnya setelah 15 menit perjalanan, wanita itu buka suara.


Dia hanya mengenal Alex sebagai bos klub malam tempat dia bekerja dulu. Namun, wanita itu tidak mau menghubungi karena takut dirinya akan tergoda kembali ke sana.


"Aku sudah pernah menawarkan bantuan jika kamu butuhkan, jadi yakinlah ini tidak merepotkan. Aku ingin kamu tinggal di villa milikku sementara waktu. Ada dua Villa. Satu untuk kamu tempati satu lagi untukku," ucap Reno.


Reno tidak mau bertanya apa penyebab Rachel memutuskan pergi dari rumah suaminya. Dia ikhlas menolong tanpa harus tahu alasan wanita itu meninggalkan apartemen. Reno percaya jika suatu hari wanita itu yang akan mengatakan sendiri.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan selama 6 jam, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Reno mengajak wanita itu masuk ke salah satu villa.


"Kamu bisa tinggal di sini selama yang kamu mau. Aku hanya satu malam ini menginap di villa sebelah. Jika kamu lapar, bisa minta tolong Bi Sum. Sekarang istirahatkah. Jumpa lagi saat makan malam," ucap Reno.


"Terima kasih, Kak."


"Aku pamit dulu." Reno lalu melangkah keluar dari villa yang ditempati Rachel menuju villa tempat dia menginap.


Setelah Reno pergi, Rachel masuk kamar dan membaringkan tubuhnya. Perjalanan yang dia tempuh cukup membuat tubuhnya lelah.


Sambil memandangi langit kamar, dia termenung. Entah apa yang ada dalam pikirannya saat ini.


"Kalau ada yang tanya bagaimana perasaan aku saat ini? Jawabnya adalah, sekarang aku sedang berusaha dan berjuang untuk tetap melanjutkan hidup di saat aku baru saja mencoba bunuh diri. Aku berusaha untuk tetap sehat dan waras. Aku di sini sedang berdamai dengan semua luka dan trauma. Aku sedang tidak baik-baik saja. Pikiran dan keadaanku sedang kacau. Banyak hal yang melukai hatiku akhir-akhir ini. Aku dihantam oleh kerasnya dunia. Aku menangis hampir sepanjang malam. Untuk saat ini biarkan aku menepi agar pulih dari luka ini dengan caraku. Mungkin tidak bisa pulih segera, tapi aku berharap nanti waktu akan menyembuhkan semua luka dan traumaku ini," gumam Rachel pada dirinya sendiri.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2