TAK SEINDAH SURGA S1/S2

TAK SEINDAH SURGA S1/S2
Bab 38. Aku Ingin Pisah


__ADS_3

Dua jam sudah Rachel di pindahkan ke ruang inap, suaminya Farhan dengan setia menemani duduk di samping tempat tidur sambil menggenggam tangan istrinya itu.


Farhan sangat mengkuatirkan keadaan istrinya. Hingga siang, belum ada tanda Rachel akan segera sadar. Sepertinya dia terlalu nyaman dengan tidurnya saat ini.


Rasa lapar dan haus tidak lagi Farhan rasakan. Berulang kali dia memanggil atau menemui dokter menanyakan keadaan istrinya itu, dan jawaban Dokter akan selalu sama, jika Rachel akan segera sadar.


Saat mata Farhan akan terpejam karena rasa kantuk, dia merasa tangan Rachel yang ada digenggamannya bergerak. Pria itu kaget bercampur senang. Di tatap wajah Rachel memastikan istrinya itu memang telah sadar.


"Rachel, kamu telah sadar?" tanya Farhan dengan suara bahagia.


Rachel yang baru saja sadar, membuka matanya. Saat melihat ke arah Farhan, wanita itu lalu memalingkan wajahnya.


"Chel, apa yang kamu rasakan. Ada yang sakit?" tanya Farhan.

__ADS_1


Rachel hanya diam dan memalingkan wajahnya. Sadar Rachel yang marah, Farhan hanya menarik napas atas sikap istrinya itu.


"Sebenarnya apa rencana-Mu Tuhan. Aku sudah menyerah karena ujianmu. Mentalku benar-benar terkuras, jiwaku sedang tidak baik-baik saja. Selama ini aku memendamnya tampa ada seorangpun yang mengetahui keadaanku. Mereka tertipu dengan senyum manisku, dengan wajah ceriaku ini. Kepalaku terasa mau pecah, aku benar-benar lelah, rasanya aku ingin berhenti sejenak untuk bernafas dengan lega. Kurang kuat apa lagi aku ini Tuhan, Kau uji aku dengan berbagai cobaan. Tentang orang tua, pertemanan dan percintaan, bahkan sampai masalah ekonomi telah pernah aku rasakan. Bolehkah, aku berkata, aku lelah Tuhan. Aku lelah Ya Allah," ucap Rachel dalam hatinya.


Rachel tidak bisa menahan air matanya lagi. Farhan yang mendengar isak tangis istrinya itu merasa sangat bersalah. Di raihnya tangan Rachel, tapi wanita itu menepisnya.


"Rachel, kali ini aku sudah keterlaluan. Tapi aku harap kamu masih mau memaafkan kesalahanku. Katakan apa yang harus aku lakukan agar kamu mau memaafkan salahku," ucap Farhan.


"Apa ucapan Mas tadi itu benar? Jika Mas akan mau melakukan apa saja untuk mendapatkan maaf dariku?" tanya Rachel dengan suara pelan.


Farhan meraih tangan Rachel dan menggenggamnya. Kali ini istrinya itu tidak menolak.


"Iya, Chel. Aku janji akan melakukan apa yang kamu inginkan!" ucap Farhan dengan tegas.

__ADS_1


Rachel menarik napas dalam. Teringat peristiwa tadi pagi saat orang yang dia anggap pahlawan karena telah mengangkatnya dari kubang lumpur, membentak dan menghina dirinya. Ibarat pria itu mengangkat derajatnya tinggi dan di saat Rachel merasa bahagia dan melambung, pria itu lalu menjatuhkan ke dasar jurang terdalam. Bisa dibayangkan betapa sakitnya yang dia rasakan saat itu.


Rachel tetap akan mengingat semua kebaikan Farhan karena telah berniat baik menikahinya dan ingin mengembalikan kehormatannya sebagai wanita, tapi dia bukanlah malaikat yang hanya patuh dan selalu mengabdi pada Allah. Dia hanya manusia, punya napsu. Rachel tidak bisa hanya patuh dan mengikuti semua maunya Farhan. Dia punya batas kesabaran.


"Mas, aku sangat berterima kasih karena kamu telah mengangkat aku dari lembah hitam dan mengenalkan aku pada agama yang aku anut sekarang. Aku berharap Allah tetap menuntunku di jalan-Nya," ucap Rachel dengan suara pelan. Dia menjeda ucapannya karena tenggorokannya yang terasa tersekat.


"Aku hanya manusia biasa, yang punya rasa sakit dan marah. "AKU HANYALAH WANITA AKHIR ZAMAN ". Aku bukanlah wanita sesabar Siti Sarah. Yang tak secerdas dan setakwa ibunda Aisyah. Yang tak sesabar dan selembut ibunda Fatimah. Ataupun secantik Zulaikha. Aku bukanlah wanita sempurna. Aku Hanya Wanita Sederhana. Aku bukan lah bidadari yang turun dari surga untuk kau nikahi. Aku banyak kekurangannya. Untuk itu aku ingin kamu lepaskan aku, Mas. Carilah wanita sempurna yang lebih pantas mendampingi kamu," ucap Rachel pelan.


Walau Rachel mengatakan semua itu dengan pelan, tapi dapat ditangkap dengan sempurna oleh gendang telinga Farhan. Pria itu kaget seperti mendengar suara petir di siang bolong.


...****************...


__ADS_1


__ADS_2