
Dari kemarin Axel masih memikirkan ucapan sang kekasih. Dia merasa iba melihat Lisa yang sedih karena diabaikan seluruh keluarga besar mereka.
Axel berjalan menuruni tangga. Dia harus membicarakan ini pada kedua orang tuanya. Dia harus tahu alasan, kenapa Rachel tidak menyukai Lisa.
Axel duduk di ruang tamu sambil menatap ibunya yang sedang sibuk menyusun bunga. Dia tidak bisa menahan rasa penasarannya lebih lama lagi.
"Ma, aku ingin tanya sesuatu. Kenapa Mama selalu terlihat kurang suka dengan Lisa, kekasihku?" Axel bertanya tiba-tiba dan dengan suara lemah lembut.
Rachel menatap putranya dengan serius. "Apa yang membuatmu bertanya seperti itu, Nak?" tanyanya.
"Aku hanya merasa, Mama selalu terlihat cuek dan tidak ramah pada Lisa. Padahal, dia orang yang sangat baik dan sayang padaku. Dia juga telah berusaha membuat mama menyukainya," jelas Axel.
Rachel menghela napas dan meletakkan vas bunga yang sedang dipegangnya. "Baiklah nak, duduklah dulu di sini. Aku akan jelaskan semuanya," katanya sambil duduk di samping putranya.
"Mama bukannya tidak menyukai Lisa. Cuma mungkin mama belum terbiasa dengan kehadiran gadis selain Dita," jawab Mama dengan suara lembut.
__ADS_1
"Ma, aku mohon lupakan Dita. Mama dan Papa tidak bermaksud menjodohkan aku dan Dita'kan?" tanya Axel dengan raut wajah tidak menyenangkan.
"Mama dan Papa tidak pernah menjodohkan kamu. Semua pilihan tergantung padamu. Yang akan menjalani hidup itu kamu, tapi sebagai orang tua kami berhak memberikan nasihat dan masukan. Semua tergantung kamu lagi, apa menerima semua masukan atau tidak," ucap Rachel.
Axel diam sejenak, menelan ludahnya yang terasa berat. Dia mengeryi dengan apa yang Mamanya katakan.
"Nak, Mama tidak akan mempengaruhi kamu, seperti yang sudah mama bilang sebelumnya. Namun, harus mama jelaskan kepadamu juga bahwa dari hati mama terdalam, ada sesuatu yang mengganjal mengenai sikap Lisa padamu. Dia terlihat hanya butuh kamu saja, tidak dengan keluarga besarmu!" Mama mencoba memberikan pengertian lagi.
Axel mengangguk mengerti. Dia tahu, hubungan antara kedua wanita yang dia sayangi sama sekali tidak berjalan baik, meskipun Mamanya telah mengatakan jika dia menerima Lisa, tapi dari sikapnya jelas terlihat kalau mama belum bisa meneima kehadiran gadis itu. Namun, Axel juga tidak bisa mundur, dia sangat mencintai Lisa begitu juga dengan gadis itu, mereka saling mencintai.
"Mama tahu bahwa Lisa sangat menyayangi kamu, dan kamu juga sangat mencintainya. Kamu masih muda, mama harap kamu bisa memilih wanita yang terbaik untuk mendampingi kamu. Pernikahan adalah ibadah seumur hidup yang mesti dijalani oleh pasangan suami istri. Perjalanan mengarungi kehidupan akan mengalami suka dan duka bersama-sama dalam bahtera rumah tangga. Jadi mama harap kamu dapat memilih gadis yang benar tepat," ucap Rachel.
"Iya, Ma. Aku mengerti, aku rasa Lisa pilihan yang tepat. Satu tahun aku menjalin hubungan, dia tidak pernah mengecewakan aku," jawab Axel.
"Pernikahan adalah gerbang baru untuk masuk ke dunia kehidupan baru manusia. Dari single ke double, dari satu keluarga ke penyatuan dua keluarga,dari satu budaya ke penyatuan dua budaya. Pada intinya dari satu menjadi dua yang menyatu.Menikah adalah sebuah gerbang memasuki sebuah tempat dan kondisi baru. Sama halnya dengan memasuki sekolah baru. Kita akan bertemu dengan beragam manusia yang tidak sama dengan kita, bahkan pasangan sendiri. Oleh karena itu menikah memang terkesan tidak perlu sekolah formal dan memang tidak ada sekolahnya, terlihat mudah dengan melihat peran suami dan istri yang kasat mata,"
__ADS_1
Rachel menghentikan ucapannya terlebih dahulu. Dia menarik napas sebelum melanjutkan lagi.
"Jika kita akan memasuki sebuah sekolah, pasti ada sebuah tes dan butuh persiapan dengan belajar yang sungguh-sungguh. Sama halnya menikah, sebelum menikah perlu adanya persiapan yang matang selain usia dan materi. Apalagi urusan pernikahan atau perkawinan tidak soal ijab dan kabul saja. Banyak elemen yang ada di dalamnya yang harus kamu pelajari dan pahami," ucap Rachel selanjutnya.
"Aku mengerti, Ma. Aku dan Lisa akan selalu belajar dan saling memahami. Aku juga akan meminta Lisa untuk dapat memahami semua keinginan keluargaku. Aku yakin Lisa bisa melakukan semuanya," jawab Axel.
Rachel tersenyum dan memeluk putranya dengan hangat. "Jika kamu yakin Lisa adalah pilihan yang tepat, mama pasti akan mendukung semua pilihanmu. Tidak ada yang namanya paksaan dan perjodohan di zaman sekarang, mama hanya butuh waktu untuk dapat menyesuaikan dengan sikap Lisa," ucap Rachel.
Rachel tidak ada pilihan selain mendukung pilihan putranya. Jika dia terlalu menentang pilihan Axel, dia takut putranya makin memberontak dan melakukan hal yang Negatif. Untuk saat ini dia hanya bisa mendukungnya saja.
Axel merasa lega setelah mendapat dukungan dari ibunya. Dia berjanji untuk bertanggung jawab atas pilihan yang akan diambil nantinya. Dia percaya, walaupun hubungan antara kedua keluarga sulit, dia bisa menciptakan hubungan yang lebih baik dengan Lisa dan menjalin kehidupan yang bahagia bersama kekasihnya.
Akhirnya, Axel merenungkan semua yang telah dia pelajari dari ibunya. Dia bertekad untuk mempertahankan hubungannya dengan Lisa dan memperbaiki hubungan antara ibunya dan Lisa. Axel menemukan harapan, dan memilih untuk berjuang dengan cinta.
...----------------...
__ADS_1