
Axel dan Lisa berjalan-jalan di tengah kota yang ramai. Mereka berjalan bersama, tapi suasana di antara mereka terasa hampa dan hambar karena Axel telah tahu jika kekasihnya tidak mencintainya, hanya mengharapkan uangnya. Sedangkan Lisa merasa tidak nyaman karena Axel tampak jauh lebih terdiam daripada biasanya.
Axel mengajak Lisa jalan sebenarnya untuk menghilangkan rasa sedihnya, karena melihat sendiri kebahagiaan Dita dan Gafi. Ada rasa kehilangan saat mengetahui jika mereka akan menikah dalam waktu dekat, sekitar satu bulan lagi.
Axel diam sejenak sebelum akhirnya memutuskan untuk buka-bukaan dengan Lisa.
"Kita sudah pacaran berapa lama, Lisa?" tanya Axel datar.
Lisa akrab dengan nada bicara Axel. Dia tahu bahwa kalau dia menjawab dengan candaan, Axel hanya akan semakin tegang.
"Sudah hampir tiga tahun, Sayang. Kok kamu tiba-tiba serius begini?" Lisa mencoba tersenyum manis.
Tapi senyuman itu tidak bisa membantu situasi sedikit pun. Axel merasa sudah sangat bosan dengan sikap Lisa yang suka mengharapkan benda.
"Aku hanya ingin tahu, masihkah kamu merasa ada cinta antara kita?" ucap Axel lembut.
Lisa mengernyitkan keningnya. Pertanyaan Axel dirasakan aneh. Dari awal mereka bertemu tadi, telah tampak perbedaan sikap pria itu.
"Aku masih rasa ada cinta, Sayang. Apa kamu tidak merasakannya?" tanya Lisa pelan.
Axel menggeleng pelan. "Aku merasa cinta di antara kita telah menghilang. Dan aku tahu itu mungkin karena aku sendiri yang punya masalah."
__ADS_1
Lisa merasa dadanya sesak. Dia merasa ada yang salah, tapi tidak tahu bagaimana membenarkannya. "Ini karena apa? Apa aku sudah menyakiti hatimu?"
Axel menjawab dengan tegas, "Tidak, Lisa. Kamu tidak melakukan kesalahan apapun. Ini murni karena aku. Aku merasa sudah lelah dengan keadaan seperti ini. Aku merasa hubungan kita selama ini tidak ada perkembangan. Aku merasa kamu hanya memanfatkan aku, bukan cinta. Kamu hanya ingin sesuatu dariku."
Lisa tertegun dan merasa kesal mendengarnya. "Apa kamu ingin mengatakan kalau selama ini aku hanya meminta-minta? Aku tidak pernah melakukan hal seperti itu, Axel!"
"Aku tahu kamu tidak pernah memaksa, Lisa. Tapi aku juga tahu, kamu mengharapkan banyak hal dari aku. Aku sudah lelah dengan segala itu."
Lisa merasa sangat kesal. Dia merasa seperti disalahkan begitu saja atas keputusan Axel. "Lalu, apa yang harus ku lakukan?"
Axel menghela nafas panjang. "Aku rasa kita harus berhenti di sini. Aku tidak ingin memperpanjang masalah ini."
"Apa yang akan kamu lakukan selanjutnya, Axel?" ucap Lisa akhirnya.
"Belum aku pikirkan dengan pasti. Tapi yang pasti, aku akan memberi waktu untuk diriku sendiri," ujar Axel akhirnya.
Lisa merasa kecewa dengan jawaban Axel. "Apa kamu ingin putus?"
Axel merasa semakin terdesak dengan pertanyaan Lisa yang seperti itu. Tapi dia masih bisa mengendalikan emosinya. "Aku tidak tahu, mungkin iya. Tapi kamu harus tahu, aku hanya ingin jujur pada diriku sendiri."
Lisa menangis. Dia merasa sangat sedih mendengar jawaban Axel yang seperti itu. Dia merasa semuanya sudah terlambat, dan Axel sudah tidak cinta padanya lagi.
__ADS_1
"Jadi kamu berpikir aku ini cewek matre yang hanya menginginkan sesuatu darimu. Selama tiga tahun hubungan kita, kenapa kamu baru merasa sekarang? Jika memang kamu berpikir begitu, mulai hari ini jangan belikan aku apa pun agar kau percaya jika aku ini mencintaimu!" ucap Lisa.
Lisa menarik napas dalam. Dia tidak mengerti kenapa tiba-tiba Axel memiliki pikiran begitu. Dia berpikir, siapa yang telah mempengaruhi pria itu.
"Apakah ini hanya alasan kamu saja? Kamu ingin kembali mengejar Dita 'kan? Kamu berubah setelah bertemu Dita lagi. Katakan saja, jika ini alasan kamu saja untuk putus. Apa aku pernah meminta uang dalam jumlah besar sehingga kamu mengatakan aku matre?" Dita bertanya dengan suara tinggi.
Axel menatap wajah Lisa. Selama ini memang gadis itu belum pernah meminta sesuatu yang harganya sangat mahal. Namun, tujuan dia berpacaran hanya untuk dapat menikah dengannya dan menguasai hartanya, itu telah membuat Axel marah dan merasa tertipu.
"Sebaiknya kita pulang. Aku harap kamu dapat merenungi hubungan kita ini. Aku merasa kurang nyaman dengan hubungan kita. Bukan karena Dita. Jangan kamu bawa namanya. Dia itu tunangan Gafi, dan mereka akan menikah, jadi semua ini tidak ada hubungan dengan Dita," ucap Axel.
Lisa terkejut mendengar Dita dan Gafi akan menikah. Dia tidak akan melepaskan Axel. Dia harus meyakinkan pria itu untuk tetap bersamanya, ucap Lisa dalam hatinya.
"Jadi mereka akan menikah? Hebat Dita, bisa menjerat Gafi dalam waktu singkat," ucap Lisa.
"Apa maksudmu menjerat? Dita gadis yang baik, pantas jika Gafi ingin cepat menikahinya," jawab Axel sedikit kesal.
Lisa hanya diam, tidak ingin berdebat lebih lama, takut Axel makin membencinya. Dia harus bersikap lebih baik lagi mulai hari ini.
Axel membuat keputusan untuk mengantarkan Lisa pulang, sebelum dia akhirnya akan pulang ke rumahnya. Di sisi lain, Lisa tidak ingin sepertinya kehilangan Axel. Dia sedang memikir cara bagaimana pria itu percaya lagi padanya.
...----------------...
__ADS_1