
Segala proses pernikahan hari ini telah selesai. Tamu-tamu undangan juga sudah pulang semua. Keluarga Gafi dan Dita pun kembali ke rumah masing-masing. Tersisa kedua pengantin yang bakal menginap di hotel.
Kamar hotel itu sudah dihias dengan sedemikian cantik oleh beberapa karangan bunga yang cantik nan indah. Dita bahkan sampai terkagum-kagum oleh keindahannya.
Dia tidak berhenti berdecak senang untuk mengungkapkan rasa kagumnya pada dekorasi kamarnya. Ada satu pasang handuk kimono berwarna putih yang dihias dengan taburan kelopak mawar merah di atas ranjang.
Ada bentuk hati juga yang terbuat dari kelopak mawar dan selimutnya pun dibentuk seperti angsa yang sedang berciuman. Kedua sudut bibir Dita tidak bisa berhenti melengkungkan senyumannya ke atas.
"Aku dulu atau kamu dulu yang mandi?" tanya Gafi yang entah dari kapan sudah berdiri di samping Dita.
Dita membalikkan badannya, dia mencoba berpikir sejenak. Lalu melihat jam di ponselnya, ternyata sudah pukul sebelas malam. Meski ini hampir tengah malam, tapi namanya Jakarta juga tetap saja terasa panas. Terlebih lagi mereka baru saja berpesta, tentunya mereka juga berkeringat.
"Aku saja duluan yang mandi, biar kamu belakangan." Gafi memberikan jawaban atas pertanyaannya sendiri karena melihat Dita masih ragu untuk menjawab.
Dita menganggukkan kepalanya, "Oke, Kakak saja duluan yang mandi." Dita mengiyakan. Gafi lalu memberikan ponselnya kepada Dita dan berjalan ke arah kamar mandi.
__ADS_1
Dita menunggu Gafi sampai selesai. Jantungnya berdetak lebih cepat mengingat ini malam pertamanya.
Demi menyamarkan rasa kegelisahannya, Dita melepaskan semua perhiasan dan mengganti bajunya dengan kimono handuk.
Dita menunggu Gafi sambil melihat ponselnya dan mengecek akun media sosialnya, ternyata ada banyak sekali ucapan selamat atas pernikahannya dengan Gafi. Kebanyakan dari mereka adalah teman-temannya yang berhalangan datang. Dita memaklumi mereka, lagi pula doa mereka juga akan tetap sampai.
"Sayang ...!" Gafi tiba-tiba memanggil Dita dari dalam kamar mandi. "Tolong ambilkan handuk! Aku lupa bawa handuk. Aku nggak mungkin keluar dari kamar mandi dalam keadaan telanjang." Gafi memberikan alasan kepada Dita kenapa dia memanggilnya barusan.
Dita yang mendengar itu, dia seketika panas dingin sendiri. Tubuhnya sedikit gemetar dan dia tidak bisa melakukan apa-apa selain bengong. Pandangan gadis itu sekarang terfokus pada handuk kimono yang ada di atas ranjang.
"Sayang, cepetan! Aku kedinginan nih!" Gafi kembali memanggil Dita, membuat gadis itu tidak bisa menolak. Lagi pula, yang ada di dalam kamar itu cuma mereka berdua. Kepada siapa lagi Gafi meminta tolong kalau tidak kepadanya.
Dita berjalan ke arah kamar mandi, dia berhati-hati supaya tidak melihat Gafi yang ada di dalam. Tangan pria itu sudah keluar dan siap menerima handuk pemberian istrinya.
Namun, sepertinya rencana Gafi berhasil.
__ADS_1
"Kak Gafi ...!" Dita kaget ketika tangannya ditarik paksa oleh suaminya itu. Setibanya di dalam kamar mandi, pria itu ternyata hanya memakai boxer.
Dita sedikit bisa bernapas lega, setidaknya dia tidak melihat Gafi dalam kondisi tanpa busana. Dia cuma bisa cekikikan melihat ekspresi wajah istrinya yang panik.
"Kenapa sih? Kita 'kan sudah menikah, jadi nggak akan ada yang melarang kalaupun kita mandi bersama-sama seperti ini." Gafi menghadapinya dengan tenang. "Lagi pula tuh lihat, bathtub-nya dihias cantik banget. Pakai bunga-bunga sama lilin gitu. Masa kita mau melewatkannya begitu saja sih? Nggak enak dong kalau dinikmati secara terpisah, paling enak itu kalau dinikmati berdua."
Sepertinya Gafi sama sekali tidak merasa gugup harus berhadapan dengan Dita seperti ini. Pria itu malah terlihat sangat menikmatinya.
Dita kembali dibuat kaget oleh tindakan Gafi yang mencium bibirnya secara dadakan. Lama-lama, gadis itu pun menikmatinya. Dia tidak tahu, kalau ternyata Gafi bisa seagresif ini. Bahkan suaminya itu melakukan hal yang tidak pernah Dita duga.
Gafi kini tidak cukup dengan mencium bibir Dita saja. Dia mendorong tubuh gadis itu dengan tubuhnya hingga mereka sama-sama jatuh di dalam bathtub yang dipenuhi kelopak mawar merah. Dita tidak mau kalah, dia kini mengambil alih kendali dan itu membuat Gafi tersenyum.
Mereka akhirnya mandi bersama untuk yang pertama di malam pertama mereka. Sekarang, Gafi maupun Dita sama-sama keluar dari kamar mandi. Namun dalam posisi Dita berada di dalam gendongan Gafi
Lelaki itu membawa istrinya ke ranjang dan membanting pelan tubuh Dita. Tanpa menunggu lama, Gafi membuka tali kimononya. Saat ini tubuhnya hanya tersisa boxer.
__ADS_1
Dita merasa gugup. Keringat dingin mulai keluar dari tubuhnya. Apa lagi saat suaminya itu membuka pakaian dalamnya dan kini dalam keadaan polos.
...----------------...