
Rachel menuruni tangga dengan perlahan. Melihat itu, Lisa langsung mendekati dan menyalami tangannya. Mengecup pipi wanita itu.
"Apa kabar, Tante?" tanya Lisa dengan suara lembut. Dia memberikan senyuman termanisnya.
"Alhamdulillah sehat. Kita mengobrolnya sambil duduk saja, yuk!" ajak Rachel.
Dia mengajak Lisa duduk dan meminta bibi membuat dua gelas minum dan membawa sepiring kue. Rachel tersenyum sebelum memulai ucapannya.
"Katanya ada yang ingin kamu bicarakan. Apa itu sangat penting?" tanya Mama Rachel.
"Tante, apakah seminggu ini Tante melihat perubahan sikap Axel?" tanya Lisa.
Rachel tersenyum kembali. Dia ingin tahu, apakah sebenarnya yang ingin dikatakan gadis di depannya. Agar Lisa tidak malu dan mau berterus terang, dia berpura-pura tidak mengerti dengan maksud kedatangan dan ucapan gadis itu.
"Tante tidak mengerti maksud, Lisa!" ujar Rachel.
__ADS_1
"Tante, seminggu ini, tepatnya sejak bulan lalu. Axel itu berubah. Aku tidak tahu, di mana salahku. Apa yang aku lakukan sehingga dia berubah? Setiap di tanya jawabannya selalu saja mengatakan putus."
Lisa menghentikan ucapannya. Dia memperlihatkan wajah sedih agar Rachel iba dan kasihan. Jika dia dapat mencuri hati wanita dihadapkannya saat ini, Lisa yakin jika Axel pasti berada digenggamannya.
"Maafkan Axel jika dia melakukan kesalahan. Namun, menurut Axel kalian memang telah putus dan tidak ada hubungan lagi," jawab Rachel dengan lembut.
Walaupun Rachel mengucapkan semua dengan lembut tapi tetap membuat Lisa kaget. Dia tidak menduga jika pria itu telah mengatakan pada orang tuanya tentang hubungan mereka. Dia harus bisa pura-pura tidak tahu. Itu yang ingin Lisa lakukan.
"Apa, Tante? Jadi Axel menyatakan jika kami telah putus? Itu semua tidak benar. Hubungan kami selama ini baik-baik saja. Aku tidak pernah melakukan hal yang buat Axel marah, tapi mengapa dia mengatakan jika kami sudah tidak ada hubungan. Apa sebenarnya yang Axel inginkan. Aku tidak bisa menerima keputusan ini jika tanpa alasan!"
Lisa berusaha mengeluarkan air matanya agar Rachel percaya dengan ucapannya, tapi memang sesungguhnya dia tidak tahu apa yang menyebabkan Axel tiba-tiba berubah dan memutuskan hubungan. Yang dia tahu pria itu berubah sejak bertemu Dita lagi.
Rachel berusaha menasehati dengan bijak. Dia tidak mungkin mengatakan alasan kenapa Axel memutuskan hubungan mereka. Itu biarlah Axel nanti yang menjelaskan semua. Nanti, dia akan meminta putranya menemui Lisa dan berterus terang mengenai semuanya.
"Tante, aku tahu dan mengerti jika cinta itu tidak bisa dipaksakan. Tapi hubungan kami bukan sebentar. Kami telah menjalin hubungan hampir 4 tahun, apa mungkin selama itu jika Axel tidak mencintaiku?" Lisa bertanya dengan napas memburu.
__ADS_1
Rachel kembali memberikan senyuman. Dia mengerti dengan perasaan gadis itu. Yang merasa belum bisa menerima keputusan Axel, karena semua secara tiba-tiba.
"Sebaiknya kamu dan Axel bicara," ucap Rachel akhirnya.
Axel yang melihat dari lantai atas, akhirnya memutuskan turun. Walau dia tidak mendengar secara pasti apa yang dibicarakan, tapi dia bisa menebak jika Lisa akan keras kepala dengan argumennya.
"Aku sudah pernah tanyakan pada Axel, tapi dia tidak menjawab dengan pasti. Aku mohon Tante, katakan dengan Axel, aku tidak mau putus. Jika memang aku ada salah, tolong katakan, biar aku bisa mengubahnya," ucap Lisa.
Keduanya tidak menyadari kedatangan Axel, mungkin karena terlalu serius mengobrol. Axel lalu mendekati keduanya.
"Aku meminta putus karena sudah tahu tujuan kamu mendekatiku. Malam itu, saat Kak Gafi ingin melamar Dita, aku datang ingin mengajakmu dan menjemput kamu ke kos. Tapi aku batalkan karena mendengar ucapan kamu dengan temanmu," ucap Axel.
Axel lalu mengatakan semua yang dia dengar. Lisa tampak sangat terkejut. Dia baru mengerti kenapa pria itu pernah mengatakan jika dia mendekati karena harta.
"Itu semua tidak benar Axel. Kamu pasti salah dengar dan salah mengartikan. Aku saat itu hanya bercanda. Mana mungkin aku mendekati kamu hanya demi harta. Aku mencintai kamu. Empat tahun kita bersama, apa kamu masih meragukan itu?" tanya Lisa.
__ADS_1
Rachel akhirnya pamit dan membiarkan Axel menyelesaikan semuanya. Itu bukan urusannya. Bukankah Axel dan Lisa telah dewasa.
...----------------...